Bandit yang telah mati bangkit kembali menjadi undead. Semua bandit yang mati di sana menjadi skeleton kecuali satu undead yang bangkit dengan tubuh yang utuh. Mereka menekuk lututnya dan berlutut di hadapan Xi, mengakui dirinya sebagai tuan mereka yang baru.
' Rank ku C sekarang... Dan kali ini aku bisa mengendalikan 50 undead... Cukup menarik. ' Ujar Xi dalam hatinya.
Ia menarik kembali undead - undeadnya kedalam bayangannya dan berjalan mendekati seekor kuda yang di bawa oleh para bandit.
' Untung saja mereka membawa kuda... Jadi aku tidak perlu jalan kaki ke sana. ' Ujar dalam hati sambil menunggangi kuda tersebut.
Ia pergi menuju ke kerajaan Blue Sky Bird dengan kuda yang di bawa oleh para bandit tersebut. Waktu terus berjalan dan hari mulai malam, setelah beberapa jam ia akhirnya sampai di kerajaan Blue Sky Bird.
Terlihat tembok besar dan kokoh berdiri mengelilingi negara tersebut, dan dari kejauhan terlihat cahaya lampu yang menerang. Di dalam banyak bagunan yang indah dengan cahaya lampu yang menenangkan. Malam hari menjelang para warga masih aktif dalam pekerjaan mereka.
Seperti berdagang dan semacamnya. Mereka melakukan pekerjaan yang sekiranya mereka mampu, dan menghasilkan uang untuk kehidupan yang mereka jalani. Tampak seyum gembira dan senang saat mereka berada di dalam negara tersebut.
Dari kejauhan Xi. " Jadi... Ini negara Blue Sky Bird... Ini tampak kurang cocok untuk ku... Tapi terserah ini yang terdekat. " Ujarnya dengan ekspresi yang dingin. Dan pergi menuju gerbang negara Blue Sky Bird dengan kuda yang ia tunggangi.
Sesampainya ia di depan gerbang, ia harus mengantri terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kota. Di luar sana juga ada banyak orang yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam.
Setelah 10 menit akhirnya gilirannya tiba. Karena banyaknya orang yang berdatangan ke negara tersebut, membuat dirinya harus mengantri cukup lama.
" Permisi tuan, apakah anda memiliki kartu identitas? " Tanya seorang penjaga kepada Xi yang ingin masuk ke dalam kota.
Dengan tenang Xi menjawabnya. " Tidak... Aku rasa aku menjatuhkannya saat pertarungan di jalan tadi. " Jawabnya dengan tenang.
Semua orang yang melihat Xi, terutama wanita mereka sangat terpesona. Ketampanan Xi menusuk hati mereka, bahkan wajah mereka memerah hanya karena melihat Xi. Dalam pikiran para wanita saat itu, mereka sedang membayangkan apa yang terjadi jika mereka dapat bersama dengan Xi.
Ada yang membayangkan tentang pernikahan mereka, keluarga serta anak - anak, bahkan hal yang paling mantap pun juga mereka bayangkan.
Namun dari semua itu, tentu ada yang tidak senang akan kehadirannya. Hawa yang sangat tidak senang serta rasa iri mereka, mereka arahkan kepada Xi. Tentu saja itu adalah para lelaki yang ada di luar sana. Bahkan para penjaga yang berjaga di luar gerbang juga iri kepada dirinya.
Dalam hatinya ia berkata. ' Ini sangat familiar. ' Ucapnya saat itu, saat semua sorotan mata tertuju kepada dirinya.
Penjaga yang bertanya kepada Xi sebelumnya. Ia mengubah nada bicaranya yang tenang dan santai sebelumnya, menjadi nada yang berat dan juga tegas.
" Tuan, anda perlu membayar 1 koin emas untuk memasuki kota ini jika anda tidak memiliki kartu identitas. " Ujar Prajurit tersebut dengan nada yang tegas.
Xi terkejut saat melihat perubahan sikap prajurit tersebut yang sangat cepat. Namun dengan dingin ia membalas. " Oh... " Balasnya dengan melemparkan satu buah koin emas kepada prajurit tersebut.
" Karena Anda telah mengikuti aturan negara ini dengan baik, anda dapat masuk ke dalam. Silahkan masuk tuan! " Lanjut Prajurit tersebut dengan nada yang tegas.
Xi pun masuk ke dalam dengan membawa kuda miliknya, sesampainya ia di dalam kota. Terlihat dari dekat kota tersebut sangat damai, dan banyak kesenangan yang mereka tunjukkan. Bahkan anak kecil saja masih dapat bermain - main saat malam hari sudah tiba.
