Kaisar Wei menatap kedua orang itu kemudian menatap pada Yuan Lin dengan tidak sukanya. Yuan Lin sendiri hanya mengeluarkan ekspresi datarnya saja karena dia sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
"Tidak putriku kalian tidak memiliki salah apapun padanya justru dialah yang seharusnya meminta maaf karena hal ini. putri Yuan Lin sekarang minta maaflah pada ibundamu jangan bersikap tidak sopan pada orang tua. ini perintah dari ku." kata kaisar dengan tegasnya.
"Aku minta maaf." ucap Yuan Lin dengan sangat pelan bahkan tidak terdengar.
"Minta maaflah dengan benar. atau aku akan menghukumu." kata kaisar yang nampak sudah kesal.
"Aku sudah meminta maaf tapi itu salah anda sendiri karena tidak bisa mendengarnya." ujar Yuan Lin dengan santainya.
"Tidak papa jika kakak berlaku kasar pada kami tapi setidaknya hormati ayah dia adalah seorang ayah dan juga kaisar disini." timpal Jiang He.
"Putri sekarang sudah tumbuh dewasa. ayah sangat bangga kepadamu putriku. kau lihat itu putri yuan lin, bahkan adikmu saja lebih pintar dan bijak dari pada dirimu. kau seharusnya bisa mencontoh adikmu ini. aku rasa setelah kau tidak bangun dari tidurmu yang lama itu kau menjadi sangat berubah sekarang." kata kaisar Wei dengan menatap mata Yuan Lin.
"Aku? biasa saja. saya permisi dulu." kata Yuan Lin yang sudah sangat bosan melihat adegan keluarga itu.
"Sudah kaisar aku tidak papa mungkin putri butuh waktu untuk sendiri dulu. aku tahu bagaimana perasaannya saat di dalam hutan hanya dengan pelayanannya saja. seharusnya anda tidak membuat keputusan itu kaisar sehingga membuat putri Yuan Lin menjadi seperti ini." ucap selir Xu Qin.
"Kau begitu mulia istriku aku semakin menyayangimu." ujar kaisar Wei dengan memeluk selir Xu Qin.
"Apa ayah tidak menyayangiku juga." kata Jiang He yang membuat kaisar terkekeh pelan dan kemudian ikut memeluk putri Jiang He.
Sedangkan Yuan Lin saat ini tengah berjalan-jalan mengelilingi istana kekaisaran ini. begitu megah dan juga sangat luas. tapi yang membuat Yuan Lin menyayangkan adalah para penghuninya adalah penjilat semua. ia yakin suatu saat jika kekaisaran ini akan hancur dengan sendirinya karena perbuatan orang-orang itu.
"Hah ternyata disini juga ada adegan drama seperti tadi kupikir hanya ada di duniaku saja." gumam Yuan Lin dengan menggelengkan kepalanya.
Dia memutuskan untuk berhenti sejenak karena melihat beberapa prajurit yang sedang berlatih pedang. ia duduk di atas pohon dan melihat dengan seksama.
"Hah pantas saja mereka sangat lemah latihannya saja seperti itu." kata Yuan Lin yang kemudian turun dari atas pohon
Tentu mereka semua terkejut ketika melihat ada seorang gadis bercadar yang tiba-tiba saja turun dari sana. mereka langsung siaga dan waspada jika ada penyusup masuk.
"Ada penyusup cepat tangkap dia." kata seorang jenderal yang tengah melatih para prajurit itu.
Dengan sigap para prajurit itu langsung mengepung Yuan Lin dengan mengangkat senjata mereka. Yuan hanya tersenyum kecil saja melihat itu semua. dia juga belum pernah bertarung langsung dengan manusia dan ini akan menjadi salah satu latihannya juga.
Ketika ada salah satu dari prajurit itu yang hendak menarik Yuan Lin dengan sigap Yuan Lin langsung menendang orang itu hingga terpental sehingga membuat semua prajurit itu langsung menyerang dari segala penjuru. dia menghindar serangan-serangan itu kemudian balik menyerang. dalam sekejap semua prajurit yang ada sudah jatuh ke tahan semua.
