Setelah agak jauh dari gubuknya ia pun berjalan dengan santainya seperti biasa. Yuan Lin menatap sekitarnya dengan seksama. entah apa yang sedang dia cari disana tidak ada yang tahu.
"Oh iya naga Ying bilang jika aku sudah berada di tahap fondasi tingkat 5, bagaimana aku akan mencoba kekuatan ini." gumam Yuan Lin dengan bingungnya.
"Nona berkonsentrasi lah dan arahkan telapak tangan nona ke depan serta rasakan energi Qi yang ada di sekitar nona dan serap semua setelah itu arahkan pada pohon atau batu." kata Naga Yang melalu pikiran Yuan Lin.
"Naga Yang itu kau?" tanya Yuan Lin di dalam pikirannya.
"Iya nona saya akan membantu nona sebisa saya." jawabnya.
Yuan Lin segera melakukan apa yang di katakan Naga Yang tadi. ia memfokuskan pikirannya dan merasakan energi Qi yang sangat banyak di sekitarnya kemudian ia mencoba menyerapnya dan setelah merasa cukup dia mengarahkan telapak tangannya pada pohon yang ada di sampingnya.
Boomm...
Yuan Lin berdecak kagum melihat pohon yang ada di depannya itu hampir berlubang. ia mencobanya lagi hingga pohon itu benar-benar berlubang. tak jauh dari tempat Yuan Lin rupanya seekor singa dengan bulu berwarna merah kebiruan itu menatapnya dengan tidak suka karena Yuan Lin tanpa izin telah membuat kekacauan di sana.
"Rupanya manusia itu lagi yang membuat kekacauan. dia berani datang kesini." ucap Singa dengan sangat geram kemudian berjalan ke arah Yuan Lin.
Yuan Lin yang merasakan aura membunuh yang tertuju padanya pun seketika berbalik dan melihat ada seekor singa yang tengah menatapnya dengan tajam.
"jika tidak salah ini singa yang kemarin malam mengikuti ku." batin Yuan Lin.
"Manusia berani-beraninya kau membuat kekacauan di wilayahku lagi. kau ingin mati dengan cara seperti apa." kata singa itu.
"Nona pergi saja jangan melawan singa itu. dia bintang spiritual tingkat emas, nona tidak akan bisa melawannya karena kekuatan nona saat ini masih belum cukup kuat." kata Naga Yang melalui pikiran Yuan Lin.
Yuan Lin hanya mengangguk saja membenarkan ucapan Naga Yang. dia memang bersalah karena telah membuat kekacauan disini.
"Aku minta maaf karena telah membuat kekacauan disini." ucap Yuan Lin dengan baik-baik.
"Cih manusia rendahan seperti mu berani berbicara seperti itu padaku." kata singa yang mempunyai elemen es itu.
Tentu saja Yuan Lin kesal karena dia sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada singa itu tapi malah singa itu berkata padanya seakan-akan Yuan Lin tidak bisa di maafkan. Jika saja yang ada di hadapannya hanya sebatas binatang biasa saja sudah pasti ia akan menghabisinya sekarang juga.
"terserah kau saja lah aku sudah meminta maaf padamu." kata Yuan Lin dengan pergi.
Karena merasa ada sesuatu yang sedang mengarah kepadanya dengan sigap ia langsung melompat dan menunduk. dia berbalik dan menatap singa itu dengan tajamnya. hampir saja ia membeku jika terlambat untuk menghindar.
"Ck aku sudah berbicara baik-baik padamu singa jelek kenapa kau malah menyerangku." kata Yuan Lin dengan kesalnya.
"Aku adalah penguasa di hutan ini jadi untuk siapa saja yang sudah datang kesini dan membuat kekacauan aku tidak akan melepeskannya kecuali dengan kematiannya saja." kata Singa itu.
"Baiklah jika begitu aku akan melayanimu sekarang juga." timpal Yuan Lin dengan membuka telapak tangannya dan di arahkan pada singa tersebut.
