Pagi hari seperti biasa Lira bangun dan segera membersihkan seluruh ruangan rumah. Lira dengan semangat membersihkan setiap sudut ruangan, menyapu mengepel dan mengelap kaca.
Setelah selesai semuanya Lira melanjutkan dengan menyiram tanaman.
"Ra ..." panggil mbok Ni menepuk bahu Lira karena kesal sedari tadi mbok Ni memanggil namun tidak ada tanggapan dari Lira.
"Eh ..." pekik Lira terkejut. "Aaaa mbok Ni ngagetin Lira aja sih." Kesal Lira cemberut.
"Lagian itu kuping jangan di sumpel terus. Dari tadi mbok pangil gak nyaut pantas aja tau nya kuping lagi di sumpel." Ucap mbok Ni dengan kesal membuat Lira terkekeh.
"Maaf mbok, abis BT gak ada yang nemenin makanya Lira pake hendseat," kata Lira sambil memberikan dua jarinya membentuk husuf V.
"Ah sudahlah." kata mbok Ni. "Mbok mau kepasar, si Alya juga gak dateng hari ini, kamu nanti bangunin den Bian ya sekita jam 9 an." kata mbok Ni.
"Hemm oke lah kalau begitu." jawab Lira sambil manggut - manggut kepalanya.
Seperginya mbok Ni, Lira kembali melanjutkan aktifitasnya, bernyanyi sambil menyiram tanaman.
"Pagi Lira ..." Sapa Jenar dengan menggendong salah satu baby twin J.
"Non Jenar, hati hati non basah soalnya." Kata Lira.
"Iya makasih ya " ujar Jenar tersenyum. "Ayu, tolong letakkan disini saja, biar berjemur sama aku. Kamu bisa membersihkan kamar twin J ya ..." ujar Jenar dengan lembut.
"Non, Lira pengen gendong tapi kok takut yah," Ucap Lira setelah mencuci tangan nya lalu ia mendekati Jenar dan ikut duduk di bangku taman.
Satu hal yang Lira sukai berada disini karena keluarga Pranata tidak pernah membeda bedakan kasta. Semua di anggap sama.
"Sini duduknya mendekat," ujar Jenar lalu ia meletakkan salah satu baby twin J di pangkuat Lira. Dan hal itu sukses membuat tubuh Lira menegang sempurna.
"Astaga! a aku takut non. Nanti kalau jatuh gimana!" kata Lira dengan wajah syok dan tangannya bergetar.
"Santai saja, rilex ..." Jenar terkekeh melihat ekspresi yang diberikan oleh Lira saat pertama memangku bayi.
"Su sudah non, Lira gak kuat. Lira takut, nanti saja kalai sudah agak besar Lira mau menggendongnya." kata Lira.
Jenar dan Lira asik mengobrol seputaran tentang kisah Jenar selama melahirkan kemarin, dan Lira dengan antusias mendengarkan cerita Jenar.
Jam sudah menunjukkan jam 8. Sesuai perintah mbok Ni, Lira pun mulai menaiki tangga untuk ke kamar Bian.
'Tok tok tok! ...
Tok tok tok! ...
Gak ada tanggapan, akhirnya Lira nekad masuk kedalam kamar Bian, dan menemukan Bian masih asik di alam mimpinya.
"Mas Bian ..." panggil Lira menggoyangkan bahu Bian.
"Mas Bian bangun ...." Teriak Lira tepat di telinga Bian lantaran Bian tidak juga bergerak saat ia panggil.
"Shit!" Bian langsung terkejut dan langsung membuka matanya kala mendengar suara Lira tepat di telinganya. "Setan, ngapain lo disini hah!" pekik Bian dengan kesal sambil mengusap usap kuping nya yang terasa berdengung karena suara Lira.
"Lah kan mas Bian sendiri yang minta di bangunin, Lira udah bangunin dari tadi mas Bian nya masih aja asik tidur." kata Lira santai.
"Gue nyuruh nya mbok Ni bukan setan kaya lo. Dan lagi gak bisa lo pelan pelan bangunin nya hah." Ujar Bian ketus.
"Cihh, minta pelan pelan sedangkan sendirinya budeg begitu. Lira tuh udah beberapa kali manggil mas Bian pelan pelan tapi bukannya bangun malah makin pules." ketus Lira.
"Lira akui suara Lira emang merdu, jadi gak heran kalau mas Bian malah makin pules pas Lira bangunin." Ucap Lira berbangga diri.
"Suara kaya setan kaya gitu merdu, udah sana lo gue mau mandi." usir Bian kepada Lira.
"Ya udah sih mandi aja, biar Lira bisa beresin kapal pecah ini sekalian." kata Lira mendesah pasrah kala melihat Serapi apa kamar Bian.
"Nanti aja, gue cepet mandinya gue buru buru ..
" ujar Bian sambil beranjak dari kasur nya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Pantes aja mas Bian gak mau bangun bangun taunya mimpi basah yah." Ucap Lira terkekeh sendiri membuat Bian langsung menghentikan langkahnya.
"Apa lo bilang?" tanya Bian memicingkan matanya, antara malu dan kesal.
"Hah, enggak kok." jawab Lira mengulum senyum. "Sama siapa sih mas?" tanya Lira menggoda.
"Berisik banget sih lo hah!" pekik Bian yang sudah menahan malu.
"Hahaha Lira nanya serius juga, santuy aja kali ah." Ujar nya lagi sambil tertawa.
Bian tidak mendengarkan kembali ucapan Lira, ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap karena ia memang akan ada kelas jam 10 nanti.
Bersambung 💃💃💃
Mommy akan ubah jam tayang disini yah, mommy hanya bisa update 2x sehari saja. begitupun dengan Chaca. jadi total 4x disini 2x dan di Chaca 2x 🤗🤗💃💃💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
berapa sih umur mereka? info mana info ttg mereka..
2023-11-23
0
fifid dwi ariani
trus semangat
2023-03-05
0
Yuni Verro
lira sama bian.kayak.jdooh
2023-01-26
0