Episode empat belas

'Ati iki dudu dolanan ...

Dudu pelampiasan ...

Senadyan uripku pas pasan ...

Aku wani kelangan ... 🎶

Minggu pagi ceria Lira sedang asik bernyanyi dengan menggunakan earphone di telinga nya sambil menyirami tanaman di taman belakang.

Meskipun ia tidak fasih dalam bahasa jawa namun ia suka lagu dangdut. Karena siapa lagi kalau bukan Aurel, Aurel yang memang keturunan Jawa sering kali menyalakan musik musik dangdut koplo jawa saat sedang di kamar dan lama kelamaan Lira pun jadi ikut menyukainya.

"Mbak Lira ... " panggil Aiden kesal sedari tadi namun tidak di dengar oleh Lira, ia masih terus fokus dengan tanaman dan musik koplo yang berada di telinganya.

"Om aja sana yang panggil. Aiden capek ... " Kata Aiden dengan kesal lalu menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di ruang tamu.

Aiden dan Bian ingin menyuruh Lira ke supermarket namun Aiden kesal karena panggilannya tak di hiraukan sama sekali oleh Lira.

"Elah anak tuyul kenapa manggil nya setengah setengah sih." Kata Bian yang masih fokus dengan layar Hape nya.

"Om malah asik main Game, nanti kalau oma tau pasti di marahin lagi. Buruan sana kalau om Bian gak mau pergi ... " Ucap Aiden semakin kesal.

"Haisss lo itu nyusahin orang aja sih. Dasar anak tuyul." Gerutu Bian sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Taman.

"Om Bian yang nyusahin malah ngatain." Kata Aiden semakin kesal, akhirnya sebelum mood nya semakin bertambah ia memutuskan untuk mengunjungi baby twin J di dalam kamar bersama para encus nya.

"Liraaaaa!" Teriak Bian dari kejauhan memanggil Lira namun Lira sama sekali tak menoleh.

"Astaga! Titisan Kuntiii!" Teriaknya lagi kini ia sudah berdiri di belakang Lira sambil menepuk bahu Lira dengan lumayan keras hingga membuat sang empunya terkejut bukan main dan seketika mengarahkan selang airnya ke wajah Bian.

"Mana kunti kunti ehh!" Ucap Lira terkejut ternyata Bian yang menepuk bahunya dan kini dapat ia lihat sorot mata Bian yang semakin tajam, membuatnya susah menelan Saliva nya.

"Ma Mas Bian ... " Gumam Lira lirih lalu segera melepaskan earphone kecil yang menyelip di telinganya dan membuang selang yang berada di tangan nya.

"Cakep!" Ucap Bian dengan menatap Lira dengan tajam.

"Ma maaf, lagian kenapa mas Bian ngagetin Lira sih. Kan bisa manggil pelan-pelan jadi Lira gak kaget dan gak nyemprot mas Bian. Atau mas Bian sengaja mau ngejaili Lira ya tapi mas Bian kena senjata sendiri." Ucapnya lagi sambil menahan tawanya melihat Bian yang sudah basah kuyup membuat Bian semakin geram.

Bian segera meraih selang yang masih mengalir air nya itu lalu ia arahkan kepada Lira sebagai bentuk balas dendam nya. Tentu saja itu membuat Lira terkejut dan berteriak histeris.

"Mas Biaaaaaaannnnn!" Serunya sambil berusaha meraih selang di tangan Bian. "Stop mas .. stop!"

"Lo belom mandi kan, nih sekalian gue mandiin biar lo gak perlu repot mandi lagi." Ujar Bian sambil tersenyum sinis dan terus menyemprotkan air kepada Lira.

"Mas Bian, Lira udah mandi. Mas Bian yang belom mandi ... " ucap Lira masih dengan terus berusaha merebut selang tmdi tangan Bian.

Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara Bian dan Lira di taman itu dengan keadaan baju yang sudah basah kuyup. Hingga tiba tiba Bian menghentikan aksinya kala melihat Lira terjatuh dan matanya sukses membukat dengan sempurna melihat Lira meringis kesakitan sambil memegang perut nya.

"Auuuwhwhh .... " keluh Lira kesakitan kala pantatnya terbentur dengan lantai.

