"Hiks Hiks.... Kak Xi. Bertahan lah" ucap Alsia sambil menangis tersedu - sedu.
"Xi aku mohon bertahanlah. ambulance akan datang,kumohon bertahanlah." ucap Will yang Air matanya keluar secara perlahan.
orang - orang di sekitar yang melihat itu pun turut membantu mencari rumakasit terdekat. dan beberapa dari mereka mengamankan pelaku dan memanggil pihak berwajib.
"Hiks... hiks... hiks... kak Xi...hiks."
" He he he gadis bodoh" ucap Xi sambil mengusap Air mata Alsia.
"Hiks...hiks j-jangan pergi hiks.."ucap Alsia yang masih menangis.
" Sudara berhanlah kumohon"ucap Will.
Xi terseyum senang, Dia tidak menyangka kalau mereka berdua sangat memperdulikannya, padahal dia itu orangnya dingin.
Xi benar - benar senang memiliki saudara seperti mereka, walau mereka bukan saudara kandung.
"uhuk...uhuk.uhuk"
" Kak Xi hhhiks...hiks..jangan tinggalkan Alsia. Kalau kak Xi pergi Dengan siapa Alsia akan mengadu saat di ganggu nantik hiks."ucap Alsia.
" Heh gadis bodoh, masih a - Ada Will tempat mu untuk mengadu kalau aku t -uhuk tidak ada"ucap Xi walau merasakan rasa sakit Dia tetap masih berbicara.
" T - tapi Will itu kan pengecut,b - bagaimana bisa aku mengadu padanya"ucap Alsia.
Will yang mendengar itu, seperti ada sebuah pedang menusuk ke dadanya ' uh Alsia kenapa kau malah mengatakan itu di depan Xi'an ucap Will dalam batin sambil menangis karena di katakan, karena pasalnya dia memang pengecut.
"He he he uhuk Kau memang gadis yang manja kau selalu saja manja kepadaku dan juga Will.
uhuk...uhuk... Will selanjutnya Uhuk kau jagalah Alsia ak..."belum sempat menyelesaikan kata - katanya Xi pun sudah tidak sadarkan diri.
semua orang yang melihat pun juga merasa sedih, karena mereka tidak dapat melakukan apapun. yang paling terpukul adalah Will Dan Alsia karena melihat orang yang telah di anggap sebagai kakaknya meninggal di depan matanya.
Air mata pun berlinang di wajah Will dan Alsia
mereka kehilangan seorang kakak tepat di depan mata mereka. Alsia terus menangis Dan menyalahkan diri sendiri karena tidak mendengarkan kata - kata Xi. Will mencoba menenangkan Alsia karena ini juga kesalahan kami sebagai kakak.
" KAK XI WHUAAA!!!!"Alsia terus menangis dan pada akhirnya di pingsan karena tidak kuat melihat semua ini. Dia berharap ini hanyalah mimpi.
Disisi lain
" arg A - aku ada di mana? kenapa aku bisa ada di sini?" ucap Xi sambil berdiri.
sekilah ingatan Xi pun kembali. Dia ingat kalau Dia di tabrak sebuah Truk saat menyelamatkan Alsia.
" Ah iya juga, akukan sudah mati. Apakah ini akhirat? kenapa gelap sekali?" ucap Xi.
Xi yang bingung kanapa hanya ada kegelpan. bahkan cahaya pun tidak dapat masuk, Di berjalan entah kemana, dan terus berjalan tanpa arah.
pada akhirnya di melihat Setitik Cahaya kecil.
Dia pun berjalan menuju cahaya itu. Xi mengulurkan tangannya, dan terus berjalan.
Dia terus berjalan mengikuti cahaya itu, dan semakin Lama semakin membesar, dan menyilaukan mata.
"Jadi ini Kah cahaya yang tadi. Sungguh mengagumkan." ucap Xi dengan tangan masih mengarah kedepan.
Xi merasa ada sesuatu di depannya. Namun dia tidak tau itu apa, karena di depannya di penuhi oleh kegelapan.
perlahan demi perlahan, cahaya mulai menyinari, sedikit demi sedikit Sosok itu mulai terlihat. Dari kaki terus menerus ke atas hingga terlihatlah Sosok tersebut.
Sosok tersebut mengenakan baju berwarna hitam kemerahan dan rambut berwarna hitam,sambil membawa sebua sabit berwarna biru kehitaman.
" Sebenarnya siapa kau? dan aku berada dimana?." tanya Xi.
" Ho ternyata kau tidak takut dengan ku " ucap sosok tersebun.
" aku takut? ha! aku akui kalau orang lain yg melihatmu pasti ketakutan, karena Kau muncul dari kegelapan yang kemudian bisa terlihat dengan cahaya ini dan membawa sebuah sabit"
" jika itu orang lain. Pasti mereka sudah bersujud di hadapan mu." ucap Xi yang tangannya belum dia turunkan dari tadi.
" ha ha ha kau sangat menarik, aku suka itu. tapi apakah kau tidak takut dengan ku yang seorang dewa kematian ini?" ucap sosok itu.
" walau kau seorang dewa, aku tetap akan sama seperti ini." ucapnya dengan dingin.
mendengar itu sang dewa pun sedikit terkejut. pasalnya orang ini tidak takut sama sekali bahkan sang dewa tidak dapat melihat ketakutan di hatinya.
