"Bi, nanti kamu anterin Lira ke swalayan yah. Mama mau ada arisan, si Alya libur dan mbok Ni gak mungkin." uajr Tamara di sela sarapannya.
"Kenapa mesti Bian sih mah?" kata Bian kesal. "Noh ada bang Dimas atau bang Arya kan." katanya lagi.
"Weekend gue mau ngabisin waktu sama twin J dan Jenar lah." Kata Arya sambil menyuapi Jenar makan.
"Gapapa sih mas, biar mas Bian gak kelihatan jomblo yang selalu jalan sendirian." Sambung Jenar membuat Arya dan Dimas terkekeh, begitupun Tamara yang tak kuat menahan tawanya.
"Kata siapa gue jomblo?" Kata Bian tak terima.
"Udah pokoknya kamu harus anterin Lira." Kata Tamara tegas tidak bisa di ganggu gugat.
"Bang Dimas aja sih mah." Kata Bian memelas.
"Gue ada perlu di luar Bi ..." Kata Dimas tersenyum.
"Nah kan karena sekalian keluar, jadi abang aja yang nganterin." Kata Bian lagi.
"Gak bisa!" Kata Dimas tegas membuat Bian menghela nafasnya dengan kasar.
"Begini nih, nasib jadi anak bungsu. Selalu di suruh - suruh seenaknya." Gerutu Bian cemberut.
"Untung Aiden anak pertama." Ujar Aiden dengan senyum mengejeknya.
"Bodo amat!" Kata Bian cepat dan ketus namun malah membuat Aiden terkekeh.
"Udah mas, Jenar mau nemuin Lira dulu," ucap Jenar menyudahi makannya, lalu segera beranjak dari duduknya dan merapikan bajunya sehabis menyusui baby Javier. (Jenar menyusui di meja makan sambil pakai penutup yah, jadi jangan pada julid komennya🙈 di tambah tempat duduk Jenar berseberangan dengan laki laki lain selain Arya.)
"Mau ngapain?" tanya Arya lembut.
"Ada sesuatu yang mau Jenar pesan sama Lira." jawab Jenar sambil melangkahkan kakinya, namun ua kembali menghentikan langkahnya kala mendengar suara Arya.
"Ini ada Bian, kenapa gak ngomong ke Bian aja kan sama aja yank." Ujar Arya bingung.
"Jenar mau minta tolong beliin roti tawar, gak mungkin Jenar minta tolong mas Bian." Kata Jenar kembali membuat Arya bingung.
"Ya elah Je, cuma roti tawar gue juga tau kali kenapa pake gak enak segala." Kata Bian membuat Jenar menghela nafasnya.
"Aisshh, tau ah. Pokoknya kalian gak bakal ngerti." ucap Jenar lalu segera pergi ke arah ruang belakang mencari keberadaan Lira.
"Lira ..." panggil Jenar saat melihat Lira sedang menyiram tanaman di taman.
"Iya non ada apa?" tanya Lira menyudahi aktifitasnya.
"Hemm kamu mau ke swalayan sama mas Bian, nanti tolong kamu beliin aku roti tawar yah." kata Jenar membisikkan merk dan ukuran nya kepada Lira.
"Siap bos ..." ucap Lira memberi hormat sambil terkekeh.
"Iks kamu ini, jangan pangg nom begitu aku gak nyaman. Panggil Jeje aja yah." Kata Jenar tersenyum.
"Tapi gak enak sama nyonya dan tuan." kata Lira lirih.
"Hemm ya sudah terserah kamu kalau di depan mama sama papa tapi kalau lagi berdua begini panggil Jeje aja." Kata Jenar dibalas anggukan oleh Lira.
"Hallo baby javie," sapa Lira kepada bayi yang di gendong Jenar.
"Ini Javier bukan Javie." Ucap Jenar terkekeh karena cuma ia dan Aiden saja yang sudah bisa membedakan mana Javie dan Javier. Bahkan Arya yang ayah nya saja belum bisa membedakan mana Javie dan mana Javier.
"Heh, salah lagi yah hehehe." kata Lira menggaruk tengkukknya karena selalu salah saat memanggil twin J.
"Ya udah lah, aku kedalam dulu mau gantiin menyusui Javie." kata Jenar dibalas anggukan okeh Lira.
Seperginya Jenar, Lira segera berganti pakaian dan meminta catatan belanjaan kepada mbok Ni untuk berbelanja bersama babang tamvan Fabian.
Bersambung lagi 🙈🙊💃💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Udah twins kenapa nama nya juga sama beda cuman ada gak ada R nya doang, nama penuh nya twins apa?
2023-11-23
0
Ney Maniez
😁
2022-08-12
0
Unhy'x Erwin
🤣🤣🤣
2022-05-07
0