Sebisa mungkin Shena berusaha untuk tidak menangis lagi, tapi air matanya terus saja mengalir. Namun, ia mencoba mengontrol emosinya supaya bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada Laura.
“Leo ....” lagi-lagi Shena menangis, tapi ia berusaha menahannya. “Dia ... Leo akan kembali kepelukan mantannya. Aku melihatnya sendiri tadi, Leo benar-benar masih mencintai mantannya.” Tangis Shena langsung pecah mengingat bayangan Leo saat suami tercintanya itu memeluk erat wanita cantik tadi.
“Itu tidak mungkin,” ujar Laura yang juga ikut shock.
“Aku tidak bohong Ra, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri betapa mesranya Leo saat memeluk wanita cantik itu. Aku juga melihat Leo menyimpan Foto wanita tersebut dalam dompetnya. Dan kau tahu? Wanita itu cantik sekali, Ra. Lebih cantik dariku. Mereka bahkan terlihat sangat serasi. Aku harus bagaimana, Ra? Apa yang harus aku lakukan? Huaaaa ....” Shena menangis dipelukan Laura sampai membuat sahabatnya itu ikut menangis juga.
Roy berpikir keras untuk mencerna setiap kata yang disampaikan Shena. Suami Laura itu masih ragu kalau Leo bisa sejahat itu pada wanita yang dicintainya. Rasanya ada yang aneh.
“Pasti ada kesalahpahaman disini.” Roy mulai mengutarakan pendapatnya. “Tidak mungkin Leo punya mantan yang bisa membuatnya seperti itu. Setahuku, Leo tidak pernah berfoto dengan para mantan-mantannya. Mungkin kau salah lihat?”
Shena berhenti menangis sambil masih sesenggukan. “Tidak, aku yakin itu foto Leo bersama dengan wanita yang dipeluknya didepanku!” kukuh Shena meyakinkan Roy bahwa apa yang ia lihat itu benar.
“Satu-satunya wanita yang dicintai Leo hanyalah dirimu, Shena. Tidak ada wanita lain lagi. Sudah setahun kalian bersama dan sebentar lagi buah hati kalian akan lahir. Masa kau masih meragukan cinta Leo padamu?” Roy mencoba menengahi.
“Roy benar, Shena. Kami saja mengakui betapa besarnya cinta Leo padamu. Mungkin Leo punya alasan kuat kenapa ia seperti itu.” Laura ikut membantu membuang pikiran negatif Sahabatnya.
“Alasannya sudah jelas, wanita itu adalah mantan terindah Leo dan Leo masih belum bisa melupakannya. Awalnya aku juga merasa hanya akulah wanitanya, tapi ... jika hanya aku satu-satunya wanita yang ada dihatinya, kenapa Leo menyimapn foto wanita lain didompetnya dan langsung berlari meninggalkanku hanya untuk memeluk wanita yang ada difoto itu? Menurutmu, apa itu namanya?” untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shena menangis pilu dan Laura mencoba menenangkannya.
Kabar ini benar-benar mengejutkan dan sulit sekali dipercaya. Seorang Leo mengkhianati Shena? Itu jelas tidak mungin dan sangat tidak masuk akal.
Roy semakin berpikir keras lagi memikirkan wanita yang dimaksud Shena. Bertahun-tahun hidup bersama Leo sejak keduanya masih anak-anak, tak pernah sekalipun Leo berfoto bersama dengan wanita manapun selain Shena. Namun Roy tiba-tiba teringat seseorang. Satu-satunya wanita yang dekat dengan Leo selain Shena adalah...
“Tunggu sebentar!” Roy masuk ke dalam kamar meninggalkan Laura dan Shena yang kebingungan.
Tak berselang lama, Roypun keluar sambil membawa dompet dan mengeluarkan selembar foto juga.
“Apa yang kau maksud wanita yang dipeluk Leo adalah wanita, ini?” tanya Roy sambil menyodorkan foto dimana dalam foto tersebut ada Roy dan juga Leo. Tepat ditengah-tengah Keduanya juga ada foto wanita sama persis seperti yang ada di dompet Leo.
Mata Shena langsung terbelalak melihat foto tersebut begitu juga dengan Laura. “Iya benar, itu adalah wanita yang aku maksud. Kenapa kau juga punya fotonya?” Pikiran Shena sudah mulai kemana-mana. “Apa kalian berdua terlibat cinta segitiga? Itulah kenapa Leo memutuskan wanita itu supaya ia bisa bersamamu? Lalu kalian putus juga, karena wanita tersebut ternyata tidak menyukaimu dan lebih memilih Leo, tapi Leo menolaknya demi dirimu? Aku benar, kan?” tebak Shena menggebu-gebu meski tebakannya ini terdengar konyol seperti cerita dalam drama korea saja.
“Benarkah begitu, Roy? Kenapa aku juga baru tahu kalau kau punya foto wanita lain selain aku?” Laura pun jadi terprovokasi oleh Shena. “Kau juga mecintainya? Wuaahh daebak! Kau dan Leo tak hanya bersahabat dekat, tapi ternyata juga mencintai satu wanita yang sama! Huh, beruntung sekali dia?” geram Laura dan ia langsung memelototi suaminya.