' sosok seperti ini lah yang aku cari selama ini. Akhirnya setelah sekian Lama aku bisa meneruskan garis keturunan ku.' Ucap dewa itu dalam hati.
" Kau sunggu mengejutkan ku, dan aku tidak pernah melihat seorang manusia yang tidak memiliki ketakutan seperti mu."
mendengar itu Xi hanya diam saja. Sejujurnya Xi ingin bertanya kenapa dia bisa ada di sini.tapi dia mengurungkan niatnya.
" Hei nak siapa nama mu?" tanya sang dewa.
Xi yang mendapatkan pertanyaan itu, dia tanpa ragu menjawab" Namaku Xi " jawabnya dengan dingin.
"Wow kau ternyata orang yang dingin"
"aku tidak peduli soal itu "
"Xi, aku sebagai sang dewa kematian memintamu untuk menjadi penerus kekuatan dan darah ku, apakah kau mau menjadi penerus ku?" ucap sang dewa sambil bertanya.
Xi yang dari tadi masih belum menurunkan tangannya, tiba - tiba ada seekor merpati putih hinggap di tangannya. Xi sempat bingung kenapa ada merpati di tempat seperti.
Xi pun segerah melupakan hal yang tidak penting itu. Xi yang sempat bingung,apakah mau menjadi keturunan dewa kematian sekakigus mewarisi kekuatannya.
setelah beberpa saat " Baik lah aku mau menjadi penerus mu. Tapi bagaimana orang lemah sepertiku bisa menjadi keturunan dan mewarisi kekuatanmu yang amat dasyat itu?" tanya Xi.
Dia tidak mengira kalau Xi akan bertanya seperti itu, jika itu orang normal pasti akan langsung menerima tanpa banyak tanya.
" Soal kekuatan kau tenang saja aku akan memberikan sesuatu yang dapat membuatmu menjadi kuat, tapi kau harus mulai dari awal, bagaimana?"
tanpa banyak pikir Xi langsung tau inti dari perkataan dewa itu dan menjawab " Baiklah itu tidak masalah, aku juga tidak keberatan harus memulai dari awal. Karena untuk menjadi kuat harus berusaha keras dan memulai semua dari Nol."
Sekali lagi Dewa itu dibuat terkejut oleh Xi. Karena Xi tidak ingin sebuah kekuatan secara instant. Sebenarnya sang dewa bisa membuat Xi menjadi kuat Secara instant, tapi mendengar perkataan Xi sepertinya dia bukan orang yang menyukai hal - hal seperti itu.
" Baiklah karena kau sudah setuju maka dengan ini, ku nyatakan kau sebagai penerus sang dewa kematian ini."
" Nama ku Krey Arcadia menyatakan Xi sebagai penerusku, Mulai sekarang namamu adalah Xi Arcadia, buatlah aku bangga dengan nama yang aku berikan dan hapus siapa saja yang menghalangi mu"
" Nak tutuplah mata mu "
Xi tanpa banyak tanya langsung menutu matanya. Disisi lain sang dewa menyayat telapak tangannya sendiri.
darah mulai keluar dari telapak tangan dewa itu, dan menuju ke Xi. Darah itu mulai mengelilingi Xi dan menutup Xi seperti kepompong.
sementara itu Xi merasa kalau darahnya mulai keluar dan berganti dengan darah yang lain, begitu juga dengan semua oragan dalamnya.
setelah bebarapa saat akhirnya selesai juga semua darah yang mengelilingi Xi, semuanya masuk kedalam tubuh Xi tanpa ada sisa.
" Selamat nak kau telah menjadi keturunanku dan sekarang aku akan mengrim mu kedunia lain. Di dunia itu yang kuatlah yang akan di hormati dan yang lemah akan di binasakan."
" Bagaimana caraku untuk menjadi kuat di dunia itu?" tanya Xi.
"kau tidak perlu khawatir karena aku telah mencipakan sebuah system, seperti yang ada dalam game yang pernah kau mainkan jadi kau Hanya perlu berusaha untuk menjadi kuat."
Xi pun mangangguk mengerti
"Baiklah karena kau sudah mengerti, sampai jumpa lagi bocah naga ha ha ha "
Xi pun tiba di dunia yang di bicarkan itu. Dia tidak meyangka dunia baru ini sangat indah. kini Dia telah berengkarnasi dan mendapatkan kehidupan untuk ke Dua kalinya.
" jadi ini Kah dunia yang aku tempati sekarang"ucap Xi.
[ Selamat tuan telah menjadi pemilik ku ]
Xi sedikit terkejut dengan munculnya sebuah layar biru Di hadapannya. Tapi dia tidak menunjukkan reaksi terjut.
" Jadi ini system yang Dewa itu maksud benar - benar seperti game"ucap Xi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
🇳🇴🇻🇪🇱 🇮🇩
emang kamu di mana? /Shame/
2024-12-18
0
🇳🇴🇻🇪🇱 🇮🇩
Arti kata "abadi" adalah kekal, tidak berkesudahan, atau tidak fana. Kata "abadi" juga dapat diartikan sebagai:
Tidak dapat mati
Tidak dapat tunduk pada kematian
Diingat atau dirayakan sepanjang masa
Tidak dapat berubah, tetap
Terus-menerus
2024-12-18
1
Putra_Andalas
gk ada Rumakasit ,klo Rumah Sakit banyak noh...
2024-10-22
0