"Ke-kenapa malah jadi begini?"
"Di-dia terlalu kuat!"
"Bah-bahkan dia belum bertarung serius dari tadi,"
"Lebih baik kita kabur sekarang!"
Para murid laki-laki yang melihat Ryuga memenangkan pertarungan dengan mudah sekarang merasa takut padanya,para murid itu hendak melarikan diri dari pembalasan Ryuga,namun Yato,Shoko dan Yuki menghadang mereka.
"Hei mau kemana kalian?"
Ucap Shoko dengan menyeringai.
"Hehe kalian tidak bisa kabur."
Ucap Yato dengan tertawa kecil.
Sedangkan Yuki hanya mengangguk menyetujui ucapan Yato.
Para murid itu tidak bisa melawan ketiga orang itu,karena mereka adalah murid peringkat 5 teratas dalam ujian masuk Akademi.
Saat para murid itu dalam keadaan terpojok,tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mereka takuti.
"Oi,mau kemana kalian?,"
Tanya Ryuga yang melihat para murid laki-laki ingin kabur darinya,tentu Ryuga tidak akan membiarkannya begitu saja.
"Bukan kah ada sesuatu yang harus kalian katakan?"
Ryuga bertanya dengan menatap tajam para murid laki-laki itu.
"Hiikk!"
Para murid yang mendapat tatapan tajam dari Ryuga tersentak kaget ketakutan.
"Kami salah,maafkan kami Ryuga-san"
Para murid itu dengan kompaknya segera membungkuk hormat untuk meminta maaf kepada Ryuga.
"Hah...baiklah kalian ku maafkan."
Balas Ryuga dengan menghela nafas dan tak ingin membuat masalah lebih jauh lagi.
"Yah...itu memang reaksi yang wajar saat melihat murid baru di Akademi tanpa ujian dan masuk ke kelas Rank S."
Batin Ryuga sedikit merasa bersalah.
"Terima kasih Ryuga-san."
Balas para murid laki-laki merasa senang.
"Kya...keren sekali!"
Semua murid perempuan memuji kehebatan Ryuga.
Sementara itu diluar arena Akademi,seorang gadis cantik yang tampak sangat berkharisma melihat semua pertarungan Ryuga dari awal sampai akhir pertandingannya.
"Anak itu terlihat seperti murid baru,"
"Dan dia begitu hebat,aku akan mengajaknya bertarung denganku dilain waktu."
Ucap gadis itu dengan tersenyum penuh makna.
**
Setelah pertarungan itu,semua murid di izinkan untuk beristirahat oleh Mayumi sensei.
Di kantin murid tingkat senior Akademi Kyosai.
Terlihat Ryuga,Yato,Yuki dan Shoko sedang menikmati makanan sembari
berbincang-bincang.
"Ryu-chan kau tadi sangat hebat."
Ucap Yato memuji Ryuga.
"Ya,kau sungguh luar biasa,apalagi dengan skill penyimpanan mu itu."
Ucap Shoko juga memuji Ryuga.
"Haha terima kasih."
Ryuga yang mendapat pujian itu hanya dapat tertawa canggung.
"Ngomong-ngomong Ryuga-san,seminggu yang lalu setelah ujian hunter kedua kau pergi kemana?"
Tanya Shoko dengan penasaran.
"Ya,kami tidak melihatmu setelah itu."
Yato juga penasaran kemana perginya Ryuga waktu itu.
"Ah waktu itu aku sedang dipanggil oleh pemimpin Asosiasi."
Jawab Ryuga sedikit berbohong,tapi itu benar adanya kalau Ryu saat itu berada di ruangan pemimpin Asosiasi.
"Hmm begitu ya."
Yato mengangguk paham.
"Apa hubunganmu dengan pemimpin Asosiasi?"
Shoko bertanya hal lain.
"Dia dan ayahku dulu teman lama."
Balas Ryuga dengan sedikit tersenyum.
"Kenapa aku tidak melihat Kei-san?"
Ryuga yang penasaran dimana Kei berada pun bertanya.
