Sekelompok petualang yang berkumpul menarik perhatian banyak orang saat itu. Mareka bertanya - tanya apa yang sedang di lakukan sekelompok petualang bersenjatakan lengkap kepada orang yang mereka kerumuni itu. Namun tampak dari kejauhan pria berambut putih itu terlihat sangat tenang.
" Hei apa yang terjadi? "
" Aku tidak tahu. "
" Apa - apaan mereka? Kenapa mereka mengerumuni pria berambut putih itu? "
" Apa kah pria itu membuat masalah kepada mereka? "
Semua orang berbisik - bisik membicarakan masalah para petaualang tersebut.
Di sisi lain para petualang yang sedang mengerumuni pria berambut putih itu, dengan wajah yang sombong salah satu dari mereka berjalan mendekat sambil berkata. " Oi! Apa kau yang membuat masalah dengan kakak Pai? " Tanya petualang tersebut dengan wajah yang tidak mengenakan.
Namun pria berambut putih itu hanya diam dengan mata yang di selimuti niat membunuh. Walau matanya di selimut niat membunuh, namun para petualang itu tidak dapat merasakan niat membunuh yang ada di matanya.
" Oi! Kenapa kau cuma diam? Apa kau bisu? " Tanya lagi kepada pria berambut putih itu.
Namun tanggapannya tetap sama dan tidak berubah. Pria berambut putih itu hanya diam dan menatapi mereka dengan niat membunuh.
Saat keributan terjadi, seseorang yang memimpin mereka muncul dengan wajah yang menyeramkan. Sebuah bekas luka membentang di tubuh depannya, dan otot besar serta keras membuatnya semakin mengerikan.
Pria itu berjalan menghampiri pria berambut putih. Tampak saat mereka saling berhadapan, pria besar tersebut lebih tinggi dari pria berambut putih yang ada di depannya. Ia terseyum mengrikan di depan pria berambut putih tersebut.
Sambil terseyum mengerikan ia berkata. " Hei... Tidak bagus di tempat umum ini untuk membericarakan masalah kiat... Hehehe. " Ucapnya sambil tertawa. " Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang sepi untuk membicarakan masalah kita. " Lanjutnya sambil berjalan meninggalkan pria berambut putih tersebut dan menuju ke tempat yang ingin ia tuju.
" Oi! Cepat jalan sana! " Ujar salah satu dari mereka sambil mendorong pria berambut pirang tersebut dengan kasar.
Namun pria berambut putih itu tidak membalas dan hanya mengikuti mereka menuju ke tempat yang mereka inginkan. Sampailah mereka di sebuah tempat yang sepi, yaitu sebuah gudang yang sudah tidak terpakai lagi untuk waktu yang lama.
Di sana mereka langsung menutup pintunya serta menguncinya dengan balok kayu. Mereka menunjukkan seyum senanh mereka karena mangsa mereka dapat dengan mudah di jebak oleh mereka.
Pria besar itu kini berada di depan pria berambut putih. Ia menoleh dan melirik seorang mage yang ada dalam kelompoknya, dan memberikan sebuah isyarat kepada mage tersebut.
Mage itu mengerti dengan apa yang di maksud kaptennya. Ia mulai malafalkan mantranya dan tercipta sebuah medan sihir yang dapat meredam suara mereka. Namun medan sihir tsrsebut tidak dapat bertahan lama, hanya memiliki waktu selama 10 menit saja.
Pria besar itu terseyum sambik berkata " Hahaha di sini kau akan kami hajar habis - habisan! Mau kau berteriak sekencang apa pun tidak akan ada yang bisa mendengar suara mu! Wuahahaha! " Ujar pria besar tersebut sambil tertawa keras.
Dan tawa keras itu juga di ikuti oleh tawa keras dari seluruh anggota miliknya. Di san mereka tertawa sangat puas.
" Hei bos, coba lihat... Bocah itu tidak bergerak! Aku rasa dia sangat ketakutan sampai kecing di celana dan hanya bisa diam saja. " Ujar salah satu anggotanya.
" Hahaha, dasar bocah ingusan! Berani memprovokasi boss kami, ya ini akibatnya! "
Pria besar itu mengangkat tangannya dan membuat semua yang ada di sana diam. Satu gerakan dari pria besar tersebut langsung membuat semua orang terdiam dan tidak menimbulkan suara sedikit pun.
Ia menunjukkan seyum mengerikannya kepada pria berambut putih tersebut. Sambil berkata. " Apa? Kau takut? " Tanya pria tersebut kepada nya.
Namun tidak ada respons sama sekali dari pria berambut putih tersebut, itu seperti mereka sedang berbicara dengan sebuah tunggul.
