Setelah ia meninggalkan Guild petualang. Ia langsung kembali ke kediamannya, yaitu ke sebuah penginapan White Dove. Di dalam kamar ia dengan santai berdiri dan memegang sebuah kertas yang di sana terdapat sebuah gambar lingkaran sihir.
' Aku mendapatkan ini karena menyelesaikan Hidden Quest saat menangkap dua ular ungu tadi. ' Ujarnya dalam hati sambil memegang kertas tersebut.
[ Summon Card ]
[ Sebuah kertas Summon yang dapat memanggil sesuatu makhluk saat di gunakan. Makhluk yang terpanggil akan melayani pemanggil dengan sepenuh hati tanpa melawan perintah sedikit pun ]
Ia pun menyobek kertas summon tersebut, setelah menyobeknya. Muncul sebuah lingkaran pemanggilan di bawahnya, dan dari sana muncul seseorang wanita cantik dengan telinga hewan, serta ekor yang mirip seperti seekor ruba. Wanita cantik itu juga membawa sebuah pedang di pinggang nya yang mirip seperti sebuah katana.
[ Nama :?? ]
[ Ras : Beastman Ruba ]
[ Rank : B ]
[ Level : 60 ]
[ Exp : 10000 ]
Setelah ia di panggil, wanita tersebut menekuk lututnya dan berlutut di hadapan Xi.
' Dia rank B... Dan... Dia tidak punya mana? Seriusan? ' Tanya Xi dengan bingung kepada dirinya sendiri. " Apa kau tidak punya nama? " Tanya Xi kepada wanita tersebut.
Mendengar itu membuatnya terkejut karena ia memang tidak memiliki nama. Di karenakan ia adalah makhluk panggilan. " Tidak tuan ku. " Jawab wanita tersebut dengan sopan.
' Akan sulit memanggilnya bila ia tidak punya nama... Hmmmm... ' Ujarnya dalam hati sambil memegang dagunya. Ia sedikit berkeringat karena memikirkan nama yang cocok untuk wanita tersebut. Supaya dirinya dapat memanggilnya dengan mudah dan tidak memangginya dengab kata Hei atau pub kau. " Bagaiama kalau Airis? Ya Airis... Nama mu sekarang adalah Airis. " Ujar Xi memberikan sebuah nema kepada wanita tersebut.
Wanita itu tersenyum dan tampak senang saat di berikan sebuah nama. " Airis, nama yang indah... Terimakasih tuan. " Ucapnya sambil berlutut.
" Berhenti memanggilku Tuan... Itu membuatku merinding... Ingat ini, nama ku Xi Arcadia. " Balas Xi dengan tatapan mata yang mengerikan.
" Baik... Xi - Sama! " Ujar Airis dengan sopan.
' Haaa... Terserahlah. ' Ujar Xi dalam hatinya. Sambil melihat Airis yang dari tadi berlutut di hadapannya. " Mau sampai kapan kau berlutut di sana? " Ujar Xi dengab muka yang kesal.
" Maaf Xi - Sama... "
BOOM!
Suara ledakan besar terjadi di dekat pengianapan. Dan itu membuat mereka berdua terkejut.
Di luar terjadi keributan akibat ledakan yang terjadi. Ada banyak monster yang muncul di dalam kota dan menyerang para warga kota. Monster - monster itu memegang sebuah senjata berupa pedang yang tajam, dan tubuh mereka yang semuanya di tutupi oleh bulu.
Mereka adalah Kobolt. Monster beast yang mirip seperti Haina, namun mereka dapat berdiri layaknya manusia serta membawa senjata seperti manusia. Walau begitu, kecerdasan mereka tidak tinggi.
Para Kobolt yang menyerang warga di sana, tak jarang mereka menyerang dengan sadisnya menggunakan senjata mereka, mencakar serta mengigit para warga. Banyak warga yang menjadi korban keganasan Kobolt tersebut.
Bahkan para prajurit yang biasanya berpatroli kesulitan dalam menahan mereka. Jumlah Kobolt yang banyak membuat mereka sangat sulit untuk di hentikan, dan korban pun semakin banyak.
Mereka yang terkena cakaran mau pun gigitan dari kobolt. Kulitnya membiru seperti membusuk. Serta tingkah mereka menjadi aneh, mereka bergerak mengerang warga lainnya dan bertingkah seperti zombie yang kelaparan.
Para petualang mencoba untuk menghentikan invasi para monster itu untuk sementara sampai bantuan datang. Di saat bala bantuan belum tiba, mereka mencoba sebisa mungkin untuk mengalahkan para monster yang menginvasi.
" Apa - Apaan mereka ini? Bagaimana cara mereka bisa masuk? " Ucap salah satu petualang dengan bingung. Kenapa para Kobolt bisa masuk ke dalam kota dan membuat kekacauan.
