Mommy gak jadi libur 🙊🙈😂💃💃💃
.
.
.
.
Minggu siang di ruang tamu keluarga Pranata kini tak sesepi biasanya, karena hari ini ada acara arisan di rumah Pranata.
"Maaf ya Jeng lama ... " ujar Tamara yang baru ikut bergabung bersama dengan teman temannya.
"Iya Jeng Tamara gapapa ..." ucap jeng Risa salah seorang teman arisan Tamara.
"Anak bungsu saya gak ada di rumah malah kabur entah kemana." Keluh Tamara karena sedari tadi mencari Bian namun tak urung bertemu.
"Bukankah ini weekend? memangnya kemana dia?" Tanya jeng Dewi.
"Nah itu dia, tadi pagi dia ada di rumah lagi bermain sama cucu pertama saya, tapi sekarang malah ngilang." Jawab Tamara sambil berdecak.
"Oh ya mana si kembar jeng? kita belum ketemu lagi." Ujar salah seorang teman Tamara satu lagi.
"Arya sama istri dan anaknya lagi pergi kerumah mertua nya, Kakek nya yang disana kangen sama kembar katanya. Makanya mumpung weekend jadi pada kesana. Anak sulung saya ngamar sama anak nya. Dan anak Bungsu entah kemana." Ucap Tamara sedikit kesal.
"Sabar ya Jeng, namanya juga laki-laki." Ujar jeng Risa sambil tersenyum.
"Eh Jeng, bagaimana kalau anak kamu di jodohkan sama anak Jeng Lia. Dia kan anaknya perempuan tuh, cocok sama anak Jeng Tamara." Ujar Jeng Dewi.
"Nah cocok tuh Jeng, bisa sama yang mateng atau yang masih mangkel." Kata jeng Risa kepada jeng Lia.
"Dikata anak Jeng Tamara mangga apa pake mangkel sama mateng." Jawab jeng Lia sambil tertawa.
"Hemm boleh juga tapi haduhh, saya sendiri bingung Jeng, anak sulung saya masih susah love on. Kalau anak bungsu saya hadeuhh,,, biasa lah anak muda gimana sih." Keluh Tamara.
"Ah biarin aja namanya juga anak muda Jeng, gimana kalau kita atur pertemuan buat anak kita. Kita suruh kenalan aja dulu masalah jodoh atau enggak serahkan saja pada mereka." Ujar jeng Lia sambil menyeruput teh nya.
"Nanti coba saya tanyakan sama anak saya ya Jeng." Jawab Tamara tersenyum.
Akhirnya mereka semua melanjutkan arisannya dengan campuran ghibah dan juga canda tawa hingga tanpa terasa waktu sudah sore.
🍂
"Bi, lapeeerr ... " Ucap Lira sambil memegangi perutnya dan memasang wajah memelasnya.
Namun Bian hanya diam dan fokus dengan menyetir, ia sangat kesal karena merasa tertipu oleh Lira.
"Bi .. udah dong jangan marah, kan Lira gak salah! Yang salah itu kamu ngapain sok tau begitu tanpa nanya dulu." Kata Lira memanyunkan bibirnya.
"Tapi lo kan bisa ngasih tau gue Ra!" Ucap Bian dengan kesal. Bian merasa sangat malu kepada dokter dan suster yang telah menertawakan kebodohan nya.
Bisa bisanya dia mengira Lira hamil dan keguguran karena ulah nya. Dia begitu merasa bersalah makanya dia panik dan khawatir tapi ternyata Lira tidak apa apa dan hanya MENSTRUASI. Rasanya Bian ingin menenggelamkan dirinya ke samudra lepas biar tak ada yang mengetahui kebodohannya.
"Gimana gue mau ngasih tau elo bambang kalo lo main asal gendong gendong gue, mana pake acara di ciumin ke pintu mobil lagi. Lo kata pinggang gue gak sakit apa!" Kata Lira setengah berteriak dan sudah melupakan sedang berbicara dengan siapa.
"Yang kepentok pinggang lo tapi yang lo pegang perut, di tambah gue lihat banyak darah gitu gimana gue gak panik Hah!" Suara Bian juga tak kalah tinggi dari Lira.
"Gue kan lagi dapet Bi, makanya gue berusaha lari waktu lo siram air karena gue lagi banyak banyak nya. Lo gak tau gimana rasanya jadi perempuan kalau lagi dapet, udah mood nya naik turun badan pada pegel di tambah ****@* gue cium batu sama pintu mobil. Nikmat mana lagi yang kau dusta kan FABIAN!" teriak Lira dengan emosi karena dirinya terus di salahkan oleh Bian.
"Dan juga lo lihat nih." Lira menyingkap kaosnya sedikit ke atas sehingga menampilkan sebagian kulit pinggangnya yang putih mulus dan sedikit berwarna kebiruan akibat di cip@k pintu mobil.
"Lo pikir gak sakit apa ampe memar begitu, dan kalau lo lihat gue megang nya perut mata lo katarak, jelas jelas yang gue pegang pinggang mungkin tangan satu kiri gue yang gak sengaja megang perut au ah. Intinya elo yang salah bukan gue jadi STOP nyalahin gue!" Ucap Lira marah marah meluapkan emosinya.
Sedangkan Bian yang sudah menghentikan mobilnya sedari tadi hanya menyimak dan mendengarkan cetolehan Lira. Bukan celotehan lebih tepatnya matanya masih terfokus pada kulit pinggang Lira yang masih terekspos sedikit lantaran Lira ingin menunjukkan luka lebam nya.
Mas Bian ... Mas Bian ... itu Mata tolong di kondisikan 🙊🙈💃💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Ney Maniez
🤭
2022-08-12
0
Unhy'x Erwin
🥰🥰🥰🥰
2022-05-07
0
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
fokus Bian,baru lihat pinggangnya 😁
2022-04-04
1