Ia berdiri di depan penginapan ' Jadi ini penginapannya? ' Ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke pintu penginapan.
Perlahan ia memegang gagang pintu penginapan dan membukanya, dan terdengar suara bell yang berbunyi saat pintu di buka. Serta sebuah sesuatu yang jatuh cukup keras pada saat yang bersamaan.
" ?? " Xi bingung dengan suara tersebut.
Namun semua orang yang ada di sana seperti tersabar sebuah petir dan langsung menatap Xi dengan sangat tajam.
Namun Xi masih bersikap tenang walau ia sedang di pelototi oleh banyaknya orang yang ada di dalam penginapan tersebut. Ia melihat sekelilingnya dan ada banyak pengunjung di penginapan ini, dan tepat di hadapannya ada seorang wanita cantik yang tersungkur di lantai.
' A... Sekarang aku tahu alasannya... ' Ujarnya dalam hati dengan situasi yang sedang di pelototi oleh orang lain.
Berjalan mendekati wanita tersebut, serta mengulurkan tangannya untuk membantu wanita tersebut berdiri.
" Maafkan aku... Aku tidak sengaja melakukannya. " Ucap Xi sambil minta maaf kepada wanita tersebut karena telah membuatnya terjatuh. ' Sialan... Aku sangat tidak suka melakukan ini... Apa lagi pria besar yang botak itu, dengan wajah mengerikannya menatapi ku terus... Ekspresi wajahnya membuat ku jengkel... Wajah itu... Benar - benar wajah yang ingin ngajak berantem. ' Pikirnya saat itu dengan pria besar yang botak duduk di pojokan dengan teman - temannya sedang menatapi dirinya dengan wajah nya yang mengerikan serta seperti ingin berkelahi.
Sementara wanita itu terdiam sesaat saat melihat ketampanan dari Xi. Namun saat ia sadar Xi sedang mencoba untuk membantunya berdiri, segerah ia meraih tangan Xi dengan wajah yang memerah karena malu.
" A tidak apa... Itu salah ku karena aku tidak berhati - hati. " Ucapnya sambil berdiri dan merapikan pakaiannya. " A omong - omong... Selamat datang di penginapan White Dove. Apakah ada yang bisa saya bantu? " Ucap pelayan tersebut secara profesional.
Di mata semua orang sikap profesional dari pelayan tersebut sangat sempurna dan sangat indah. Itu adalah keindahan yang sangat mereka kagumi serta mereka puji.
Namun di mata Xi, semua itu. ' Biasa saja... Ini sudah sering aku lihat dulunya saat aku pergi ke sebuah restoran atau pun semacamnya saat di bumi dulu. ' Ujarnya dalam hati dengan pandangan dingin.
" Aku ingin memesan sebuah kamar untuk tinggal beberapa hari. Apa masih ada tempat? " Tanya Xi dengan dingin.
" Anda beruntung tuan. Karena kami masih memiliki satu kamar yang tersisa. " Jawab pelayan tersebut.
" Aku ambil itu, berapa harga yang harus aku bayar? " Tanya Xi lagi kepada pelayan tersebut.
" Satu koin perak untuk tiga hari. " Jawab pelayan tersebut dengan ramah.
Xi pun memberikan satu koin pereka kepada pelayan tersebut. Segerah pelayan tersebut mengambilkan kunci ruangan milik Xi dan memberikan nya kepada Xi.
" Kamar anda ada di lantai 2 dan ruangan ke 4. " Ujar pelayan tersebut setelah memberikan kunci ruangannya kepada Xi.
Segerah setelah mendapat kunci tersebut, Xi langsung pergi keuangannya dan beristirahat di dalam sana. Terlihat di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah kasur, meja makan, serta sebuah lemari. Ruangan tersebut adalah ruangan biasa yang biasanya ada dalam penginapan.
Memang bukan suatu ruangan yang istimewa, namun lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Di dalam sana Xi berpikir tentang kejadian di lantai satu tadi. ' Saat wanita itu jatuh... Ada niat membunuh yang tertuju kepada diriku. Tentu saja aku tahu siapa orang itu, tapi... Masalahnya adalah di dalam sana semuanya orang - orang yang memiliki kemampuan. Serta di luar penginapan tadi ada prajurit yang sedang berpatroli. ' Pikirnya saat itu.
