Yuan Lin menerima serangan itu dengan santainya tapi tetap ia tidak menurunkan kecepatannya dalam membalas menyerangnya. Beruang api nampak sangat marah karena Yuan Lin masih bisa menghindari serangannya kemudian ia menyemburkan api pada Yuan Lin tapi Yuan Lin berhasil mengindarinya dan tersenyum mengejek pada beruang api tersebut.
"Sudah cukup aku tidak bermaksud untuk mengganggu kalian apalagi untuk membuat kekacauan disini. aku hanya ingin berlatih saja." kata Yuan Lin .
Karena sudah marah kedua beruang itu langsung menyerang Yuan Lin dengan cara mengepungnya. Yuan Lin menatap kedua beruang itu secara bergantian saat keduanya berlari ke arahnya dengan cepat ia melompat ke atas yang membuat keduanya saling bertabrakan.
Booommm
Ledakan terjadi karena kedua beruang dengan elemen berbeda itu saling bertabrakan dan mati disana. Yuan Lin tersenyum kecil kemudian mengambil inti hatinya lagi dan memasukkannya ke dalam cincin dimensinya.
Yuan Lin kembali berjalan untuk mencari bintang buruan yang akan dia makan bersama Fu. saat melihat ada dua kelinci dengan langkah pelannya ia mencoba menangkapnya tapi kelinci itu sudah berlari terlebih dahulu. dia tidak akan menyerah begitu saja pada mangsanya. dengan berlari sangat cepat ia mengejar dua kelinci itu dan mengeluarkan pedangnya kemudian di arahkan pada dua kelinci yang tersebut. seketika kelinci itu langsung terkapar di tanah karena serangan Yuan Lin.
"Makannya jika aku inginkan kalian jangan berlari. hah sayang sekali mereka terluka tapi tak apalah yang penting aku bisa makan enak sekarang." kata Yuan Lin dengan mengambil dua kelinci itu.
Ia memutuskan untuk kembali ke gubuknya karena hari sudah sore dan hampir gelap. dengan langkah yang sangat cepat ia langsung meninggalkan tempat itu. tapi di tengah-tengah perjalanannya ia melihat sesuatu yang memancarkan cahaya. karena penasaran akhirnya ia pun menghampiri cahaya tersebut yang semakin lama semakin redup.
Dilihatnya sebuah tongkat bewarna hitam emas yang berbentuk petir tergeletak di bawah pohon. Yuan Lin memperhatikan tongkat itu dan menilik ke sekelilingnya.
"Tidak ada siapa-siapa disini. lalu siapa pemilik tongkat ini." gumam Yuan Lin.
Sekali lagi ia memperhatikan tongkat tersebut sebelum akhirnya beranjak dari sana. tapi seketika ia berbalik lagi karena tongkat itu mengeluarkan cahaya. Yuan Lin mendekatinya dan memegang tongkat tersebut dengan bingungnya.
"Aku yakin ini milik seseorang. aku akan menyimpannya dulu daripada ada orang jahat yang mengambilnya." kata Yuan Lin dengan mengibaskan tangannya.
Walaupun ia bisa merasakan jika tongkat itu tidak mempunyai kekuatan ataupun aura sama sekali tapi ia tetap akan menyimpannya dan akan mengembalikan pada pemiliknya besok. ia segeralah pergi dari sana dan sampailah di gubuknya. ia dapat melihat ada dua orang yang berada di depan sana.
"Lin Lin apa kau baik-baik saja?" tanya Fu yang membuat Yuan Lin hanya menghela nafasnya saja melihat kekhawatiran yang terpancar di wajah Fu.
"Aku baik-baik saja. siapa dia?" tanya Yuan Lin menatap ke arah seorang laki-laki muda dengan pakaian kerajaan.
"Dia adalah kakak Lin Lin pangeran Wei Han Tian." jawab Fu.
"Aku tidak menyangka jika kau sudah benar-benar bangun Lin Lin. kau tahu Gege benar-benar sangat merindukanmu." kata pangeran Han Tian dengan memeluk Yuan Lin.
Yuan Lin juga membalas pelukan pangeran Han Tian. dia juga tahu jika laki-laki ini adalah kakak dari pemilik tubuh ini sebelumnya.