Setahu Ryuga Kei juga bersama mereka bertiga saat di gedung Asosiasi.
"Oh kalau Hiroshi Kei dia berada di kelas Rank S tahun kedua."
Balas Shoko sambil mengunyah makanan.
"Hmm"
Ryuga hanya mengangguk paham.
"Yuki,kenapa dari tadi kau hanya diam saja"
Tanya Yato kepada Yuki dengan senyuman penuh makna.
"Bukan kah ada yang ingin kau katakan kepada Ryuga?"
Ucap Shoko menggoda Yuki.
"Itu..."
Jawab Yuki dengan pipi memerah.
"Ada apa Yuki-san?"
Ryuga yang dari tadi melihat Yuki pun merasa aneh atas sikapnya itu.
"Ryu-Ryuga-san".
Yuki memanggil Ryuga dengan gugup.
"Ya."
Jawab Ryuga.
"A-apa kau tidak mengingat diriku?".
Tanya Yuki yang masih gugup.
"Bukan kah seminggu yang lalu kita bertemu di gedung Asosiasi?"
Balas Ryuga dengan memiringkan kepala.
"Bukan itu!"
Ucap Yuki dengan suara sedikit keras.
"Apa kau benar-benar tidak mengingatnya?"
Lanjut Yuki bertanya dengan suara sedikit bergetar.
"Eh apa maksudmu Yuki-san."
Ryuga benar-benar tidak paham apa yang dimaksud oleh Yuki itu.
"Delapan tahun yang lalu,a-apa kau benar-benar telah lupa?"
Ucap Yuki dengan suara bergetar dan mengeluarkan air matanya.
"Yuki kau kenapa?"
Shoko yang melihat sahabatnya itu menangis tentu merasa khawatir.
Yuki tidak membalas Shoko,lalu ia mengambil jepit rambut yang terpasang di poninya dan,
Brakk
Yuki menggebrak meja kantin dan pergi meninggalkan Ryuga dan lainnya.
"Ada apa dengannya?"
Tanya Yato yang pertama kalinya melihat Yuki menangis seperti itu.
"Entahlah."
Shoko pun tidak tau alasan Yuki menangis,tapi ia tahu kalau itu ada hubungannya dengan Ryuga.
Ryuga yang melihat Yuki menangis dan pergi meninggalkannya begitu saja pun tidak tau alasannya.
Tapi saat Ryu melihat ke meja,
"Apa ini?"
Ryuga mengambil jepitan rambut berwarna merah yang ada dimeja.
"Itu jepitan rambut milik Yuki".
Balas Shoko yang memang tau kalau itu jepitan rambut milik Yuki.
"Aku seperti pernah melihatnya."
Ryuga lalu memandangi jepitan rambut berwarna merah itu.
"Kata Yuki itu diberikan oleh seseorang yang sangat penting baginya."
Ucap Shoko mengingat-ngingat saat Yuki bercerita dulu lalu melanjutkan,
"Apa jangan-jangan kamu yang memberikan jepitan itu Ryuga-san?"
"Entah,aku pun tidak mengingat-nya,"
"Ughh"
Tiba-tiba terlintas suatu ingatan di kepala Ryuga.
[Ding]
[System Sedang Mencari Ingatan Host Yang Telah Hilang]
Ditaman,delapan tahun yang lalu sebelum Ryuga mendapat kebangkitan.
"Hei apa yang sedang kalian lakukan?"
Seorang anak laki-laki berusia sekitar 7 tahunan melihat gadis kecil yang sedang ditindas oleh dua orang anak sebayanya.
Dua anak yang menindas gadis kecil itu pun menoleh ke arah sumber suara.
"Apa mau mu?"
Tanya salah satu anak yang menindas gadis kecil itu.
"Hentikan apa yang telah kalian lakukan pada gadis itu!"
Ucap anak laki-laki itu dengan berani kepada dua orang anak yang menindas gadis kecil itu.
"Kenapa kami harus berhenti?"