Penjagaan yang ketat dan sulit di tembus, bagaimana bisa mereka tidak tahu kalau ada banyak monster yang masuk.
Dalam kebingungan mereka, seorang mage yang sibuk menyerang teralihkan dengan tempat terjadinya ledakan. Di sana terdapat sebuah lingkaran sihir yang masih aktif.
" Lihat! Disana ada lingkaran sihir! " Teriak mage tersebut dengan keras hingga membuat beberapa petualang memperhatikan nya. " Aku rasa itu lah penyebab terjadinya kekacauan ini. " Lanjut mage tersebut.
" Lalu apa yang harus kita lakukan? " Tanya salah satu pentualang kepada mage tersebut. Wajahnya berkeringat karena lelah menghadapi para Kobolt yang jumlahnya sangat banyak.
" Tolong lindungi kami... Kami para mage akan menggunakan sihir kami untuk mengahancurkan lingkaran sihir tersebut. " Ujarnya sambil bersiap dengan param mage lainnya.
Mereka saling mengangguk dan berusaha keras untuk melindungi para mage. Beberapa mage membantu para tank dan petarung yang melindungi mereka. Dan beberapa mage lainnya merapalkan sihir mereka dan melepaskannya untuk menghancurkan lingkaran sihir tersebut.
Sebuah bola api menghantam lingkaran sihir tersebut dan membuat lingkaran sihir itu hancur. Namun para Kobolt tidak berhenti menyerang mereka dan malah semakin ganas.
Di sebuah gedung yang tinggi. Seseorang berdiri di sana sambil menontoni para monster yang menyerang itu. Ia merupakan seorang iblis berwujud manusia, dan di belakang nya ada tiga orang assassin yang telah ia bunuh.
" Sungguh pertunjukan yang bagus! " Ucap Iblis tersebut dengan wajahnya yang di tutupi oleh bayangan bangunan.
Melihat para manusia yang kesulitan dalam mengahadapi para monster itu membuatnya senang. Dan dia sangat menikmati itu, serta menganggap nya sebagai hiburan yang menyenangkan. Dengan seyum jahatnya ia menontoni invasi tersebut dengan senangnya.
Satu dari 8 comandan iblis. Comandan ke 8 " Feras " Sang Ke ingkaran.
" Hahaha bunuh mereka semua wahai para bawahanku. Ahahaha! " Ucapnya dengan senang sambil tertawa keras. Walau ia tertawa keras, tidak ada satu orang pun yang mendengar tawa jahat itu.
Melihat kekacauan yang di buat oleh para Kobolt membuatnya menjadi senang. Dengan rasa senang di hatinya ia berkata.
' Hhmph... Sebelumnya aku sedikit ragu dengan para Kobolt itu apakah bisa membunuh mereka semua... Namun tidak aku sangka ini akan berhasil... Rencanaku benar - benar brilian. ' Ujarnya dalam hatinya serta memuji rencana nya sendiri.
' Dengan para Kobolt yang di persenjatai lengkap. Serta virus yang aku ciptakan yang tertanam di mulut dan cakar mereka, semakin membuat rencana ku berjalan dengan sangat baik. '
' Para manusia, pasti tidak ingin membunuh warga sipil yang telah terifeksi itu... Dengan begitu, korbannya akan semakin banyak, dan mereka yang tergigit akan ikut berubah seperti menjadi Zombie... Kukuku rencanaku memang sempurna. ' Lanjut nya dalam hati dan menceritakan renacananya sendiri.
' Kukuku hebay sekali... Ini sangat sempurna... Bahkan mereka tidak berani untuk membunuh sesama mereka walau mereka bukan manusia lagi... ' Ucapnya dengan senang dan sangat percaya diri.
Melihat para manusia yang ketar - ketir oleh para monster membuatnya sangat senang. Saking senangnya sampai - sampai dirinya tidak sadar ada sebuah pedang besar yang melayang kepada dirinya dengan sangat cepat.
Saat pedang besar dan tajam itu tepat berada di dekat wajahnya, ia baru tersadar kalau dirinya telah di serang oleh seseorang.
' Apa? Sejak kapan pedang itu ada di dekatku? ' Ujarnya dalam hati serta wajahnya yang di penuhi keringat. ' Mustahil...! Aku... Aku tidak bisa menyadarinya... Ini tidak bisa terjadi... Aku... Aku ini 8 Comandan iblis. Aku tidak bisa mati di sini... ' Lanjutnya dalam hati dan pedang besar tersebut tepat berada di lehernya.
Dan pada akhirnya ia tidak bisa menghindari pedang besar yang melayang pada dirinya itu dan membuat dirinya terbunuh dengan kepala yang terpenggal oleh pedang besar tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
(。☬ Nana luce ☬。)
menyerang*
2024-10-31
0
MonyetNakal
komandan
2022-04-16
0
Shen shandian luo
habis bunuh 2 ular gak naik level kah...
2022-03-12
1