Namun dalam pikiran mereka, itu sangat berbanding terbalik. Saat melihat pria berambut putih itu terdiam. Mereka sangat yakin kalau pria tersebut sangat ketakutan hingga tidak dapat berbicara sedikit pun.
Lalu pria besar ia membentangkan tangannya dan berkata kepada pria berambut putih. " Tenti saja! Tentu saja kau takut! Kau pasti sangat takut dengan diriku yang kuat ini! " Ucap pria besar tersebut sambil meninggikan dirinya sendiri.
Mereka pun bersorak untuk pria besar tersebut, dan sangat memuji pria besar tsrsebut dengan sorakan mereka.
" Inilah... Inilah akibatnya... Jika kau berani menyakito wanita ku... " Ujar pra besar tersebut. " Kau pasti tahu kan? Wanita yang kau sakiti tadi malam? " Ucap pria besar tersebut dengan ekspresi nya yang tampak marah sambil mengingat kejadian tadi malam. " Ya kau pasti masih ingat dengan pelayan yang kau sakiti tadi malam. Itu lah kanepa... Kau akan habis hari ini!! " Ucap pria besar tersebut dan menarik baju dari pria berambut putih, dan langsung mengarahkan pukulannya ke pria berambut putih tersebut.
Lima menit berlalu dengan sangat cepat. Di sana benar - benar kedao dengan suara. Bahkan suara yang keras pun sampai tidak dapat terdengar. Banyak orang yang melewati bangunan yang kosong itu, namun mereka tidak mendengar apa pun saat mereka lewat.
Di dalam bangunan kosong tersebut. Darah merah mengalir dan memenuhi lantai, semua petualang yang ada di dalam sana telah terbunuh dengan sangat mengenaskan. Tubuh mereka telah tsrcerai berai tak beraturan.
Jari - jari mereka tersebar ke seluruh lantai ruangan. Tangan yang telah tsrpisah dari tubuhnya, kaki yang telah putus dan beberapa mengalami patah tulang yang sangat mengerikan. Kepala yang telah lepas dari tubuhnya mengelinding di ruangan.
Di sana terdapat seorang pria berambut putih yang pakaian nya di penuhi dengan darah. Dan saat itu di tangan kanannya terdapat sebuah lengan yang ia pegang.
Lengan itu adalah lengan dari pria besar yang membawanya kemari. Hanya pria besar itu dan seorang mage yang masih hidup.
Dengan pria besar itu sudah kehilangan satu lengannya, serta urat kakinya yang keduanya telah di potong dengan sangat akurat dan kejam. Namun orang yang menjadi mage. Orang yang mengisolasi ruangan tersebut tidak terluka sedikit pun. Malahan dia terduduk lemas melihat pemandangan yang sangat mengerikan yang ada di depan matanya.
Sesuatu yang belum pernah ia alami, seuatu yang belum pernah ia lihat. Kini ia melihatnya dengan jelas dan itu tepat di depan matanya. Hal itu membuatnya menjadi mual dan muntah.
Saat ia ingin mengangkat kepalanya, sebuah kaki mendarat tepat di atas kepalanya dan menjatuhkan wajahnya tepat di tempat ia muntah.
Saat itu mage tersebut mencoba untuk melawan, namun ia tidak dapat melakukannya karena pijakan yang memijak kepalanya sangay berat hingga ia tidak dapat mengangkat kepalanya.
Satu jatinya terpotong oleh sebuah pedang yang tajam. Pedang itu adalah pedang rekannya sendiri. Ia ingin berteriak, namun ia tidak dapat melakukannya karena sekarang kapalnya berada di lantai.
Satu persatu jarinya terpotong, dan hal itu membuat nya sangat kesakitan hingga membuat air matanya berubah menjadi darah. Ia sangat kesakitan dan sudah tidak sanggup untuk menahan rasa sakitnya itu.
Namun pria berambut putih yang melakukan kekejaman tersebut, ia sangat tenang. Bahkan dirinya tidak mengubah ekspresi nya sedikit pun saat membunuh. Sikapnya yang dingin membuat dirinya menjadi pembunuh yang mengerikan, bahkan mereka tidak dapat membayangkan kengerian tersebut.
Setelah mage tersebut mati dengan pedang rekannya yang menancap di kepalanya. Ia berjalan mendekati pria besar tersebut.
Pria besar itu berkeringat dan ketakutan. Ia ingin berteriak dan meminta bantuan. Namun naas. Nasibnya sangat sial karena pita suaranya telah di potong oleh pria berambut putih itu dengan sangat akurat.
" Apa? Kau takut? " Ucap pria berambut putih tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
Tegar Ganz
revisi
tsrpisah=terpisah
2022-12-22
0
Tegar Ganz
revisi
kedao=kedap
2022-12-22
0
Tegar Ganz
revisi
kanepa=kenapa
2022-12-22
0