Tak terasa hari pun sudah pagi. Yuan Lin bangun dan segera membersihkan tubuhnya karena Fu sudah membangunkannya sedari tadi tapi dia memutuskan kembali untuk tidur karena masih terlalu gelap. selesai dengan ritual mandinya Yuan Lin mengeluarkan hanfunya bewarna biru serta hiasan rambut mawar merahnya. tak lupa juga ia memakai cadar seperti yang pangeran Han Tian inginkan karena jika tidak ia takut di perjalanan akan terkena hambatan karena kecantikan yang dimilikinya
"Akhirnya nona sudah bangun juga. di depan sudah ada beberapa prajurit yang sudah menunggu nona." kata Fu yang membuat Yuan Lin menatapnya dengan malas.
Yuan Lin keluar dan benar saja sudah ada beberapa prajurit yang menunggunya tapi anehnya tidak ada kereta kuda ataupun apa untuk di gunakan ke istana. apa mungkin mereka berdua disuruh berjalan kaki sampai kekaisaran.
Para perajurit itu menatap Yuan Lin dengan malasnya. sebenarnya mereka juga sangat malas jika disuruh untuk menjemput putri Yuan Lin tapi apalah daya. Karena merasa Yuan Lin dan Fu sudah siap salah satu dari perajurit itu menyuruhnya untuk segera berangkat.
"Jika kalian sudah selesai cepatlah kesini dan kita akan segera berangkat." kata salah satu prajurit bernama Zou.
"Sebentar kita berangkat menggunakan apa?" tanya Yuan Lin.
"Tentu saja berjalan kaki apakah putri berharap akan ada kereta kuda yang akan membawa putri kesana." timpal yang lainnya.
Yuan Lin benar-benar tidak percaya ini. dia berjalan di antara para prajurit. bukannya merasa menjadi seorang putri kaisar ia merasa seperti seorang tahanan yang telah kabur dari penjara dan berhasil di temukan. Tatapan yang di keluarkan Yuan Lin hanya datar dan diam menurut saja hingga baru setengah perjalanan ia mendengar keluhan Fu yang berada di sampingnya.
Yuan Lin menatapnya dengan tidak tega. jika dirinya yang kelelahan tak apa tapi jika orang lain tentu ia tidak akan membiarkannya apalagi itu adalah Fu. ia sungguh kesal dengan tingkah para prajurit ini. Yuan Lin memegang tangan Fu sebelum mengatakan sesuatu pada semua prajurit itu.
"Sangat lambat. aku bisa mati berdiri jika mengikuti kalian semua." kata Yuan Lin yang saat itu melesat juga.
Tentu para prajurit itu panik ketika tiba-tiba saja Yuan Lin dan Fu sudah tidak ada disana. mereka lantas berlari mengejar mereka tapi nihil tidak berhasil sama sekali karena kecepatan melesat Yuan Lin yang bagai bayangan saja saking cepatnya.
Tak butuh waktu lama kini mereka sampai di depan gerbang istana kekaisaran. para prajurit yang sedang berjaga nampak heran ketika melihat dua orang yang tiba-tiba saja berada di depan mereka.
"Siapa kalian dan dari mana asal kalian?" tanya prajurit itu.
Yuan Lin hanya menatap dengan jengah. ia menoleh ke belangkang dan belum ada tanda-tanda jika prajurit lambat itu sudah akan sampai. karena tidak mendapatkan jawaban apapun prajurit itu langsung mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya pada mereka berdua. sontak itu membuat Fu terkejut karena ketakutan tapi tidak dengan Yuan Lin dia masih sama dengan ekspresinya tadi.
"Aku mendapat undangan langsung dari kaisar Wei liang." kata Yuan Lin.
"Mana buktinya jika kau mendapatkan undangan dari yang mulia kaisar?' tanyanya.
Yuan Lin menunjukkan sebuah surah yang dengan lencana emas yang artinya itu adalah perintah langsung dari kaisar. prajurit itu menurunkan pedangnya dan mempersilahkan mereka berdua untuk masuk kedalam. ketika sampai didalam banyak orang yang berlalu lalang serta para prajurit yang tengah sibuk berlatih di lapangan. hingga Yuan Lin berpapasan dengan seorang gadis muda yang lumayan cantik.
Gadis itu menatap Yuan Lin dengan tajamnya sebelum akhirnya dia menghentikan Yuan Lin.
"Hei siapa kalian?" tanya putri Wei Jiang He dengan tidak sukanya.
"Kami adalah seorang tamu. jadi tunjukkan dimana kamar kami." jawab Yuan Lin.
"Cih tamu? sejak kapan ayah memiliki kenalan seperti kalian. katakan saja siapa kalian sebenarnya kenapa kalian berdua sangat mencurigakan." kata Jiang He karena sedari tadi dia melihat Yuan Lin yang memakainya cadar tentu membuatnya curiga.
Karena tidak mendapatkan jawaban putri Jiang He berteriak memanggil prajurit untuk menangkap Yuan Lin dan Fu hingga beberapa prajurit yang tadi menjemput Yuan Lin datang dan segera melerai masalah ini. putri Jiang He terkejut ketika mendengar jika dua orang ini adalah seorang putri dan juga pelayan setianya
"bagaimana bisa dia bangun dan terlihat begitu sehat seperti itu. aku harus memberitahu ibu." batin putri Jiang He dengan berjalan cepat
Yuan Lin mengikuti pelayan yang akan menunjukkan dimana kamarnya tapi setelah sampai ia sungguh terkejut dan tidak bisa berkata-kata lagi.
"Ini adalah kamar putri." kata pelayan yang bernama Sun Li.
"Bukannya ini adalah gudang bibi kenapa aku dibawa kesini?' tanya Yuan Lin dengan bingung.
"Maaf putri ini adalah kamar putri yang sebelumnya. saya hanya menuruti perintah dari kaisar saja. jika sudah tidak ada lagi yang di tanyakan saya pamit undur diri." ucap Sun Lin dengan menunduk. sebenarnya dia sangat kasihan karena putri Yuan Lin tidak pernah di perlakukan dengan layak disini tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam.
Tentu Yuan Lin merasa sangat marah dengan ini semua. dia beranjak dari sana dan pergi membuat Fu khawatir jika putri Yuan Lin akan melakukan sesuatu. Fu mengikuti Yuan Lin hingga dia sampai di sebuah ruangan yang masih bisa Fu ingat yaitu ruangan kaisar.
Yuan Lin menendang pintunya dengan sangat keras sehingga pintu itu hancur. didalam sana para petinggi dan juga pangeran serta kaisar merasa terkejut ketika tiba-tiba pintu itu melayang dan hampir mengenai perdana menteri.
"Siapa kau berani-beraninya belaku tidak sopan seperti itu." kata Dong Wu yang merupakan perdana menteri.
"Dimana kaisar Wei?" tanya Yuan Lin tanpa menggubris perkataan dari perdana menteri.
"Adik kau sudah datang." kata pangeran Han Tian dengan girangnya.
Perkataan pangeran Han Tian tentu membuat semua orang bingung kecuali kaisar karena dia sudah tahu siapa yang di sebut sebagai adik oleh pangeran Han Tian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
netizen maha benar
gk usah lama2 ya thor sandiwaranya,,,
2022-11-02
0
fifid dwi ariani
sehat selalu
2022-09-10
0
alda sumandag
gemes...
2021-09-19
5