Tak terasa hari pun sudah pagi. pangeran Han Tian pamit untuk segera pulang sedang Yuan Lin saat ini tengah membersihkan badannya terlebih dahulu. ketika dia ingin memakai hanfunya kembali ia seketika mengurungkan niatnya.
"Apa iya aku harus memakai pakaian ini lagi. yang benar saja. apa di dalam cincinku ada pakaian lain ya." gumam Yuan Lin yang kemudian memejamkan matanya dan sudah berada di dalam sana.
"salam nona " ucap Naga Yang dengan membungkukkan badannya.
"Ya kuterima salammu. apakah disini ada pakaian yang bisa ku gunakan?" tanya Yuan Lin.
"Mari nona ikut saya." kata naga Yang
Yuan Lin mengikutinya dari belakang dan sampailah mereka di sebuah ruangan dengan pintu yang terbuat dari emas. Naga Yang lantas membukanya dan masuk. saat di dalam Yuan Lin di buat tercengang karena saking banyaknya baju-baju mewah dan juga hiasan rambut serta perhiasan.
"siapa yang memiliki ini semua." gumam Yuan Lin.
"Tentu saja nona. pilihlah apapun yang nona suka saya akan keluar." kata Naga Yang.
Yuan Lin lantas memilih baju yang menurutnya sangat sederhana. dia mengambil dua untuk digunakan Fu juga. setelah selesai dengan pakainya ia beralih ke hiasan rambut dan memilih satu yang berbentuk bulan dengan warna biru bercampur putih setelah itu ia keluar.
"Hah begini kan bagus. putri Yuan Lin adalah seorang putri tapi dia diperlakukan seperti seorang pelayan saja." gumam Yuan Lin dengan geramnya.
"Dimana Gege?" tanya Yuan Lin ketika tidak melihat pangeran Han Tian.
"Pangeran sudah kembali putri dan berpesan pada putri untuk segera pergi ke istana." jawab Fu.
Yuan Lin yang mendengar penuturan Fu hanya menatap dengan datar saja. sungguh dia tidak berminat untuk menginjakkan kakinya ke istana kekaisaran yang sudah membuat tubuhnya menjadi seperti ini apalagi disana ia akan berhadapan dengan mereka semua.
"Hm jika sempat. Aku akan keluar sebentar kau jangan banyak bertanya dan disini saja." Yuan Lun dengan malasnya kemudian berlalu pergi
Ia menuju ke dalam hutan terlarang lagi untuk mencari pemilik tongkat yang ia temukan kemarin di bawah pohon. sesampainya di sana dia mengedarkan pandangannya mencari apakah ada seseorang disana atau tidak tapi yang ada hanya keheningan dan suara burung saja disana.
Yuan Lin segera berjalan kembali dan terus mencari hingga matanya menangkap bayangan sosok kakek-kakek tua yang tengah bersandar di antara batu-batu yang ada di pinggiran sungai.
"Mungkin saja kakek itu pemilik tongkat yang aku temukan kemarin." gumam Yuan Lin dengan menghampiri kakek tua tersebut
"Permisi kek." ucap Yuan Lin dengan sopannya.
Kakek tua dengan rambut putih panjangnya itu mendongak dan menatap Yuan Lin yang membuat Yuan Lin terkejut bukan main karena wajah kakek tua itu sangat mengerikan. hampir saja dia akan menendang perut kakek tua itu jika ia tidak segera kembali ke kesadarannya.
"Ada apa?" tanya Kakek itu dengan nada dinginnya.
"Ma maaf kek apa kakek kehilangan sesuatu kemarin?" tanya Yuan Lin.
Kakek itu nampak berfikir sejenak kemudian menatap Yuan Lin dengan seksama. Yuan Lin sendiri sebenarnya merasa agak takut dengan kakek tua ini jika saja ia tidak menemukan tongkat itu pasti dia tidak akan mau jika bertemu langsung seperti ini.
"Mungkin saja." kata kakek tua itu dengan datarnya.
"Apakah ini?" tanya Yuan Lin yang mengeluarkan tongkat berbentuk petir tersebut.
Kakek tua itu nampak terkejut ketika Yuan Lin dengan santainya memegang tongkat milik sahabatnya karena tidak semua orang bisa memegangnya dan jika orang itu memaksa maka tongkat itu akan memberikan kematian pada mereka.
"Gadis ini adalah orang yang pria gila itu cari." batin kakek itu.
"Ya dimana kau menemukannya?" tanya Kakek itu.
"Tak jauh dari sini kek. kalau begitu aku akan pergi dulu." jawab Yuan Lin yang langsung beranjak pergi.
"Tunggu. aku ingin kau menjadi muridku." kata kakek itu dengan sedikit keras.
"Murid?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.
"Ya aku melihatmu sedang kesulitan dalam Berlatih dan meningkatkan kekuatan mu jadi akan menjadi gurumu sekarang." jawab kakek itu.
"Apakah kakek yakin ingin menjadikan ku sebagai murid kakek?" tanya Yuan Lin memastikan.
"Panggil aku guru Shao Gu. mulai sekarang kau adalah muridku." kata Kakek tua itu yang bernama Shao Gu.
"Baik Guru." ucap Yuan Lin dengan membungkuk memberikan hormat pada guru barunnya itu.
Tentu saja dia senang karena akan ada yang melatihnya untuk menjadi kuat. dan jika Yuan Lin lihat guru Shao Gu sangatlah kuat walaupun usianya sudah tidak muda lagi.
"Ya aku memang tua tapi kau jangan meragukan kekuatan yang aku miliki." kata guru Shao Gu seakan mengerti tatapan muridnya itu
"Sekarang kau ikut denganku." kata guru Shao Gu dengan mengajak Yuan Lin pergi.
Yuan Lin mengikuti gurunya dan sampailah mereka di sebuah air terjun yang berada di ujung hutan terlarang. Yuan Lin dapat merasakan jika belum ada manusia yang pernah menjamah kesini karena memang aura yang ada disini sangat kuat dan juga lumayan menekan Yuan Lin.
"Disini tidak berbahaya selagi kau mempunyai maksud yang baik." kata guru Shao Gu pada Yuan Lin
"Memangnya kenapa guru?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.
"Kau tahu kenapa hutan ini di katakan hutan terlarang?" tanya guru Shao Gu yang mendapat gelengan kepala dari Yuan Lin.
"Karena yang bisa masuk kedalam sini hanya orang dengan jiwa murni dan tulus saja. jika orang itu mempunyai maksud yang tidak baik mereka tidak akan bisa sampai kesini bahkan untuk sampai di tengah-tengah hutan terlarang saja tidak akan bisa karena hutan ini di lindungi oleh para binatang spiritual serta legendaris yang tidak terlalu banyak yang mengetahuinya." kata guru Shao Gu.
"Pantas saja aku merasa belum ada yang kesini sebelumnya." ujar Yuan Lin dengan mengangguk.
Setelah sampai di dekat air terjun itu Yuan Lin bisa merasakan energi Qi yang sangat melimpah disana. dengan segera ia menyerap semua energi itu tanpa di perintah oleh gurunya. Shao Gu hanya tersenyum kecil saja melihat tingkah muridnya itu.
"Tidak salah lagi memang." batinnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 353 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus berjuang
2022-09-10
0
Quen'er
ceritanya mirip novel sebelah pada awalnya,tp g papa masih ada bedanya kok.semangat kak othor
2022-08-14
1
Na
Ceritanya Benar2 Dongeng Banget 😁
2022-08-02
1