Yuan Lin menyerap energi Qi terlebih dahulu sebelum mulai memperagakan gerakan-gerakan yang ada di buku itu sedangkan guru Shao Gu hanya melihat saja tanpa membantu ataupun mengarahkan Yuan Lin.
Pertama-tama Yuan Lin memejamkan matanya berusaha memfokuskan pikirannya terlebih dahulu setelah itu dia mengarahkan telapak tangannya ke depan kemudian ia tarik ke atas. dengan bantuan energi Qi yang ia serap tadi ia bisa menghasilkan energi di tangannya. gerakan kakinya juga memutar kebelakang seperti yang ada pada buku itu.
Sampai sini dia masih belum berhasil. Yuan Lin bertekad jika ini adalah kali terakhir dia akan mencobanya lagi. dia meyakinkan dirinya jika ia pasti bisa menguasainya. beberapa saat kemudian dia memejamkan matanya lagi dan pelan-pelan dia sudah melayang di udara setelah itu nampak seperti bayangan melesat dengan sangat cepat ke berbagai arah. ya rupanya Yuan Lin telah berhasil menguasai teknik itu.
"Benar-benar sangat mengejutkan. baru sebentar saja dia sudah bisa menguasai sepenuhnya." kata guru Shao Gu dengan menatap kagum pada Yuan Lin.
Yuan Lin melesat tepat di depan gurunya. dia tersenyum senang karena telah berhasil menguasai teknik itu walaupun tadi dia mengalami kesulitan tapi sekarang semua sudah terbayarkan.
"Bagus murid ku. kau memang berbakat. aku tidak menyangka jika kau bisa mempelajari teknik yang sangat sulit ini bahkan gurumu saja butuh 2 hari untuk menguasainya. aku bangga padamu." kata guru Shao Gu dengan menepuk pundak Yuan Lin.
"Terimakasih guru ini semua juga berkat guru yang melatihnya." ucap Yuan Lin.
"Ingat satu hal jangan pernah menyombongkan sesuatu atau berfikir jika dirimu adalah yang paling kuat dan pandai dalam segalanya." kata guru Shao Gu memberikan nasehat pada Yuan Lin.
Yuan Lin hanya mengangguk saja kemudian mereka pergi dari sana dengan melesat hingga mereka berhenti di pinggir sungai dengan arus yang lumayan deras. Yuan Lin menatap gurunya dengan bingung karena tiba-tiba saja gurunya itu berjalan menuju ke sungai.
"Apa yang sedang guru lakukan?" tanya Yuan Lin.
"Aku ingin menangkap ikan." jawab guru Shao Gu.
"Menangkap ikan ya." gumam Yuan Lin dengan tersenyum kecil
"Biar aku saja guru. guru hanya perlu duduk dan menyiapkan apinya saja." kata Yuan Lin
"Tidak aku yakin kau akan kesulitan kau saja yang menyiapkan apinya." ujar guru Shao Gu.
Yuan Lin hanya tersenyum kecil saja kemudian turun ke sungai untuk mencari ikan. belum juga 5 menit dia sudah mendapat 7 ekor ikan besar-besar. guru Shao Gu menatap Yuan Lin dengan melongo.
"Naiklah guru aku rasa semua ikan-ikan ini sudah cukup untuk kita berdua." kata Yuan Lin.
Guru Shao Gu masih belum sadar akan keterkejutannya hingga Yuan Lin menghampiri dan menarik tangannya. Yuan Lin juga menyiapkan api untuk membakar ikan ikan itu setelah semua matang mereka makan dengan lahapnya.
"Aku mengembalikan tongkat ini pada guru." ucap Yuan Lin dengan mengeluarkan tongkatnya.
"Itu sekarang adalah milikmu." kata guru Shao Gu yang membuat Yuan Lin bingung.
"Tapi ini adalah milik guru aku tidak akan mengambil yang bukan milikku." ujar Yuan Lin.
"Aku kan sudah bilang jika sekarang itu adalah milikmu. jangan gunakan itu jika kau tidak sedang dalam keadaan yang sangat terdesak. apabila kau menggunakannya untuk melawan orang yang bahkan masih bisa kau lawan maka akibatnya akan buruk. sekali senjata ini di keluarkan makan yang terjadi adalah kehancuran maka dari itu guru mengingatkan mu untuk tidak menggunakan jika memang kau sangat terdesak." kata guru Shao Gu.
"Baiklah guru aku akan mengingat ucapanmu. tapi apa nama dari senjata ini?" tanya Yuan Lin
"Tongkat petir seperti yang kau lihat bentukannya seperti apa." jawab guru Shao Gu.
Yuan Lin hanya mengangguk saja dan memasukkan kembali senjata itu kedalam cincin dimensinya.
"Kau harus bisa meningkatkan kekuatan mu lagi karena aku bisa melihat dimasa depan kau akan mengalami sedikit kesulitan." kata guru Shao Gu yang di angguki oleh Yuan Lin.
Tidak di suruh pun dia memang berencana ingin menjadi kuat sesegera mungkin agar ia bisa memberikan keadilan untuk putri Wei Yuan Lin. setelah perbincangan itu guru Shao Gu pamit karena ada beberapa urusan dan meminta Yuan Lin untuk menemuimunya lagi 2 minggu lagi di air terjun.
Yuan Lin beranjak dari sana dengan cara melesat. dia sangat senang bisa menguasainya teknik ini karena memudahkan dia untuk segera mencapai tujuannya walaupun harus menggunakan banyak energi Qi jika mempercepatnya tapi itu tidak masalah karena dia sudah mempublikasikan cara lain agar tidak terlalu menguras tenaganya.
Saat dalam perjalanan dia tiba-tiba ia mendadak berhenti karena merasakan ada sesuatu di balik semak-semak itu. karena rasa penasarannya dia pun menghampiri semak-semak itu. dilihatnya seekor burung elang kecil tengah terluka di bagian sayap dan kakinya. karena menyadari ada seseorang yang tengah memperhatikannya burung elang itu pun membuka matanya dan menatap Yuan Lin dengan tajamnya.
Seketika Yuan Lin pergi mencari sesuatu untuk mengobati burung elang tersebut. ia ingat jika di cicin dimensinya ada banyak tumbuhan langka yang mungkin saja ada salah satunya yang berguna untuk menyembuhkan burung elang tersebut.
"salam nona." kata naga Yang dengan menunduk.
"Tumbuhan apa yang bisa di gunakan untuk mengobati orang yang sedang terluka?" tanya Yuan Lin.
"Rumput biru dan daun pelangi." jawab naga Yang.
"Dimana aku bisa mendapatkannya?" tanya Yuan Lin.
"Ikutlah dengan saya nona." kata naga Yang.
Mereka menuju ke sebuah padang rumput yang sangat luas tapi anehnya rumput-rumput itu tidak seperti rumput pada umumnya karena memiliki warna biru dengan bunga kecil yang ada di pucuknya.
"Ambilah nona ini adalah rumput biru yang saya katakan tadi." kata naga Yang.
Yuan Lin segera mengambil beberapa kemudian Meraka berjalan lagi dan sampailah mereka di bawah pohon dengan warna yang sangat indah. jika pohon pada umumnya hanya bewarna hijau tapi ini memiliki daun dengan berbagai warna di setiap tangkainya.
"Ini adalah pohon pelangi nona bisa mengambil daun dua saja." kata naga Yang yang membuat Yuan Lin segera mengambilnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus berkarya
2022-09-10
0