"Da darah .... " ucap Bian dengan nada bergetar dan langsung menjatuhkan selang nya.

"Ra lo lo gapapa kan?" Tanya Bian khawatir dan langsung menghampiri Lira.

"Uhh sakit banget mas ... " ucap Lira masih dengan memegangi perutnya.

"Ra kita kerumah sakit." Kata Bian dengan nada bergetar.

"Hah! ngapain kerumah sakit?" Seru Lira dengan wajah terkejutnya.

"Lo lo berdarah Ra." Ucap Bian terbata karena melihat celana Lira yang berwarna biru muda kini berubah menjadi warna merah di area selangk@ngan nya.

"Jangan bilang kalau lo keguguran!" Seru Bian semakin panik dan khawatir.

"Hah ke keguguran?" Ucap Lira membeo dan terbengong.

"Ayo Ra, kita mesti ke rumah sakit sekarang." Bian pun langsung mengangkat tubuh Lira dan berlari menuju mobil.

"Bian apa apaan sih gue gak kenapa kenapa!" Pekik Lira lebih panik dari Bian.

"Gapapa gimana, kalau sampai terjadi apa apa sama kandungan lo gimana hah!" Pekik Bian kesal.

Brug!

Karena terburu buru pinggang Lira sampai terpentuk pintu mobil membuat pinggangnya semakin nyeri.

'Njirr pinggang gue, udah nyium batu sekarang nyium pintu mobil, nasib gue apes banget sih pagi pagi.' Gumam Lira dalam hati sambil meringis. memegangi pinggang nya.

Bersambung ....

Hayoo Lira kenapa tuh ... 💃💃

Terpopuler

Comments

Rita Novrita

Rita Novrita

🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mana ada perawan keguguran bian bian

2024-02-02

0

Maryana Fiqa

Maryana Fiqa

dasar si bian bego🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-03-26

0

Zainab ddi

Zainab ddi

berantem ni ye

2023-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Episode satu
2 Episode dua
3 Episode tiga
4 Episode empat
5 Episode lima
6 Episode enam
7 Episode tujuh
8 Episode Delapan
9 Episode sembilan
10 Episode sepuluh
11 Episode sebelas
12 Episode dua belas
13 Episode tiga belas
14 Episode empat belas
15 Episode lima belas
16 Episode enam belas
17 Episode tujuh belas
18 Episode delapan belas
19 Episode sembilan belas
20 Episode dua puluh
21 Episode Dua puluh satu
22 Episode Dua puluh dua
23 Episode Dua puluh tiga
24 Episode Dua puluh empat
25 Episode Dua puluh Lima
26 Episode Dua Enam
27 Episode Dua Tujuh
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode.53
54 Episode.54
55 Episode.55
56 INFO
57 Episode.56
58 Episode.57
59 Episode.58
60 Episode.59
61 Episode.60
62 Episode 61
63 Episode 62
64 Episode 63
65 Episode 64
66 Episode 65
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 68
71 Episode 69
72 Episode 70
73 Ending
74 Sequel
75 INFO GIVE AWAY
76 GIVE AWAY Web series Story of Maid
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Episode satu
2
Episode dua
3
Episode tiga
4
Episode empat
5
Episode lima
6
Episode enam
7
Episode tujuh
8
Episode Delapan
9
Episode sembilan
10
Episode sepuluh
11
Episode sebelas
12
Episode dua belas
13
Episode tiga belas
14
Episode empat belas
15
Episode lima belas
16
Episode enam belas
17
Episode tujuh belas
18
Episode delapan belas
19
Episode sembilan belas
20
Episode dua puluh
21
Episode Dua puluh satu
22
Episode Dua puluh dua
23
Episode Dua puluh tiga
24
Episode Dua puluh empat
25
Episode Dua puluh Lima
26
Episode Dua Enam
27
Episode Dua Tujuh
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode.53
54
Episode.54
55
Episode.55
56
INFO
57
Episode.56
58
Episode.57
59
Episode.58
60
Episode.59
61
Episode.60
62
Episode 61
63
Episode 62
64
Episode 63
65
Episode 64
66
Episode 65
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 68
71
Episode 69
72
Episode 70
73
Ending
74
Sequel
75
INFO GIVE AWAY
76
GIVE AWAY Web series Story of Maid

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!