Setelah ia mendapatkan kartu identitas nya dengan nama samaran. Ia melihat sebuah kertas yang ada di meja tersebut, dan di sana terlulis sebuah Quest.
Quest itu berisi, sebuah permintaan untuk menangkap 2 ekor ular ungu tiga mata yang memiliki racun yang mematikan. Dan permintaan nya, adalah membawa ular tersebut hidup - hidup, yang terpenting ular tersebut tidak sekarat dan tidak masalah apa bila hanya terluka kecil.
Xi yang melihat Quest tersebut menjadi penasaran dengan ular yang di maksud. Jadi ia berencana untuk mengambik Quest tersebut, bukan hanya sekedar penasaran, namun ada tujuan lain.
" Quest ini... " Ucapnya sambil mengambil kertas yang berisi Quest, dan menunjukkan kepada wanita administrasi tersebut. " Aku ingin mengambilnya. " Pinta Xi. Dengan tatapan yang dingin.
Sekejap tatapan Xi membuat wanita tersebut menjadi berkeringat. Tatapan itu bukan lah tatapan yang ramah. Namun tatapan seseorang yang ingin membunuh orang lain.
" Sa saya bisa menyetujui nya... Tapi... Quest ini sangat berbahaya tuan... Sudah ada banyak petualang yang meregangkan nyawanya karena Quest ini... Jadi... " Ucapnya sambil mengingat para petualang yang telah tergigit dan teracuni oleh ular tersebut. Ia mencoba untuk membuat Xi untuk berpikir dua kali sebelum memilih Questnya. Terlebih lagi, Xi juga baru menjadi petualang.
Namun tatapan Xi tidak berubah dan tetap bersikeras untuk mengambil Quest yang ia inginkan. Mau tidak mau wanita itu harus menyetujui nya karena petualang telah memilih Quest yang ia inginkan. Selama Quest tersebut tidak lebih tinggi dari rank milik petulang yang memilih, maka Quest dapat di jalankan.
Quest yang telah di setujui, dan Xi pun keluar dari Guild petualang untuk menyelesaikan Quest tersebut.
Menurut informasi yang di berikan oleh wanita itu kepada dirinya. Tempat yang biasanya ular - ular tersebut tinggal berada di sisi hutan bagian timur, dan untuk ke san juga harus melalui gerbang yang ada di timur.
Dua jam berlalu dan kini Xi berada di hutan yang di maksud. Hutan Avilas adalah hutan nama hutan tersebut. Dimana di dalam hutan itu terdapat banyak predator yang sangat ganas dan berbahaya. Banyak petualang yang menghindari Quest yang melalui hutan ini, namun mereka yang memiliki keberanian serta kemampuan yang cukup. Biasanya sering kali mengambil Quest yang bertempat pada hutan Avilas.
' Sulit untuk menemukan ular ungu mata tiga ini... Terlebih mereka tingga di dalam sebuah lubang yang ada di bawah pohon... Tapi dengan bantuan system aku dapat menemukan mereka dengan cepat. ' Ucapnya dalam hati sambil berdiri di depan sebuah pohon. Yang di bawahnya ada sebuah lubang tempat tinggal dari ular ungu bermata tiga.
" Mudah untuk membuatnya keluar... Hanya perlu sedikit api saja. " Ucapnya dengan santai sambil mengeluarkan api dari tangannya dan memanaskan tanah yang ada di sekitarnya.
Asap mulai muncul dari lubang tersebut, dan suara ular mendesis mulai terdengar. Perlahan ular tersebut muncul dari balik lubang dengan kondisi dimana ia sedang kepanasan.
Dengan refleks yang cepat Xi langsung menangkap kepala ular tersebut. Setelah ia melihat ukuran ular tersebut ia cukup terkejut karena ukurannya hampir sebesar telapak tangannya, dan memiliki panjang sekitar 30 cm.
" Jadi ini ularnya? " Ujar Xi.
[ Ular ungu tiga mata ]
[ Rank : D ]
[ Level : 22 ]
[ Seekor reptil yang hidup di bawah pohon dan memangsa hewan mau pun monster yang lebih lemah dari dirinya. Walau ular ini terlihat lemah, namun ia memiliki bisa yang sangat mematikan. Satu gigitannya dapat membuat orang dewasa lumpuh, dan ke adaan terburuknya dapat terbunuh. ]
" Racun nya boleh juga... " Ujar Xi dengan santai melihat mata ular tersebut sambil memegangnya.
Ia membuka shop system dan membeli sesuatu. Tepat di depannya muncul beberapa botol kecil yang sangat mirip dengan tabung reaksi. Ia dengan santai memegang botol kecil tersebut dan menarunya tepat di bawah taring ular yang ada di tangannya.
Dan saat itu, sebuah cairan keluar dari taringnya. Itu berupa bisa ular ungu mata tiga yang sangat berbahaya.
Setelah beberapa saat, ia mendapatkan dua botol penuh yang berisi bisa ular ungu mata tiga. Dan menyimpan bisa ular tersebut di dalam investory. Ia pun tidak lupa membeli sebuah wadah kaca yang berbentuk seperti balok yang ukurannya cukup besar untuk menyimpan ular tersebut.
10 menit berlalu. Dan ia mendapatkan lebih dari dua ular ungu bermata tiga, karena jumlahnya yang lebih dari apa yang di minta. Ia pun hanya mengambil bisa ularnya dan membawa dua ular ungu mata tiga untuk bukti jika Questnya telah selesai.
