Sebuah cahaya muncul dari sebuah kotak bewarna hitam hingga beberapa saat kotak terbuka dan cahaya yang muncul semakin menyilaukan sehingga membuat Yuan Lin menutup matanya. Setelah cahaya sudah tidak ada ia pun membuka matanya dan menghampiri kotak tersebut. sebuah pedang dan cambuk bewarna biru ada di dalam sana serta satu buah buku bewarna merah.
"Aku yakin pasti pemilik ini semua adalah orang yang sangat kuat dan juga kaya sehingga memiliki harta dan senjata tingkat tinggi seperti ini." gumam Yuan Lin Karena tidak mengetahui seberapa kuatnya dua senjata itu.
Lantas ia mengambil sebuah buku itu dan membukanya. tapi sebelum membukanya Yuan Lin meminta izin terlebih dahulu entah pada siapa tapi yang jelas Yuan Lin merasakan jika semua kemewahan itu ada pemiliknya.
"Mata Dewa." gumam Yuan Lin.
Seketika sebuah sinar langsung memasuki kepala dan juga mata Yuan Lin. dia membuka matanya lebar-lebar setelah sinar itu memasukkan matanya. tiba-tiba dari dalam matanya keluar darah. Yuan Lin hanya bisa melototkan matanya saja. dia tidak bisa berkedip ataupun bergerak saat ini. entah apa yang sedang terjadi dengannya saat ini dia juga tidak mengerti. namun setelah beberapa menit Yuan Lin memejamkan matanya dan bisa melihat apa saja yang sedang terjadi dalam jarak 250km.
Dia membuka matanya merasakan sakit dan juga perih kemudian mengeluarkan pil penyembuhannya dan menelanya. perlahan-lahan mata Yuan Lin kembali seperti semua tidak ada rasa sakit dan juga darah yang mengalir dari sana hanya saja ia merasa ada keanehan pada matanya. penglihatannya semakin tajam bahkan ia bisa melihat serangga yang tengah berterbangan di luar istana itu.
"Apa yang terjadi denganku. Mata Dewa, apakah aku secara tidak sengaja sudah mencuri teknik ini." ucap Yuan Lin yang merasa bersalah dan menyesal karena telah dengan lancangnya membuka kotak itu.
Untuk sesaat dia tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi tapi setelah itu pedang dan juga cambuk yang berada dalam kotak misterius itu terbang mendekat ke arahnya. tentu saja ia panik melihat itu semua. dia sudah menyiapkan diri jika suatu waktu akan terjadi pertarungan antara dirinya dan juga kedua senjata itu walaupun dia tidak yakin jika bisa menang melawan kedua senjata itu.
Di luar dugaan Yuan Lin kedua senjata itu malah terjatuh dengan sendirinya dan Yuan Melihat ada dua buah buku berada di antaranya. ia tidak akan lancang lagi dengan membuka kedua buku itu. tapi hal aneh pun terjadi dua cahaya terang kembali memasuki kepala Yuan Lin. dia berteriak keras karena hal itu. Beberapa saat Yuan Lin sudah kembali seperti semua lagi hanya saja tenggorokannya rasanya sangat sakit akibat teriakkan yang ia lakukan tadi. lagi-lagi dia menelan pil penyembuhannya.
"Aku harus segera pergi dari sini jika tidak maka itu akan sangat berbahaya bisa saja ini hanyalah sebuah jebakan saja." ucap Yuan Lin dengan keluar dari tempat tersebut.
Tak terasa hari pun sudah pagi. orang-orang nampak sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk ulang tahun kaisar mereka. karena besok adalah hari yang sangat penting bagi mereka semua. disisi lain Nampaknya seorang gadis nampak sangat enggan turun dari kasurnya. dia tidak terlalu menghiraukan sekitarnya saat ini.
"Lin Lin bangunlah semua orang sedang sibuk mempersiapkan ulang tahun kaisar." kata Fu yang sudah berulang kali.
Akhirnya Yuan Lin pun bangun dan menatap Fu dengan malasnya. ia beranjak dan segera membersihkan dirinya. setelah itu ia keluar dan berjalan-jalan sebentar. semua orang nampak berlalu lalang dan sibuk untuk mempersiapkan ulang tahun kaisar mereka. saat dalam perjalanannya Yuan Lin melihat ada pasangan anak dan ibu yang sedang menuju ke arahnya.
Karena dia ingin menghindari segala hal yang tidak di inginkan akhirnya Yuan Lin pun berbalik arah. baru saja ia akan melangkahkan kakinya namanya sudah di panggil oleh mereka berdua dan akhirnya dia tidak jadi pergi dari sana.
"Mungkin ini adalah takdirku yang tidak akan terhindarkan." gumam Yuan Lin.
"Ya kalian memanggilku?" tanya Yuan Lin.
"Iya apa kau sudah menyiapkan kado untuk ayah?" tanya putri Jiang He.
"Jika tidak aku sudah menyiapkan untukmu juga jadi kau tidak perlu repot-repot untuk mencarinya karena aku yakin kalau kaisar pasti akan sangat menyukainya." timpal selir Xu Qin dengan tersenyum ramah pada Yuan Lin.
"Maaf aku sudah menyiapkannya jadi terimakasih." kata Yuan Lin dengan beranjak pergi.
"Hei dasar kau anak tidak tahu sopan santun. apa kau tidak pernah di didik sama sekali hah, aku ini adalah ibundamu jadi dengarkan aku jika aku belum selesai berbicara." seru selir Xu Qin dengan menahan tangan Yuan Lin.
"Ibuku? hah anda tidak salah berbicara kan atau anda salah minum obat sekarang. ibuku adalah permaisuri Jia Li bukan seorang selir seperti mu." timpal Yuan Lin dengan menepis kasar tangan selir Xu Qin.
"Kurang ajar kau putri Yuan Lin." kata selir Xu Qin dengan kesalnya. ia ingin melayangkan tamparan pada Yuan Lin tapi dengan sigap Yuan Lin menahan tangan selir Xu Qin dan memberikan sedikit pelajaran.
"Jangan pernah berbuat macam-macam denganku apa kau mengerti ibunda selir." kata Yuan Lin dengan menekankan kata-katanya.
"Awww..." selir Xu Qin tersungkur ke lantai dengan kerasnya membuat Yuan Lin menatapnya dengan heran.
"Apa yang kakak lakukan. Ibunda hanya menyayangimu saja tapi kenapa kau sekasar itu padanya. sebenarnya apa salah kita pada kakak." timpal putri Jiang He dengan membantu selir Xu Qin berdiri.
"Ada apa ini." kata seseorang yang membuat Yuan Lin paham dengan situasinya saat ini.
"saya tidak tahu ayah kenapa tiba-tiba kakak mendorong ibu hingga terjatuh seperti ini padahal ibuku bermaksud baik padanya. apakah selama ini saya dan ibu ada salah pada kakak ayah kenapa kakak sangat kasar pada kami." jawab Jiang He dengan wajah yang seolah-olah paling tertindas.
Hay selamat pagi dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. jangan lupa tetap semangat dan jangan sampai batal puasanya oke segini dulu ya semangat dari aku jangan lupa dukung terus karya aku dan kasih like rate vote serta komen yang banyak see you 😘 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trussukses
2022-09-10
0
Hanaeka Istiqomah
yayayaaaaa
2022-08-15
0
alda sumandag
ratu sandiwara lagi akting
2021-09-19
3