Selesai mencium mesra Shena dihadapan banyak pasang mata. Leo langsung menodongkan pistol glock 17 nya pada menejer yang berdiri gemetar dihadapannya dengan kilatan api kemarahan yang begitu besar. Lagi-lagi semua orang bergidik ngeri saat melihat Leo menodongkan pistolnya. Suasana yang tadinya romantis, mendadak jadi tegang karena Leo akan menembak menejer hotelnya sendiri.
“Apa kau bak-baik saja, Sayang?” tanya Leo pada Shena yang bersandar di dadanya.
“Ehm, aku baik-baik saja,” jawab Shena dengan manja sehingga semakin tercenganglah semua orang yang ada dihotel ini kecuali para pengawal Leo yang sebelumnya sudah tahu seperti apa wajah majikannya.
“Kenapa kau meninggalkanku sendirian dikamar dan malah buat keributan disini. Aku juga ingin bergabung denganmu,” ujar Leo sambil bersiap-siap membidik kepala menejer yang terus saja gemetar ketakutan karena sudah bertindak bodoh. Wajah menejer tersebut langsung pucat pasi melihat tatapan menakutkan dari Leo.
Siapa sangka, wanita hamil yang memiting tangannya adalah istri dari pemilik hotel ini, atasannya sendiri. ditambah lagi tadi si menejer itu sudah berani menghinanya.
Dilihat dari situasinya, semua orang tidak yakin kalau pria berjas hitam itu bakal bisa hidup lagi di dunia ini. Mereka semua pun siap sedia diwawancara sebagai saksi jika akan terjadi pembantaian ditempat ini.
“Bukan aku yang membuat keributan Sayang, tapi si brengseek itu,” terang Shena ikut menatap marah menejer hotel milik suaminya sendiri.
“Tuan muda ....”
Dor!
Terdengar bunyi tembakan keras yang tak terduga sehingga membuat semua orang langsung histeris bergidik ketakutan. Mereka bahkan tidak sadar kalau sudah berjalan mundur menjauhi menejer yang semakin bergetar saking paniknya sampai ia terkencing-kencing dicelananya akibat tembakan yang diarahkan Leo kelantai dekat dengan kakakinya berdiri.
“Aku sedang berbincang-bincang dengan istriku! Beraninya kau menyela kami, kau bosan hidup?”hardik Leo marah.
“Tidak, tuan muda ....”
Dor!
Terdengar bunyi tembakan lagi, tapi kali ini mengarah ke lantai di sisi lain dan tetap dekat dengan kaki menejer itu.
“Tembakan terakhir adalah kepalamu!” Leo mengarahkan pistolnya tepat di kepala menejer hotelnya. Mata tajamnya masih tetap memancarkan api kemarahan yang tak terkira pada menejer hotel yang kini sudah lemas tak berdaya. Sementara Shena lebih memilih diam dalam pelukan Leo karena jiwa gengsternya sudah keluar. “Jelaskan padaku, apa yang terjadi disini?” teriak Leo dengan lantang pada seluruh pegawainya.
Salah satu staf hotel melangkah maju kedepan dan memberitahu Leo apa yang sebenarnya terjadi. Berawal dari Kakek tua yang tiba-tiba saja muncul dan menemui dua pasangan sejoli yang sedang sarapan di tempat ini.
Tidak ada yang tahu darimana datangnya kakek tua itu dan ia langsung meminta makan pada pasangan sejoli yang sedang menikmati sarapannya. Karena kesal, si wanita menolak mentah-mentah permintaan kakek tersebut. Tak hanya itu, sang wanita juga menyuruhnya pergi dari sini sambil marah-marah dan terjadilah keributan kecil.
Mengetahui hal itu, sang menejerpun datang. Bukannya, melerai atau mengambil jalan tengah untuk mengatasi keributan kecil yang terjadi, ia malah semakin memperkeruh suasana dengan ikutan memaki kakek dan menghinanya habis-habisan hingga muncullah Shena dan ikut memeriahkan acara ribut-ribut disini.
Leo dan Shena sama-sama terdiam mendengar penjelasan kronologi kejadian yang terjadi dari salah satu staf hotelnya. Matanya beralih menatap tajam wanita bergaun putih tanpa lengan yang berdiri di samping seorang pria. Lalu pandangannya kembali menatap wajah sang menejer.
“Lepaskan pakaianmu, sekarang juga!” teriak Leo dengan lantang sehingga menejer itupun menuruti perintah atasannya tanpa berani bersuara lagi karena ia takut ditembak mati oleh Leo. “Tutup matamu Sayang, karena mata indahmu bisa rusak jika melihat bentuk tubuh si brengsek itu!” bisik Leo pada Shena dan Shenapun menenggelamkan wajahnya di dada Leo.
Satu persatu, menejer itu menanggalkan pakaian mahalnya dan hanya menyisakan celana pendek saja. Ia benar-benar malu sekarang, apalagi dilihat banyak orang. Menejer itu baru sadar dan merasakan apa yang dirasakan kakek yang tadi sempat dihinanya. Namun, penyesalan tidak pernah datang diawal, tapi selalu datang diakhir dan menyisakan kepedihan seperti yang dirasakan menejer sombong itu.
“Minta maaflah pada kakek yang tadi kau maki-maki. Jika ia memaafkanmu, maka akan aku biarkan kau hidup. Tapi jika tidak, ucapkan salam perpisahan pada orang-orang terdekatmu dan mulailah kehidupan baru di alam baka sana!” ancam Leo. Menejer itupun melakukan apa yang diperintahkan Leo padanya.
