'Ati iki dudu dolanan ...
Dudu pelampiasan ...
Senadyan uripku pas pasan ...
Aku wani kelangan ... 🎶
Minggu pagi ceria Lira sedang asik bernyanyi dengan menggunakan earphone di telinga nya sambil menyirami tanaman di taman belakang.
Meskipun ia tidak fasih dalam bahasa jawa namun ia suka lagu dangdut. Karena siapa lagi kalau bukan Aurel, Aurel yang memang keturunan Jawa sering kali menyalakan musik musik dangdut koplo jawa saat sedang di kamar dan lama kelamaan Lira pun jadi ikut menyukainya.
"Mbak Lira ... " panggil Aiden kesal sedari tadi namun tidak di dengar oleh Lira, ia masih terus fokus dengan tanaman dan musik koplo yang berada di telinganya.
"Om aja sana yang panggil. Aiden capek ... " Kata Aiden dengan kesal lalu menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di ruang tamu.
Aiden dan Bian ingin menyuruh Lira ke supermarket namun Aiden kesal karena panggilannya tak di hiraukan sama sekali oleh Lira.
"Elah anak tuyul kenapa manggil nya setengah setengah sih." Kata Bian yang masih fokus dengan layar Hape nya.
"Om malah asik main Game, nanti kalau oma tau pasti di marahin lagi. Buruan sana kalau om Bian gak mau pergi ... " Ucap Aiden semakin kesal.
"Haisss lo itu nyusahin orang aja sih. Dasar anak tuyul." Gerutu Bian sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Taman.
"Om Bian yang nyusahin malah ngatain." Kata Aiden semakin kesal, akhirnya sebelum mood nya semakin bertambah ia memutuskan untuk mengunjungi baby twin J di dalam kamar bersama para encus nya.
"Liraaaaa!" Teriak Bian dari kejauhan memanggil Lira namun Lira sama sekali tak menoleh.
"Astaga! Titisan Kuntiii!" Teriaknya lagi kini ia sudah berdiri di belakang Lira sambil menepuk bahu Lira dengan lumayan keras hingga membuat sang empunya terkejut bukan main dan seketika mengarahkan selang airnya ke wajah Bian.
"Mana kunti kunti ehh!" Ucap Lira terkejut ternyata Bian yang menepuk bahunya dan kini dapat ia lihat sorot mata Bian yang semakin tajam, membuatnya susah menelan Saliva nya.
"Ma Mas Bian ... " Gumam Lira lirih lalu segera melepaskan earphone kecil yang menyelip di telinganya dan membuang selang yang berada di tangan nya.
"Cakep!" Ucap Bian dengan menatap Lira dengan tajam.
"Ma maaf, lagian kenapa mas Bian ngagetin Lira sih. Kan bisa manggil pelan-pelan jadi Lira gak kaget dan gak nyemprot mas Bian. Atau mas Bian sengaja mau ngejaili Lira ya tapi mas Bian kena senjata sendiri." Ucapnya lagi sambil menahan tawanya melihat Bian yang sudah basah kuyup membuat Bian semakin geram.
Bian segera meraih selang yang masih mengalir air nya itu lalu ia arahkan kepada Lira sebagai bentuk balas dendam nya. Tentu saja itu membuat Lira terkejut dan berteriak histeris.
"Mas Biaaaaaaannnnn!" Serunya sambil berusaha meraih selang di tangan Bian. "Stop mas .. stop!"
"Lo belom mandi kan, nih sekalian gue mandiin biar lo gak perlu repot mandi lagi." Ujar Bian sambil tersenyum sinis dan terus menyemprotkan air kepada Lira.
"Mas Bian, Lira udah mandi. Mas Bian yang belom mandi ... " ucap Lira masih dengan terus berusaha merebut selang tmdi tangan Bian.
Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara Bian dan Lira di taman itu dengan keadaan baju yang sudah basah kuyup. Hingga tiba tiba Bian menghentikan aksinya kala melihat Lira terjatuh dan matanya sukses membukat dengan sempurna melihat Lira meringis kesakitan sambil memegang perut nya.
"Auuuwhwhh .... " keluh Lira kesakitan kala pantatnya terbentur dengan lantai.
"Da darah .... " ucap Bian dengan nada bergetar dan langsung menjatuhkan selang nya.
"Ra lo lo gapapa kan?" Tanya Bian khawatir dan langsung menghampiri Lira.
"Uhh sakit banget mas ... " ucap Lira masih dengan memegangi perutnya.
"Ra kita kerumah sakit." Kata Bian dengan nada bergetar.
"Hah! ngapain kerumah sakit?" Seru Lira dengan wajah terkejutnya.
"Lo lo berdarah Ra." Ucap Bian terbata karena melihat celana Lira yang berwarna biru muda kini berubah menjadi warna merah di area selangk@ngan nya.
"Jangan bilang kalau lo keguguran!" Seru Bian semakin panik dan khawatir.
"Hah ke keguguran?" Ucap Lira membeo dan terbengong.
"Ayo Ra, kita mesti ke rumah sakit sekarang." Bian pun langsung mengangkat tubuh Lira dan berlari menuju mobil.
"Bian apa apaan sih gue gak kenapa kenapa!" Pekik Lira lebih panik dari Bian.
"Gapapa gimana, kalau sampai terjadi apa apa sama kandungan lo gimana hah!" Pekik Bian kesal.
Brug!
Karena terburu buru pinggang Lira sampai terpentuk pintu mobil membuat pinggangnya semakin nyeri.
'Njirr pinggang gue, udah nyium batu sekarang nyium pintu mobil, nasib gue apes banget sih pagi pagi.' Gumam Lira dalam hati sambil meringis. memegangi pinggang nya.
Bersambung ....
Hayoo Lira kenapa tuh ... 💃💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Rita Novrita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mana ada perawan keguguran bian bian
2024-02-02
0
Maryana Fiqa
dasar si bian bego🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-03-26
0
Zainab ddi
berantem ni ye
2023-01-22
0