Di saat kelompok petualang tersebut dalam kesulitan. Xi lebih memilih untuk menonton dari atas pohon, ia berdiri di atas sana sambil memperhatikan mereka. Selain memperhatikan kekompakan kelompok petualang tersebut, ia juga mengevaluasi pergerakan dari monster yang kelompok tersebut hadapi.
' Black Spider... Walau monster ini mirip dengan serangga, namun mereka bukan serangga... Walau termasuk dalam arthropoda, tetapi memiliki kelas yang berbeda... Walau begitu Black Spider tetap lah monster yang merepotkan karena jumlah mereka yang banyak. ' Ujar nya sambil memperhatikan dari atas pohon.
' Black Spider cenderung aktif di malam hari, tapi bukan berarti mereka lemah di siang hari... Berburu Black Spider di siang hari memanglah strategi yang bagus, karena mereka takut cahaya dan tidak dapat melihat dengan baik bila terkena sinar matahari, tapi... Kalau menghadapi mereka di tempat yang teduh sama saja bohong. ' Lanjutnya dengan santai melihati kelompok petualang yang terpojok itu, ia merasa sangat senang saat melihat kelompok petualang tersebut terpojok. Namun ia juga kesal karena herus menyelamatkan mereka.
' Dari pada menyelamatkan mereka... Kenapa aku tidak membunuh mereka saja... Quest ini benar - benar membuatku kesal. ' Ujarnya dengan ekspresi dingin dan kesalnya saat mendapatkan Quest tersebut sambil mengingat kembali saat ia mendapatkan Quest tersebut.
Beberapa menit sebelumnya, sebelum dirinya berada di tempat itu. Xi yang baru bangun dari tidurnya di kejutkan dengan munculnya sebuah layar biru di depan wajahnya.
[ Selamat siang Tuan ]
" Siang... Kau mengejutkan ku... " Balas Xi kepada System. Para undead yang ia sebar sebelumnya mereka telah kembali dan berkumpul di bawah pohon yang teduh. Melihat itu Xi sempat terdiam sesaat saat ia melihat para Undead yang berteduh di bawah pohon. Dan setelah memerhatikan nya dengan seksama ia sadar akan sesuatu.
" A benar juga... Undead seperti mereka tidak bisa terkena sinar matahari. Aku pikir mereka akan melihat surga saat di bawah sinar matahari... Kembalilah kalian! " Ujarnya sambil meminta para undead untuk kembali. Para undead masuk ke dalam bayangan Xi dan bersembunyi di dalam sana, dan jika Xi memanggil mereka, mereka dapat langsung muncul saat itu juga.
" Undead itu lemah terhadap sinar matahari, api dan juga sihir suci... Tapi aku memiliki skill berelemen api, secara alami aku adalah musuh mereka. " Ucapnya sambil memegang dagunya, ia sedang memikirkan sesuatu untuk para undead miliknya. Dan sesaat ia mendapatkan sebuah ide yang sangat menarik. Ia pun terseyum kecil dan dingin bersamaan dengan matanya yang merah menyalah saat itu.
' Undead memang lemah terhadap sinar matahari dan sihir suci, serta mereka tidak tahan terhadap sihir api... Para undead yang aku miliki tidak dapat terpapar di sinar matahari, namun ada cara membuat mereka bisa bertahan di bawah teriknya sinar matahari. ' Pikirannya saat itu dan ingin melakukan eksperimen nya untuk menciptakan pasukan undead yang dapat bertahan di bawah sinar matahari.
Namun saat ia mencoba ingin menuangkan idenya, sebuah notifikasi dari system muncul dan memberitahukan sesuatu kepada Xi.
[ Quest telah di dapat ]
Mendengar itu Xi terdiam terkejut.
[ Sekelompok petualang memasuki hutan dan sedang berburu Black Spider, kini mereka dalam kesulitan ]
[ Quest ]
[ Selamatkan para petualang yang dalam kesulitan ]
[ Jumlah petualang yang di selamatkan 0/4 ]
[ Hadia : Level Up 5x ]
[ Quest tidak dapat di tolak ]
[ Kegagalan ]
[ Hukuman turun 3 Level ]
" Ha? " Xi benar - benar di buat terkejut saat ia mendapatkan Quest tersebut. Sontak dirinya terdiam seperti sebuah patung.
" Apaan ini?!! Kenapa aku harus menyelamatkan orang yang gak aku kenal? " Ucapnya saat itu dengan keras hingga membuat burung - burung berterbangan.
Di saat yang sama di dalam pikirannya, ia berkata dengan kesal seperti ' Kenapa Questnya bukan membunuh mereka saja. ' Pikirnya saat itu dengan tampang yang kesal. Ia pun akhirnya pergi mencari mereka dengan bantuan maps yang ada pada system. Saat itu ia kesal karena harus menyelamatkan orang yang tidak ia kenal.
Sementara saat ini kelompok petualang telah di pojokan oleh sekelompok Black Spider, mereka menjadi semakin kesulitan karena salah satu dari mereka membuat kekacauan dengan menyerang Black Spider secara membabi buta, dan tidak memperhatikan sekitar dirinya.
Hal itu membuat ketiga rekannya menjadi kesulitan dalam memahami situasi sekarang, pertama mereka sedang dalam kesulitan dan di sisi lain rekannya malah bertarung sendiri seenaknya.
