🍁
"Key, dimana sih Ariel?" Tanya Adel kepada Keynan.
"Dia lagi kepuncak Tan sama Aurel." Jawab Keynan berusaha setenang mungkin. "Baru juga berangkat kemaren," katanya lagi.
"Anak satu itu bener-bener buat kepala Tante pusing." Keluh Adel sambil memijit pelipisnya.
"Lagian kenapa sih Tan gak di turutin aja kemauan dia." Ujar Keynan membuat Adel mencibir dengan kesal.
"Kamu fikir disana dia bisa jaga diri sendiri hem?" Tanya Adel sedikit kesal. "Kalau disini, masih ada kamu jadi Tante bisa sedikit tenang kalau mesti ninggalin dia keluar kota. Lah kalau disana? Mau sama siapa dia Key?" Sambungnya.
"Come on Tante Adel yang cantiknya ngalahin Ariel. Ariel itu udah besar Tan, udah dewasa Keynan yakin dia pasti bisa jaga diri sendiri." Ujar Keynan.
"Dewasa? Hahahaha ...." Adel tertawa geli mendengar penuturan Keynan. "Gimana dia bisa jaga diri sendiri sih Key, denger suara petasan aja dia masih takut." Sambung Adel sambil berdecak.
"Yah kalau itu kan gak mungkin dia denger setiap hari Tan, yang penting dia sekarang sudah mandiri. Udah bisa membereskan rumah dan juga merawat dirinya sendiri." Jelas Keynan.
"Gak taulah, pokoknya Tante gak akan ngizinin dia kuliah disana. Apaan bilangnya kuliah kuliah, padahal mau nemuin bias buas atau apalah itu namanya." Kata Adel mencibir kelakuan putri semata wayangnya membuat Keynan tertawa terpingkal pingkal.
"Udah lah, stop ketawa nya. Sekarang kamu temenin Tante ke swalayan, Tante mau belanja buat nyambut gadis kecil Tante pulang besok daru puncak." Ujar Adel dengan semangat.
Saat sedang asik memilih beberapa bahan makanan, mata Adel memicing kala melihat siluet seseorang yang begitu familiar untuknya.
Adel pun semakin mendekat dan semakin dekat untuk memastikan nya.
"Ariel ..." Panggil Adel namun sang empunya tidak menjawab apalagi membalikkan tubuhnya.
Tiga kali memanggil sama sekali tidak mendapat tanggapan, Adel pun segera berbalik dan pergi ke arah kasir untuk membayar belanjaan nya.
"Ariel?" Ucap Bian membeo kala mendengar seseorang memanggil Ariel ke arah Bian dan Lira.
"Salah orang kali tuh." Kata Lira sedikit terbata.
"Kayaknya lo gugup gitu kenapa?" tanya Bian semakin penasaran.
"Gapapa. Udah yuk ah buruan." Lira segera menarik lengan Bian untuk menuju kasir dan pulang.
Setelah sampai rumah, Lira langsung masuk kedalam rumah untuk membereskan barang belanjaan itu, di bantu mbok Ni Lira merasa sangat senang bisa bercanda dan tertawa sambil membereskan barang belanjaan.
"Oh iya mbok, Lira pengen pulang besok untuk beberapa hari. Gimana ya?" Ujar Lira membuat mbok Ni seketika menghentikan aktifitas nya.
"Berapa hari Ra? Kamu mau ninggalin mbok?" Tanyanya dengan nada sedih.
"Lira kangen sama orang tua Lira mbok hehehe. Cuma sebentar paling beberapa hari. Dan juga Lira mau mengurus beberapa tugas kuliah." Katanya lagi.
"Lah kamu Kuliah?" tanya mbok Ni terkejut.
"Iya mbok, cuma aku libur selama ini karena pengen kerja dulu." Jawab Lira sedikit kikuk.
"Ya sudah kalau begitu pulang lah. Kamu tau dulu non Jenar juga kuliah. Jadi kamu harus semangat pantang menyerah Oke." Ujar mbok Ni memberikan semangat untuk Lira. "Nyonya Tamara pasti senang dan mendukung kamu kalau kamu Kuliah lagi."
"Iyakah mbok?" Tanya Lira senang. "Hemm berarti nanti Lira bisa kerja sambil kuliah dong mbok?"
"Bisa. Asal semua kerjaan kamu sudah selesai kamu bisa pergi kuliah." Kata mbok Ni yang ikut senang melihat Lira yang ternyata semangat dalam mengejar pendidikannya.
'Jadi dia mahasiswi? Kuliah dimana dia. Kenapa gak ngomong dari awal?' Gumam seseorang yang tidak sengaja menguping di balik pintu dekat dapur.
Tuh kan, ada lagi yang nguping. 🙊
Mommy heran deh kenapa selalu nguping kenapa gak lansung nyamper aja yak 🙊🙈💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Rita Novrita
👍👍👍
2024-02-02
0
Zainab ddi
dia anak orang kaya biar kabur dr rumah
2023-01-21
0
Ney Maniez
🤔
2022-08-12
0