Awalnya, Roy terperangah mendengar karangan cerita yang ditebak Shena dan Laura. Sungguh kisah drama yang menarik, tapi Roy tersadar dan langsung tertawa terbahak-bahak mendengar tuduhan Shena dan istrinya yang tidak masuk akal itu. Perutnya sampai keram karena ia tak bisa berhenti tertawa.
“Kenapa kau tertawa seperti itu? Apa ini lucu, ha?” teriak Laura jadi emosi melihat suaminya.
“Kalian berdua itu terlalu banyak melihat drama Korea, bagaimana bisa kau mengarang cerita ala drakor or drachin begitu? Itulah sebabnya aku tidak suka jika kalian para wanita menghabiskan waktu hanya untuk menonton drama yang meracuni otak dan hati kalian. Apa-apa yang ada dalam drama, kebawa juga dalam kehidupan dunia nyata!” mati-matian Roy berusaha menahan diri agar tidak tertawa lagi.
“Apa hubungannya? Cepat jawab pertanyaanku!” kali ini malah Laura dan Roy yang bertengkar. Sedangkan Shena hanya jadi penonton saja.
Kalau dugaan Shena itu benar, berarti sebentar lagi ia dan sahabatnya Laura akan menyandang gelar status janda muda diwaktu yang sama dengan permasalahan yang sama pula gara-gara suami-suami mereka terlibat cinta segitiga. Makin perih pedihlah hati Shena memikirkan itu bisa saja terjadi.
“Berhenti berpikiran yang bukan-bukan, Ra. Kau juga, Shena. Kalian berdua salah paham!” kali ini, Roy terlihat serius. “Wanita yang ada difoto ini, bukan mantannya Leo ataupun orang yang aku sukai. Kami bertiga tumbuh besar bersama sewaktu kami masih tinggal di Jerman. Dia ... wanita yang dipeluk Leo itu adalah adik sepupu Leo. Putri tunggal dari adik ayah mertuamu sendiri, Shena. Yaitu almarhum paman Leonard Pyordova. Nama wanita ini adalah Zaya Leonard Pyordova.”
“Hah?” mulut Shena dan Laura sama-sama menganga lebar mendengar penjelasan dari Roy.
“Tidak, itu tidak mungkin. Jadi ... wanita itu ... adik iparku sendiri? Tapi kenapa aku tidak pernah di beritahu soal keberadaan dia? Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya. Seluruh keluarga Leo juga tidak pernah membicarakannya."
"Mereka semua punya alasan kenapa tidak pernah menyinggung soal Zaya. Biar Leo sendiri yang menjelaskannya padamu nanti, karena aku juga tidak begitu paham. Yang aku tahu, Zaya kabur dari rumah sudah bertahun-tahun yang lalu karena berbagai hal."
Tubuh Shena langsung lemas tak berdaya. Wajahnya pucat dan gelisah. Entah kenapa Shena jadi semakin merasa bersalah pada Leo.
"Dan aku ... aku cemburu padanya? Menuduhnya yang bukan-bukan dan bahkan aku meragukan suamiku sendiri?” Kali ini Shena menangis. Seketika Shena jadi sangat merindukan suaminya dan ingin sekali memeluk orang yang amat sangat dicintainya itu.
Tak bisa digambarkan betapa shocknya Shena saat ini. Gadis itu baru sadar kalau ia sudah menghilang berjam-jam yang lalu. Pasti saat ini, Leo sangat mencemaskannya. “Bagaimana bisa aku berpikiran bodoh seperti itu?” gumam Shena lirih.
Tanpa pikir panjang, Shena langsung berlari keluar meninggalkan Laura dan Roy begitu saja.
“Shena! Kau mau kemana? Tetaplah disini! Biar Leo yang menjemputmu!” teriak Laura, tapi teriakan sahabatnya itu tak bisa didengar lagi oleh Shena karena gadis itu sibuk menangisi kebodohannya sendiri.
“Kau benar-benar bodoh Shena! Kau bodoh!” Shena terus merutuk dirinya sendiri dan terus berlari tanpa arah yang pasti.
Laura hendak keluar menyusul sahabatnya, tapi tiba-tiba saja ia pingsan sebelum sempat menyentuh daun pintu. Roy yang berdiri dibelakangnya langsung terkejut karena Laura pingsan tanpa sebab. Ia berlari dan menopang tubuh istrinya dengan perasaan cemas setengah mati. Matanya juga masih mengawasi kepergian Shena yang mengarah ke jalan yang salah.
“Ra! Bangun!” teriak Roy sambil menepuk-nepuk pipi istrinya. “Hah, sial! Mana si Shena masuk ke jalan yang salah lagi, ada apa dengan para wanita-wanita ini?” Roy terlihat sangat stres dan juga bingung antara harus menolong istrinya atau mengejar Shena yang berlari keluar rumah tanpa tahu kemana arah tujuannya.
Roy pun bergegas membopong tubuh Laura masuk kedalam rumah dan meletakannya diatas tempat tidur lalu ia mengambil gawainya untuk menelepon seseorang.
“Halo, Leo ....” ujar Roy dengan nada suara gemetar karena terlalu khawatir.
BERSAMBUNG
***
episode berikutnya makin seru wauuw ... ditunggu ya ... maaf kalau udh makin bikin penasaran ... hehe
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Memyr 67
shena, selama hamil dadak dadak bego ya?
2022-10-02
0
Wulan Dary
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2022-02-11
0
clararine
tuh kan shena salah faham
2021-10-29
0