Sang jenderal yang tidak terima jika pasukannya di kalahkan oleh seorang gadis akhirnya mulai menyerang Yuan lin menggunakan pedangnya. masih seperti tadi dengan santainya Yuan Lin hanya menghindari serangan itu saja. ia bisa dengan mudahnya membaca serangan dari jenderal tersebut.
"Kau harus mempercepat serangannya sedikit aku masih bisa melihat jelas jika kau mempunyai banyak celah sehingga akan memudahkan musuh dalam mengalahkan mu." kata Yuan Lin di sela-sela pertarungannya.
"Jangan berbicara omong kosong kau pikir aku akan percaya begitu saja pada dirimu. kau mencoba menghindari setiap serangan ku karena kau takut jika kau akan kalah dariku dan terluka kan cih sangat memalukan." ujar jenderal Mao Bie.
"Jika begitu maka baiklah aku tidak akan sungkan lagi untuk membalas seranganmu." kata Yuan Lin dengan membalas serangan yang di berikan oleh jenderal Mao Bie.
Ia tidak bahkan terus menyerang sehingga jenderal Mao Bie sampai melangkah mundur saking cepatnya serangan yang di berikan oleh Yuan Lin. beberapa luka juga sudah jenderal itu dapatkan tapi Yuan Lin masih belum mau mengakhiri pertarungan ini.
"Celahmu sangat banyak jenderal jadi percepat sedikit seranganmu agar musuh tidak dapat membacanya." kata Yuan Lin yang membuat jenderal itu menatapnya sekilas.
Beberapa saat kemudian jenderal Mao Bie mempercepat serangannya sehingga Yuan Lin juga meningkatkan pertahanannya. ia tersenyum kecil karena jenderal Mao Bie sudah mulai mengerti apa yang dia ajarkan.
"Sudah cukup." kata Yuan Lin menyudahi latihannya.
"Maaf atas kesalahan saya karena terlalu sombong. sebelumnya maaf siapakah anda ini kenapa tiba-tiba saja muncul." kata jenderal Mao Bie dengan bertanya.
"saya adalah seorang tamu yang datang dari kekaisaran sebelah. saya juga minta maaf karena telah mengganggu latihan kalian. kalian bisa melanjutkan sekarang. dari yang saya lihat latihan kalian masih belum sempurna bahkan jauh dari kata sempurna jadi saya mengingatkan kalian agar berlatih lebih baik lagi dan juga harus bisa memahami teknik dasar dan inti dalam berpedang. gerakan yang kalian lakukan masih banyak celah sehingga akan mudah di kalahkan." kata Yuan Lin yang membuat beberapa prajurit nampak tidak terima.
"Hei kau jangan berbicara omong kosong. kami selalu berlatih dengan benar. atas dasar apa kau berbicara seperti itu pada kami seakan-akan kau adalah yang paling pandai." celetuk salah seorang prajurit.
"Saya tahu itu. hanya saja itu tergantung kalian sendiri saya sudah mengingatkan jadi untuk selebihnya hanya kalian sendiri yang bisa menentukannya." ujar Yuan Lin.
"Kau..." ucapan prajurit itu terhenti karena jenderal mereka mengangkat tangan.
"Baik terima kasih atas nasehatnya saya berjanji akan memperbaiki kesalahan saya dan berusaha yang terbaik seperti yang putri katakan." kata jenderal Mao Bie
Yuan Lin tersenyum saja kemudian pergi dari sana. sementara para prajurit itu nampak bingung dengan jenderal mereka. bagaimana bisa seorang jenderal menurut dengan seorang gadis yang bahkan tidak di kenal identitasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
netizen maha benar
kirain bakal ada adegan menegangkan ternyata hanya drama membosankan,, knp mc nya diam sja ketika ditindas,, hanya ada malas sja,,,
2022-11-02
0
fifid dwi ariani
bahagia selalu
2022-09-10
0
Sogol Shinko
kaisar koq blo,on
2022-07-01
0