' Sialan... Kalau kita selamat dari penyergapan para monster ini... Aku pasti akan memukul kepala b*jingan itu. ' Ujar Osama dalam hatinya. Ia sangat kesal karena Kakuya selalu saja melakukam hal yang merepotkan.
Di saat mereka sedang di sibukan oleh para Black Spider, seekor monster dengan kecepatan tinggi datang menghampiri mereka. Monster tersebut merayap di tanah dengan cepat menuju tempat pertarungan.
Tanpa basa - basi ia langsung menunjukkan dirinya dan menyerang salah satu dari kelompok petualang tersebut, serangannya yang cepat membuat Assassin dari kelompok tersebut tidak dapat menghindari nya dan monster tersebut menghantam dirinya dengan sangat kuat.
" IRINA! " Tariak Vina dengan keras. Ia sangat khawatir dengan ke adaan temannya saat itu, namun ia tidak berani untuk maju karena ada monster disana.
Monster itu berupa seekor ular yang besar, dan dengan pandangan matanya yang sangat tajam menatap ke arah para petualang tersebut.
Melihat Irina yang telah menghilang, Vina menjadi sedih dan dia terduduk terdiam sambil menangis saat melihat temannya telah di makan oleh monster tepat di depan matanya.
" Oi apa ini teman mu? " Ucap seseorang dari belakang dengan nada suara yang dingin.
Segerah mendengar suara tersebut Vina langsung menoleh ke belakang dan melihat siapa yang berbicara. Saat itu ia melihat seorang pria muda yang tampan sedang mengendong Irina di kedua tangannya.
Vina yang sebelumnya sedih karena melihat temannya menghilang, kini ia menjadi senang karena temannya tidak terbunuh oleh monster tersebut.
" Irina kau baik - baik saja! " Ucap Vina sambil berlari ke arah mereka berdua.
" A iya... Aku... KYAAHH! " Sebelum ia selesai berbicara. Xi dengan santainya melepaskan gendongannya dan menjatuhkan Irina ke tanah. " Hei kau kasar sekali! " Ujar Irina sambil mengeluh dengan perlakuan Xi.
Namun Xi mengabaikan dan tidak memperdulikan tentang tindakannya yang kasar tersebut. Melainkan pandangannya teralihkan dengan sekumpulan monster yang ada di depannya.
" Inkarnasi dari sang api. Fire Ball " Xi melantunkan sebuah mantra dan dalam sekejam sebuah bola api yang besar muncul dan ia lepaskan ke arah kerumunan monster tersebut.
Dalam sekejap banyak Black Spider yang mati karena terkena bola api tersebut, efek dari ledakan dari bola api tersebut menyebar ke sekitarnya dan membakar beberapa Black Spider yang ada di dekatnya.
' Makhluk melata ini berhasil menghindarinya... Pergerakannya cepat. Ini akan merepotkan. ' Ujar Xi dalam hatinya sambil menatap monster ular tersebut. ' Ular ini sisik ungu bercorak merah... Dia sangat mirip dengan Demon Snake. ' Lanjutnya. Membandingkan monster tersebut seperti seekor monster yang ada di dalam game yang pernah Will mainkan.
[ Benar taun ]
[ Monster tersebut adalah Demob Skane. Salah satu dari penghuni hutan ini, dan merupakan predator dari para predator di hutan ]
' Predator dari para predator? ' Gumam Xi ada saat itu setelah ia mendengar itu dari system ' Itu artinya tidak ada predator yang lebih kuat dari monster ini di dalam hutan ini. ' Lanjutnya sambil menatap tajam Demon Snake.
Ia memegang sebuah Dagger di tangannya, dan dengan cepat ia bergerak ke arah Demon Snake. Hanya dalam waktu singkat ia menutupi jarak dirinya dan Demon Snake, serangan pertamanya darinya melukai Demon Skane tersebut, dan membuat Demon Snake menjerit kesakitan.
' Sisiknya cukup keras sehingga akan sulit untuk di tembus oleh senjata, tapi berkat kecepatan dan ketajaman senjataku, aku dapat melukainya. ' Ujarnya saat itu sambil menguji kekerasan yang di miliki oleh Demon Snake.
' Demon Snake ini monster Rank D dan yang tertinggi kalau tidak salah itu C. Ciri - ciri dari monster ini selain coraknya yang mengkilau, ia juga memiliki taring yang tajam. Namun monster ini tidak beracun. Aku rasa aku bisa mengalahkannya. ' Lanjutnya.
Ia lanjut bergerak. Dengan cepat ia menutup jaraknya antara dirinya dam Demon Snake. Demon Skane yang memiliki ukuran tubuh lebih besar sulit untuknya menghindari serangan dari Xi, hal itu memudahkan untuk Xi untuk terus menyangnya dan sampai akhirnya monster tersebut tumbang dan berhasil di kalahkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
Ryan
sikap dingin itu gak harus angkuh pada setiap orang Thor...walau pun nantinya dia jadi dewa kematian pun gak harus seperti itu juga kali... karakter MC jelas sampah...
2023-09-05
1
dsnbl
demon snake atuh bukan demob skane
2022-11-20
0
Skylarsii17
ularnya di sayang-sayang malah mati
menyayangnya=menyerang nya
2022-02-18
3