"Nona jangan melakukan itu itu sangat berbahaya untuk nona. larilah nona." kata Naga Yang .
Yuan pun menatap tajam ke arah singa tersebut dengan telapak tangannya yang mengarah ke depan. singa itu juga sudah bersiap-siap menerima serangan dari Yuan Lin dengan mengaum tapi seketika Yuan Lin pun berlari meninggalkan singa itu dengan sangat cepat. ia tidak mau menyerahkan nyawanya begitu saja padanya.
"Ahh siall harga diriku sebagai seorang Queen Shadow hilang sudah karena singa jelek itu." kata Yuan Lin yang terus berlali tanpa henti.
Naga Yang yang melihat tingkah nonanya itu hanya bisa menatapnya dengan aneh karena tadi nonanya mengatakan jika ingin menyerang naga es itu tapi kenapa sekarang malah berlari. tapi untuk itu Naga Yang juga merasa lega karena tidak akan terjadi apa-apa pada nonanya.
"Nona pergi saja ke goa waktu itu. aku akan menunjukkan sesuatu pada nona." kata Naga Yang.
Yuan Lin yang mendengar perkataan naga miliknya pun seketika menuju kesana. dia masuk kedalam dan suasana masih seperti waktu lalu hanya saja aura yang terpancar dari goa ini tidak terlalu besar seperti sebelumnya.
"Nona pergilah ke ujung Goa dan hancurkan batu yang ada disana." kata naga Yang.
Yuan Lin menurutinya dan segera pergi ke ujung goa. hanya ada satu batu yang berada di sana. ia menghancurkan batu itu dengan susah payah karena kekuatan yang belum seberapa. walaupun harus berkali-kali tapi lama-kelamaan batu itu akhirnya hancur. dia menatap kepingan-kepingan batu itu kemudian beralih pada sebuah pedang yang memancarkan aura yang lumayan besar.
"Ambilah pedang itu nona. dan berlatihlah disini saya akan keluar dan melindungi nona selagi nona berlatih. nona bisa mengambil buku yang ada di cincin dimensi nona. disana banyak teknik pedang dengan berbagai tingkatan." kata Naga Yang.
Yuan Lin mengangguk dan memejamkan matanya. hingga ia membuka matanya dan sudah berada di perpustakaan kuno yang berada di cincin dimensinya.
"Banyak sekali. aku harus mengambil teknik yang cocok untukku." kata Yuan Lin yang mencari bukunya.
Ketika sedang mencarinya tak sengaja matanya melihat satu buku dengan sampul yang sudah usang bewarna kuning. ia pun mengambilnya dan membacanya.
"Tektin seribu pedang." gumam Yuan Lin dengan membuka bukunya.
Sebuah cahaya masuk kedalam kepala Yuan Lin Dan seketika ada sebuah bayangan yang sedang memainkan pedang disana. dia memejamkan matanya berusaha memahami semua gerakan-gerakan yang ada di kepalanya tadi.
Setelah gerakan-gerakan itu sudah hilang ia pun membuka matanya dan mulai berlatih. ia berlatih tektik pedang bayangan terlebih dahulu karena itu adalah tingkatan paling rendah diantara tahapan teknik yang lainnya.
Dengan melangkahkan kakinya ke kanan kiri depan belakang serta tangannya yang mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat seperti yang bayangan-bayangan tadi lakukan. dia memejamkan matanya dan mengarahkan pedangnya ke atas kemudian mulai bergerak dengan sangat cepat sehingga hanya terlihat seperti bayangan saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
Oi Min
wkwkwkwkkwk..... kabooooorrrr......
knp g latihan di ruang dimensi aja. kan lbh aman
2023-06-08
0
fifid dwi ariani
trus berusaha
2022-09-10
0
AshaREALME
hehehehhe jurus paling ampun ketika lawannya lebih kuat adalah menipu untuk lariiiii
2022-08-27
2