Banyak kedai - kedai yang berdiri di pinggiran jalan dan menjual banyak makanan, serta warung - warung kecil yang menjual roti, sayur - sayuran, serta daging hewan ternak.
Bukan hanya pedagang yang aktif di siang mau pun malam hari, ada beberapa prajurit yang menjaga keamanan kota, serta prajurit - prajurit yang melakukan patroli di malam hari untuk menertibkan warganya.
' Bahkan bukan hanya penjaga saja yang berpatroli... Ada beberapa assassin yang bersembunyi di atas sana. ' Ujarnya dalam hati sambil melirik para Assassin yang sedang bersembunyi.
Dengan tatapan nya yang tajam ia melirik dengan tajam para Assassin tersebut. Sambil memainkan koin emas dan perak yang ia dapat.
Koin emas dan perak yang berada di dalam kantung kain itu adalah hasil dari ia menjual kuda yang ia ambil dari para bandit sebelum datang ke negara ini.
' Aku cukup Apresiasi dengan raja yang mengatur negara ini... ' Ucapnya dalam hati.
Ia pun mengabaikan para Assassin tersebut dan pergi manjauh dari sana sambil berjalan - jalan mencari sebuah penginapan.
Sementara itu, sebelum Xi pergi. di atas perumahan yang cukup tinggi. Tiga orang Assassin yang ada di sana masih mengawasi warga seperti biasa. Namun dari ketiga Assassin tersebut, ada satu orang yang merasakan kalau tempat mereka sudah di ketahui, hal itu membuatnya menjadi berkeringat. Jelas jelas
Melihat rekannya yang berkeringat serta tidak bersikap seperti biasanya. Salah satunya pun bertanya kepada Assassin 1.
" Hei kau kenapa? Kenapa kau sampai berkeringat seperti itu? Jangan bilang kalau kau takut hantu? " Ucap Assassin 2 sambil bercanda.
" Haa! Apa kau bilang?!! " Teriak Assassin 1 dengan keras.
" Hei, hei pelankan suara mu! " Ucap Assassin dua sambil menutup mulut Assassin 1 dengan kedua tangannya. Ia sempat terkejut karena Assassin 1 berteriak.
" Bueh... Lepaskan! Apa - apaan kau ini. " Balas Assassin 1 dengan kesal.
" Yah, habisnya kau mengangetkan ku gitu. " Ucapnya dengan muka yang tidak bersalah. " Memangnya ada apa? " Tanya Assassin 2 kepada Assassin 1.
" Benar juga... Apa kalian berdua tidak merasakannya? Tadi seseorang mengetahui keberadaan kita. " Jawab Assassin satu.
Mereka berdua menekuk kepalanya dan juga bingung dengan perkataan dari Assassin 1. Bahwa ada seseorang yang telah mengetahui tempat mereka bersembunyi.
" Kau pasti sedang sakit. Mana mungkin ada orang yang dapat mengetahui posisi kita. Kita ini Assassin elit yang bekerja langsung di bawah perintah raja. " Ujar Assassin 3 sambil tersenyum serta memukul bahu Assassin 1 berkali - kali.
" Iya, kau ini ada - ada saja. Apa kau belum puas bermain dengan istrimu kemarin malam? " Ujar Assassin 2 sambil bercanda.
" B*jingan! Mati sana! " Ujar Assassin 1 dengan kesal setelah mendengar candaan dari Assassin dua.
Setelah itu, ia mencoba untuk melihat pria berambut putih yang menatapnya tadi. Namun saat ia melihat lagi, pria tersebut sudah tidak ada. Dalam pikirannya ia berkata. ' Pria itu... Dia sangat berbahaya... Aku dapat merasakan hawa yang mengerikan dari dirinya... Hawa yang sangat ganas. ' Ujar Assassin 1 dalam hatinya. ' Tatapan mata pria itu bukan tatapan biasa... Itu adalah tatapan PEMANGSA! ' Lanjutnya dengan dahi yang di penuhi keringat sambil membayangkan tatapan mata merah pria tersebut di kepalanya.
Setelah 10 menit mencari penginapan, akhirnya ia menemukan penginapan di kota tersebut. Dan itu pun berkat bantuan system yang menunjukkan arah melalui Maps.
Ia berdiri di depan penginapan ' Jadi ini penginapannya? ' Ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke pintu penginapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 304 Episodes
Comments
Raysonic Lans™
penginapan perawan tua
2022-11-07
0
bambang wahyu jati
mohon Thor sikap sombong MC nya levelnya dikurangin dikit
2022-03-22
2
Shen shandian luo
tingkat kekuatannya ada gak...
2022-03-12
1