Malam sudah lumayan larut, namun babang tamvan belum juga bisa tertidur karena merasa perutnya laper.
Dengan menggerutu kesal, Bian menuruni tangga menuju arah dapur untuk mencari makanan.
"Haiss..." desis Bian saat tak menemukan apapun yang menggugah selera nya.
"Emang cuma indomie seleraku." Gumam Bian sambil mengambil dua bungkus indomie goreng dari dalam lemari.
"Tumben banget sih kehabisan telor begini," gerutunya lagi saat membuka kulkas dan tak menemukan telur disana.
Akhirnya Bian hanya menambahkan beberapa cabai dan sayur hijau untuk indomie nya.
Saat Bian sedang asik memainkan Hapenya sambil menunggu air mendidih tiba-tiba ia di kejutkan oleh suara decitan pintu dari arah pintu belakang hingga membuatnya sedikit susah menelan Saliva nya.
"Njirr, jam segini siapa sih yang mainin pintu." kesal Bian padahal dalam hati dag dig dug der 😂
Bian pun mulai berjalan ke arah suara dengan perlahan karena ia penasaran. Mungkin pintunya ke dorong angin karena gak kekunci, begitu saja pikir Bian mencoba positif thingking.
Bian berjalan semakin lambat saat sudah mendekati pintu yang terlihat sedikit terbuka.
Saat Bian mulai memegang handle pintu tiba - tiba ia merasa ada yang menepuk bahunya sehingga membuatnya nyaris berteriak.
"Anjirrrr ..." Pekiknya terkejut namun mulut nya segera di bungkam oleh tangan mungil nan halus seorang gadis. Membuat Bian seketika memutar tubuhnya guna melihat siapa orang itu.
Deg!
Di tengah remang - remang suasana ruangan itu Bian menangkap sepasang mata yang begitu cantik dan berbinar, dengan tangan yang masih menutup mulutnya agar tidak berteriak.
Mata mereka berdua bertemu untuk sesaat sampai tiba tiba sang gadis itu mengalihkan pandangannya.
"Mas Bian ngapain disini?" tanyanya dengan kembali menatap mata Bian.
"Heh harusnya gue yang nanya ngapain lo jam segini masih keluyuran disini?" Tanya Bian sedikit kesal lantaran masih merasakan jantungnya berdegup begitu kencang. Entah karena terkejut atau karena tatapan nata tadi Bian tidak tau pasti. Yang jelas Bian tak akan mau mengakui bahwa jantung nya berdetak kencang lantaran tatapan mata tadi.
"Tadi Lira mau ke toilet eh lihat mas Bian mindik - mindik begitu, Lira kirain ada maling," ucap lira tersenyum lebar.
"Sialan, mana ada maling setampan gue," kata Bian. "Kenapa lo jam segini belom tidur?" tanya Bian dengan mengerutkan dahinya.
"Belum ngantuk mas, ini Lira baru selesai nonton Drakor." kata Lira memperlihatkan layar Hapenya.
"Lain kali sebelum masuk kamar, periksa semua pintu dulu, ini pintu belum di kunci." ucap Bian sambil menutup pintu lalu menguncinya.
"Hehehe iya mas, maaf ..." ujar Lira meminta maaf.
Sesaat Bian menatap wajah Lira dengan intens dan itu sukses membuat jantung Lira kembali berdetak lebih cepat.
"Ngapain mas Bian ngeliatin Lira begitu, nanti mas Bian naksir loh sama Lira." Ucapnya sambil terkekeh, padahal dalam hati deg deg an.
"Lo kalau tidur selalu pake make up?" tanya Bian menelisik wajah Lria dengan intens.
Deg!
'Mampus!' gumam Lira dalam hati merutuki kebodohannya yang lupa menghapus make up nya.
"Emm itu anu .." Lira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah iya tadi Lira baru nyobain make up baru, gimana bagus gak?" tanya Lira tersenyum semanis mungkin untuk menutupi kegugupannya.
Bian tidak langsung menjawab, ia masih menelisik wajah Lira dengan intens. "Jelek ..." ucapnya lalu ia segera pergi meninggalkan Lira untuk kembali melanjutkan memasak indomue nya.
'Selamet selamet ... dasar bego emang gue ah untung aja dia percaya.' ucap Lira dalam hati merasa lega.
Bersambung 💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Rita Novrita
🥰🥰🥰🥰🥰
2024-02-02
0
Ney Maniez
🤔🤔
2022-08-12
1
Unhy'x Erwin
💋👍💪
2022-05-07
1