" Aku sudah dapat sekitar 11 botol bisa ular ungu... Dan dua ular ini harus aku bawa ke Guild. Waktunya kembali. " Ujarnya dan pergi meninggalkan hutan.
Waktu cepat berlalu dan di dalam Guild, seseorang yang berpakaian mewah dan berkilau ada di dalam guild dan sedang menagih apa yang ia minta. Dan terjadi sedikit keributan di dalam sana.
" APAA! BELUM SELESAI?!! " Ujar seorang pria berkumis tebal dengan keras. Ia terkejut karena sudah satu minggu tidak ada satu pun petualang yang dapat menyelesaikan permintaannya.
" Baron Acnot... Mohon tenang lah... " Ujar seorang wanita menenangkan pria tersebut.
Ia adalah salah satu dari keluarga bangsawan yang ada di negara Blue Sky Bird. Baron Von Acnot adalah keluarga bangsawan yang memiliki status tinggi di negara ini. Walau posisinya tidak setinggi Viscount, namun ia yang memiliki posisi paling tinggi di antara para Baron lainnya.
Ia memegang kepalanya karena pusing. Itu karena permintaan nya tidak satu pun dari Guild petualang yang ada di negara ini dapat menyelesaikan nya. Ia telah menunggu selama satu minggu, namun hasilnya tidak ada satu pun yang dapat melakukannya.
" Permintaan ada terlalu berat untuk para petualang... Ular ungu mata tiga memiliki racun yang berbahaya, dan mustahil untuk di tangkap hidup - hidup... " Ujar Wanita tersebut dengan wajah yang berkeringat karena saat ini ada seorang bangsawan di hadapannya.
" Begitu kah... Aku rasa aku membuat permintaan yang berlebihan... " Ujar Baron Acnot dengan muka yang murung. " Aku rasa aku akan membatalkan permintaan ini. " Lanjutnya dengan murung.
Semua orang tampak sedih namun juga takut karena ia seorang bangsawan. Bisa saja orang itu membuat mereka semua jatuh saat itu juga.
Dalam keheningan itu, seorang pria berambut putih datang dengan santainya dan mengucapkan. " Kalau di batalkan sia - sia dong aku menangkapnya? " Ujarnya dengan santai di dalam keheningan.
Mendengar itu semua orang langsung mengalihkan pandangan nya menuju sumber suara. Dan tepat di depan pintu ada seorang pria muda berambut putih dengan mata merahnya yang tajam menatap mereka semua.
Sang Baron yang mendengar perkataan anak muda tersebut bingung. Karena ia bingung, ia memutuskan untuk bertanya kepada pemuda tersebut. " Anak muda... Apa yang kamu maksud? " Tanya nya dengan wajah yang berkeringat. Karena tatapab dari anak muda itu sangat tajam seperti pemangsa.
Pria itu mengeluarkan sesuatu dengan menggunakan sihir. Atau di sebut sihir ruang. Di sana terdapat sebuah wadah kaca yang berbentuk balok dan di dalamnya terdapat dua ekor ular ungu mata tiga. Dan kedua ular itu tidak memiliki luka sedikit di tubuhnya saat pria tersebut menangkapnya.
Semua orang tsrkejut karena ada seseorang yang berhasil menyelesaikan Questnya. Terlebih lagi pria tersebut masih muda.
Baron Acnot yang tadinya murung dan berniat untuk menarik kembali permintaan yang ia minta. Dengan cepat wajahnya berubah menjadi gembira saat melihat apa yang permuda itu bawa.
Segera ia berlari menghampirinya dan melihat ular ungu mata tiga tersebut dari balik wadah kaca yang transparan tersebut. Ia sangat senang dapat melihat kedua ular tersebut di bawa kehadapannya tanpa ada luka sedikit pun.
" Waoh... Kaca yang sangat indah... Ini sangat mewah... " Ujarnya sambil memerhatikan tempat ular tersebut dengan senang. " Anak muda... Terimakasih sudah menyelesaikan Quest... Tidak permintaan ku... Bagaimana kalau mampir kerumah ku sebentar dan membicarakan bisnis di sana. " Ajak Baron Acnot dengan wajah yang senang dan mengundang pemuda tersebut kerumahnya.
" Sakaki - San. Kau sangat beruntung. " Ucap Wanita administrasi yang sebelumnya. Tampak ia sangat senanh sekaligus terkejut karena seorang bangsawan langsung mengundang seseorang secara pribadi.
" Maaf. Aku sibuk. " Ujar Xi dengan dingin dan tatapan yang tajam. " Kau bisa menyimpan nya jika kau mau. " Ujar Sakaki sambil membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Guild petualang.
Semua orang yang ada di sana tercengang serta membeku setelah mendengar perkataan Xi yang menolak undangan pribadi dari seorang bangsawan. Bukan hanya para petualang, bahkan Baron Acnot juga tercengang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
ZOYA
satu kaki aje skalian
2023-10-03
0
Eros Hariyadi
gimana seehh nyelesain quest dari guild koq ga da hadiahnya ? mang kerja bakti gratisan.... paraaahh bangeett 🤔🙄😫
2022-06-16
0
Andreas Jonathan
mantap
2022-02-14
0