"Kenapa Gege baru saja kesini apa kau sudah melupakan ku." tanya Yuan Lin dengan sinisnya.
"Tidak bukan seperti itu Lin Lin. Gege mempunyai tugas di perbatasan dan baru saja pulang. aku sengaja kesini karena sudah lama aku tidak menjengukmu tapi ketika Fu mengatakan jika kau sudah sembuh aku menjadi sangat senang dan bersyukur." jawab pangeran Han Tian.
"Ya ya itu terserah Gege saja. aku membawa dua kelinci dan akan memasaknya. jika Gege ingin disini silahkan tapi jika ingin pergi itu lebih baik." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Han Tian menatapnya dengan tidak suka.
"Kau sedang mengusir gegemu Lin Lin?" tanya pangeran Han Tian.
"Oh iya Fu ayo kita bersihkan ini saja." kata Yuan Lin yang tidak menggubris pertanyaan pangeran Han Tian.
Dia sungguh tidak percaya jika Lin Lin adik kecilnya sudah sebesar ini dan berani berbicara seperti itu padanya.
"Hei kau berani mengabaikan gegemu ini." kata pangeran Han Tian dengan sedikit berteriak.
"Aku tidak mendengarnya Gege." kata Yuan Lin yang sedang membersihkan kelincinya bersama Fu.
Setelah semuanya bersih mereka kemudian memasaknya hingga mengeluarkan bau harum yang membuat perut pangeran Han Tian menjadi lapar meminta ingin segera diisi. dua kelinci bakar sudah tersaji di atas wadah dengan alas daun pisang. dengan segera pangeran Han Tian mengambilnya yang membuat Yuan Lin berdecih kesal.
"Gege itu punyaku." kata Yuan Lin .
"Aku hanya memintanya sedikit saja Lin Lin. kau tidak kasihan pada gegemu ini. aku belum makan dari dari." ujar pangeran Han Tian dengan mengunyah makanannya.
Yuan Lin pun hanya menghela nafasnya saja kemudian membagi satu kelinci lagi untuk dia dan Fu.
"Untuk Lin Lin saja saya tidak lapar." kata Fu
"Aku tidak yakin itu Fu. aku bisa mendengar suara perut mu yang sudah meminta untuk diisi." timpal Yuan Lin.
"Ma mana ada Lin Lin." sergah Fu dengan berbohong.
"Sudahlah makan saja aku tidak akan habis memakan ini sendiri." ujar Yuan Lin .
"Turuti saja apa kata adikku Fu cepatlah makan." timpal pangeran Han Tian.
Malam ini mereka makan bersama di depan gubuk dengan api unggun yang sedikit menghangatkan tubuh mereka berdua. pangeran Han Tian sungguh bahagia bisa berkumpul bersama adiknya kembali.
"Oh iya Gege apa kau tidak akan pulang malam ini." tanya Yuan Lin.
"Kau mau jika gegemu ini mati diperjalanan." seru pangeran Han Tian.
"Gege kan kan kuat." kata Yuan Lin.
"Iya sekarang aku kuat karena adikku sudah kembali lagi. jika kau mau keluar kau harus memakai cadar Lin Lin." kata pangeran Han Tian membuat Yuan Lin bingung.
"Memangnya kenapa?"
Fu mengambilkan cermin dan memberikannya pada Yuan Lin. sebenarnya tadi Fu juga sempat tidak mengenalinya namun karena hanfu yang di pakai oleh Yuan Lin akhirnya dia bisa mengenalinya.
Yuan Lin menatap tidak percaya pada wajahnya saat ini karena terlihat sangat cantik dan tidak ada luka apapun di wajahnya
"pasti karena aku berendam di danau susu itu sehingga wajahku seperti ini." batin Yuan Lin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
sehat selalu
2022-09-10
0
𝓐𝓳𝓲 𝓐𝓷𝓭𝓻𝓮 𝓐𝓵𝓵𝓯𝓻𝓮𝓭
kultivaasi ap aj
2022-08-30
0
AshaREALME
yaCh sayang bulu Harimau sama beruangnya Nggak diambil
2022-08-27
0