"Sa saya minta maaf putri." ucap tabib itu dengan ketakutan. ia sudah berkeringat dingin menghadapi Yuan Lin yang seperti ini.
"Katakan padaku apa yang sudah kau berikan padaku." kata Yuan Lin dengan menatap tajam tabib itu.
Tabib itu hanya diam dengan terus menundukkan kepalanya hingga membuat Yuan Lin sangat kesal dan juga marah. ia beranjak dan mengambil pisau yang ada di atas meja kayu kemudian berjalan kembali menghampiri tabib itu dan mensejajarkan tubuhnya.
"Jangan memancing amarahku sialan. katakan semuanya atau pisau ini akan benar-benar bersarang di lehermu sekarang juga." kata Yuan Lin yang sudah sangat geram. jiwa mafianya mendadak keluar ketika menghadapi tabib bodoh itu.
Ia menempelkan pisau itu tepat di leher tabib itu yang membuat tabib itu gemetaran bukan main.
"Sa saya mo mohon jangan lakukan ini putri. kasihanilah saya . a apa yang akan terjadi dengan adik saya ji jika putri menghabisi saya." ucap Tabib itu dengan terbata.
"Kau pikir aku peduli dengan hidupmu. jika kau masih belum ingin memberitahuku aku benar-benar akan mengakhiri hidupmu." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
"Ja jangan putri. ba baiklah saya akan mengatakannya tapi saya mohon jangan bunuh saya." ucap tabib itu dengan memohon.
Yuan Lin menjauhkan sedikit pisaunya dari leher tabib itu dan menatap tajam padanya. ia menunggu apa yang akan di katakan orang bodoh yang ada di depannya itu. ia sangat geram ketika tahu jika dia meracuni putri Yuan Lin sehingga membuatnya harus datang ke dunia ini.
"Katakan sekarang!"
"Saya terpaksa melakukannya putri Karena jika tidak maka adik saya akan di jual." kata tabib itu.
"Siapa namamu?" tanya Yuan Lin.
"Saya Liang Gao putri." jawab tabib itu yang bernama Liang Gao.
"Apa kau ingat dengan sumpahmu saat akan menjadi tabib? lantas mengapa kau masih saja Melakukannya?" tanya Yuan Lin dengan dinginnya.
"Saya mohon maaf putri. saat itu saya tidak ada pilihan lain karena itu saya melakukannya. jika putri ingin menghukum saya silahkan saya menyadari jika saya memang bersalah tapi saya mohon jangan bunuh saya." kata Liang Gao dengan memohon.
"Siapa yang sudah menyuruhmu?" tanya Yuan Lin yang membuat Liang Gao terkejut. karena jika ia memberitahu yang sebenarnya maka ia takut akan terjadi sesuatu pada adikmu.
"Kau tidak perlu khawatir dengan adikmu aku bisa menjaminnya." kata Yuan Lin seakan menyadari kebimbangan yang tengah Liang Gao rasakan.
"Benarkah apa yang putri katakan?" tanya Liang Gao yang di angguki oleh Yuan Lin.
"Permaisuri Xu Qin." ucapnya dengan lirih.
"Aku sudah menduga ini sebelumnya jika selir gila itu yang melakukan ini." seru Fu dengan membanting sapu yang tengah ia pegangnya.
Yuan Lin dan Liang Gao menatap Fu dengan anehnya sedangkan Fu yang di tatap seperti itu hanya tersenyum canggung saja kemudian meminta Yuan Lin untuk melanjutkan perkataannya.
"Apakah dia juga yang menyebabkan ibuku tiada?" tanya Yuan Lin memastikan.
"Benar putri." jawab Liang Gao.
"Berani-beraninya seorang selir rendahan melakukan itu pada ibuku." ucap Yuan Lin dengan geramnya. ia tidak sadar jika saat ini tangannya memegang sebuah pisau.
"Pu putri..." ucap Liang Gao ketika melihat darah yang keluar dari telapak tangan Yuan Lin.
Sedangkan Yuan Lin hanya menatap tangannya dengan tatapan datar dan dingin yang ia miliki. baginya luka seperti ini adalah luka kecil dan tidak akan berpengaruh apa-apa terhadapnya. Ia menyuruh kedua orang itu untuk keluar dan membiarkan dirinya menenangkan diri terlebih dahulu.
Siapa yang tidak marah jika mengetahui ibunya dibunuh dengan sengaja. ia lantas beranjak dan mengambil kain untuk mengelap darahnya. ketika melihat cermin ia penasaran bagaimana wajahnya saat ini dan langsung bercermin. tapi seketika berteriak karena terkejut melihat wajahnya sendiri.
Bagaimana tidak terkejut wajah yang dia miliki di dunia sebelumnya sangatlah cantik tapi saat ini wajahnya penuh dengan jerawat yang sudah memutih dan hampir meletus.
"Bawakan aku lidah buaya telur dan lemon sekarang." kata Yuan Lin dengan meraba wajahnya dengan perasaan yang sangat geli.
Setelah semuanya ada ia mulai meracik dan mengoleskannya pada wajahnya. Fu yang nampaknya tidak mengerti pun menatap Liang Gao meminta penjelasan.
"Putri sedang mengobati wajahnya." ucap Liang Gao. tapi yang membuatnya bingung adalah bahan-bahan yang di gunakan Yuan Lin karena dia tidak pernah menggunakan bahan seperti itu jika sedang mengobati wajah seseorang yang sama seperti Yuan Lin.
"Kalian keluarlah aku ingin beristirahat dan jangan ada yang masuk sampai aku memanggil kalian." kata Yuan Lin
Setelah Melakukan perawatan terhadap wajahnya dia mendiamkannya sekitar 1 jam dan rupanya dua orang itu sangat menurut karena sampai sekarang mereka tidak juga membangunkannya. hingga tanpa ia sadari ia telah tertidur dan terbangun saat langit sudah gelap. ia lantas membersihkan wajahnya dan berpikir apa yang akan di lakukannya setelah ini.
"Lebih baik aku keluar saja mencari udara segar." ucap Yuan Lin .
Jika orang lain ketakutan saat malam hari berada di hutan terlarang tapi tidak bagi Yuan Lin. ia nampak begitu santainya berjalan di hutan itu. gelap malam tidak membuatnya takut sama sekali. sebagi seorang mafia tentu sudah menjadi hal biasa jika berada di kegelapan malam seperti ini namun ia tetap tidak menurunkan kewaspadaannya Karena apapun bisa saja terjadi saat dirinya lengah.
Mata tajamnya menatap sekitarnya dengan tatapan nyalang. setelah memastikan tidak ada apapun di sana Yuan Lin pun segera berjalan semakin masuk kedalam hutan. tidak ada suara apapun kecuali binatang malam.
Yuan Lin merasakan ada sebuah aura yang sangat aneh yang berada entah dimana. dengan rasa penasaran yang sangat tinggi ia pun melangkah lebih masuk lagi kedalam hutan tersebut. dengan berbekal satu buah kayu yang ia gunakan untuk menyingkirkan rumput-rumput liar yang menghalangi jalannya. entah sadar atau tidak saat ini dia sudah sampai di tengah-tengah hutan terlarang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
sehatselalu
2022-09-10
0
Dhika Ahmad
di dalam hutan , lin lin pasti menemukan sesuatu yang berharga
kalau tebakanku tidak meleset sih
2022-08-19
1
lamps 2
uhu
2022-08-15
0