Kakek tua itu sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan Shena dan Leo untuk mengembalikan harga dirinya karena tadi sempat diinjak-injak oleh menejer yang kini bersimpuh meminta maaf didepannya dan dihadapan semua orang. Meski Leo seorang sultan, ia tidak pernah membedakan kasta dan tetap berbuat baik pada sesama kecuali pada orang-orang jahat. Leo bisa brubah jadi ganas jika berhadapan dengan penjahat manapun, tapi berubah jadi baik jika berhadapan dengan orang baik, hal itu karena pengaruh dari Shena juga yang memiliki kebaikan hati bak malaikat tak bersayap. Sungguh pasangan somplak yang luar biasa.
Tidak seperti menejer satu ini, ia selalu memandang rendah orang lain kerena melihat penampilan luarnya saja. Ia bahkan berani menghina Shena mentang-mentang istri Leo itu berpenampilan sederhana. Kini, menejer itu sudah mendapat ganjaran setimpal atas apa yang sudah diperbuat.
“Mulai sekarang kau dipecat secara tidak hormat! Pergi kau dari sini dan jangan pernah kembali lagi, kau juga tidak dapat pesangon apapun.”
“Tapi ....”
Mulut menejer itu langsung diam dan tidak berani melanjutkan kata-katanya karena lagi-lagi, Leo menodongkan pistolnya tepat dikening menejer tersebut.
“Masih untung aku mengampuni nyawamu, orang sepertimu sesekali harus merasakan bagaimana menjadi gelandangan supaya kedepannya kau tidak lagi menghina orang hanya dilihat dari penampilan luar1nya saja! Ah ... hampir saja lupa!” Leo memukul kuat-kuat wajah mulus menejer itu hingga salah satu giginya rontok. Menejer itupun jatuh tersungkur kelantai.“Itu balasan karena kau tadi sudah berani menghinaku dan juga istriku! Cepat pergi dari sini dan renungkan kesalahanmu. Jika sampai aku bertemu denganmu lagi, maka peluruku ini akan langsung menembak kepalamu tanpa ampun. Cepat pergi!” Leo bersungguh-sungguh dengan ucapannya dan menejer itupun pergi dengan lari terbirit-birit tanpa memakai baju dan sepatu mewahnya lagi.
Tanpa bicara lagi, Leo langsung menggendong tubuh Shena dan membawanya masuk ke dalam lift menuju kamar VVIP mereka disaksikan semua orang yang memandang kagum pada keduanya. Aksi yang dilakukan Leo dan Shena benar-benar keren. Beberapa diantara mereka malah ada yeng bertepuk tangan segala, melihat kepergian dua sejoli yang luar biasa itu. Sedangkan kakek tadi juga sudah hilang entah pergi kemana, sama seperti kedatangannya yang penuh misteri, kepergiannya juga tidak meninggalkan jejak apapun.
"Yeeee ... hidup tuan muda Leo, hidup nyonya muda Shena!" teriak para staf hotel saking senangnya memiliki atasan loyal seperti Leo dan Shena.
Sedangkan Shena dan Leo sendiri hanya terus tersenyum dan saling menatap satu sama lain sampai keduanya masuk ke dalam lift.
“Apa kita tidak keterlaluan pada menejer itu?” tanya Shena masih sambil memeluk erat leher suaminya.
“Dia mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya sendiri. Ini belum apa-apa. Karma yang akan dia dapatkan atas kesombongannya baru akan dumulai setelah ini.”
“Kau benar, siapa suruh tidak menurutiku. Coba tadi dia nurut sama aku, kan kamu nggak perlu repot ikut campur tangan.” Shena tersenyum menatap Leo.
“Berhenti membicarakan orang lain. Kamu juga harus mendapat hukuman dariku karena sudah berani meninggalkan suamimu sendirian dikamar.”
“Tadi, aku terburu-buru Sayang, karena terlalu takjub melihat matahari terbit di pantai itu. Aku jadi ingin sekali menikmati keindahannya dari dekat pantai itu sendiri.” Shena membela diri agar terhindar dari hukuman Leo.
“Kenapa tidak membangunkanku?” protes Leo.
“Tidurmu terlalu lelap Sayang, ditambah lagi kau kurang tidur dari kemarin. Makanya aku tidak tega membangunkanmu. Sungguh aku tidak bohong, lihatlah! Aku bahkan sampai salah memakai baju suamiku sendiri.” Shena memerhatikan kaos Leo yang dipakainya.
Wajah jutek Leo langsung hilang berganti senyum mengembang melihat kepolosan Shena.
“Ya sudah, aku akan memandikanmu. Kita akan cari makan diluar, aku badmood makan disini,” ujar Leo saat keduanya sampai didepan pintu kamarnya.
“Aku bisa mandi sendiri, tidak perlu dimandiin."
"Kenapa?"
"Kau pasti ikutan mandi, nanti!”ganti wajah Shena yang jutek.
“Aku memang akan menghukummu dengan mandi bersamaku, Sayang! Aku yakin Leo junior kita juga tidak keberatan.”Seringai nakal mulai terpancar di wajah Leo.
“Hah? Lagi?” mata Shena melotot menatap senyum jahil suaminya.
Sudah kuduga, pasti ujung-ujungnya bakal berakhir begini. batin Shena.
BERSAMBUNG
***
Nih biar puas gak gantung lagi. .. tapi tetep tunggu kisah mereka selanjutnya ya ... kesomplakan dan kegilaan Leo selanjutnya bakal dimulai.
tatapan tajam mata Leo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Indah Tampubolon
dari cerita pertama & sampai yg ini aku suka banget,,
👍👍👍👍👍👍👍👍
2022-01-27
1
Novita Goni
👍👍👍
2021-10-20
0
Nurulfajriyah
d pecat tdk hormat
2021-07-18
0