' Kalau aku bertarung saat itu juga... Aku rasa itu hanya akan berakhir dengan kepalaku sendiri yang melayang. Aku rasa orang itu tidak akan tinggal diam saja... Akan aku tunggu kedatangannya. ' Ujar Xi dalam hatinya sambil tersenyum kecil. Di balik seyuman itu terdapat niat membunuh yang tersimpan di sana.
' Saat kau datang... Jangan pernah berpikir untuk kembali hidup - hidup. ' Lanjutnya sambil tersenyum dengan giginya yang tampak seperti taring naga serta tatapan tajam yang di penuhi niat membunuh.
Malam berlalu dengan cepat, berganti dengan pagi hari yang indah. Suara burung yang berkicau an di pagi hari memanjakan telinga, udara segar menenangkan hati.
Aktivitas pun mulai berjalan, dengan warga biasa membuka toko dab warung mereka seperti biasa dan mulai berjualan. Para prajurit yang melakukan patroli di malam hari, berganti tugas dengan para prajurit yang berpatroli di pagi hari.
Di dalam penginapan. Tepatnya di dalam kamar, Xi yang telah selesai mandi, ia segerah memakai pakaian nya. Tampak tubuhnya yang kekar dengan otot tangan yang sempurna dengan ukuran tubuhnya, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Serta otot perutnya yang seperti sebuah roti yang sangat sempurna. Otot - otot itu ia sembunyikan di balik pakaian miliknya, sehingga tidak ada orang lain yang melihatnya.
" Persiapan selesai... Waktunya ke pergi menuju ke Guild petualang. Setidaknya aku harus punya kartu identitas untuk memasuki sebuah kota dengan mudah. " Ujarnya saat itu dan membuka pintu kamarnya.
Ia berjalan menuruni tangga lantai dua menuju ke lantai satu, terlihat di lantai satu ada seorang wanita dengan pakaian maid yang sedang membersihkan ruangan di lantai satu. Namun ia mengabaikannya dan langsung pergi keluar tanpa mengucapkan apa pun.
Sementara maid tersebut. " Jadi itu orangnya yang di bicarakan tadi malam... Aku sangat iri dengan Ana karena telah menyentuh tangan pria tampan itu... Walau tampaknya dari wajahnya ia dingin, tapi ia terlihat sangat tampan seperti seorang pangeran berkuda. " Ujar maid tersebut sambil membayangkan ketampanan pria berambut putih tersebut yang menunggangi seekor kuda putih bersama dengan dirinya yang ada di pangkuan pria tersebut.
Sementara itu Xi. " Hacu... Pasti ada orang sinting yang sedang membicarakan ku. " Ujarnya setelah ia bersim sambil mengada - ngada menuduh orang lain sedang membicarakan dirinya dari belakang.
Saat ia sedang pergi menuju Guild petualang, sekelompok orang yang mencegah dirinya saat di jalan.
Mereka mengebakan sebuah armor kulit yang tebuat dari kulit monster, serta sebuah senjata yang berada di punggung mereka berupa pedang, tombak, tameng dan semacamnya. Mereka mengelilingi Xi dengan tatapan sombong mereka, serta menunjukkan sikap yang tidak ramah kepada warga sekitar.
Ia yang di kelilingi oleh orang - orang tersebut masih menunjukkan sikap tanangnya. Seolah sekelompok orang tersebut bukanlah masalah untuk dirinya. Namun memang kenyataan kalau sekelompok orang itu bukanlah masalah untuknya.
Rank
E \= 1 - 10
D \= 11 - 30
C \= 31 - 60
Exp ( Existance Power )
E \= 1000 - 1500
D \= 3000+
D+ \= 4000+
C \= 6000+
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
menunggu kepastian
hahahahahahaha aku suka itu 😈
2022-03-17
0
Buha Tornatim
pasti ngga jauh beda dari semua mc yg berenkarnasi dengan sistem. pasti bawaannya sok kuat. ampas
2022-02-27
0
AMIN FATHUL
read no comment, biar lancar
2021-12-18
1