Tanya salah satu anak yang menindas gadis kecil itu.
"Karena itu tindakan yang salah!"
Ucap anak laki-laki itu dengan tegas.
"Hah?jangan ikut campur kau bocah tengik!"
Dua anak yang menindas gadis kecil itu ingin memukul anak laki-laki yang berniat membela gadis yang ditindasnya.
Bag
Bug
Brak
"Aghh"
"He-hebat."
Ucap gadis kecil yang ditindas tadi dengan kagum melihat seorang anak seusianya menghajar dua orang sekaligus.
"Apa kau baik-baik saja?"
Tanya anak laki-laki itu lalu mengulurkan tangannya kepada gadis yang telah ditolongnya.
"Mmm"
Gadis itu pun mengangguk lalu memegang tangan anak laki-laki itu dan kembali berdiri.
"Namaku Ryuga,kalau kamu?"
Anak laki-laki itu memperkenalkan dirinya.
"Namaku Sakura."
Gadis itu pun memperkenalkan dirinya.
"Nama yang indah."
Ucap Ryuga tanpa sadar.
"Te-terima kasih."
Balas Sakura dengan menundukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu sampai jumpa."
Ryuga pun berniat pergi pulang ke rumah.
"Ryuga-san tunggu"
"Ada apa?"
Ryuga berhenti mendengar Sakura memanggilnya.
"Apa kita bisa bertemu lagi?"
Tanya Sakura yang seakan tidak ingin berpisah dengan penyelamatnya.
"Em...besok tunggu saja disini,nanti aku akan datang."
Balas Ryuga dengan tersenyum lalu pergi meninggalkan Sakura.
Sakura yang mendengar itu pun tersenyum senang.
Dirumah Sakura.
"Ayah,tadi aku ditindas oleh seseorang."
Ucap Sakura kepada ayahnya.
"Siapa yang berani menindas putriku?"
Tanya ayah Sakura dengan nada tinggi.
"Tapi tidak apa ayah,tadi aku diselamatkan oleh seorang anak laki-laki yang usianya sama denganku."
Balas Sakura dengan tersenyum senang.
"Hohh jadi siapa pangeran yang telah menyelamatkan putriku ini?"
Tanya ayah Sakura menggoda dirinya.
"Ayah..."
Sakura hanya menunduk malu mendengar perkataan ayahnya itu.
Beberapa hari setelahnya,Ryuga dan Sakura pun sering bertemu di taman lalu bermain bersama.
"Ryu-chan."
Panggil Sakura yang sudah akrab dengan Ryuga.
"Ada apa Sakura-chan?"
Ryuga pun sudah merasa akrab dengan Sakura.
"Apa kita akan terus bersama seperti ini?"
Tanya Sakura yang tak ingin berpisah dengan Ryuga.
"Kenapa tidak?"
Balas Ryuga tersenyum,karena ia pun merasa tidak ingin berpisah dengan Sakura.
Dan Ryuga memiliki ide agar Sakura tidak melupakan dirinya.
"Sakura-chan,ini hadiah dariku."
Ucap Ryuga lalu memberikan jepitan rambut berwarna merah.
"Wahh indahnya,terima kasih."
Sakura merasa sangat bahagia diberi sesuatu oleh Ryuga.
Namun kebahagiaan itu hanya sesaat.
"Apa kalian yang telah memukuli adikku?"
Tiba-tiba terdengar suara seseorang bertanya kepada Ryuga dan Sakura.
"Siapa kau?"
Tanya Ryuga dengan waspada.
"Itu dia kak orangnya."
Ucap seorang anak yang dihajar oleh Ryuga dulu.
"Oh jadi kamu ya."
Ucap kakak laki-laki dari anak yang dihajar Ryuga dulu.Lalu orang itu mengangkat tangannya ke atas,terlihat listrik muncul ditangannya.
"Sakura-chan mundur!"
Ucap Ryuga meminta Sakura untuk mundur kebelakang.
Sakura pun hanya menuruti perkataan Ryuga.
"Karena kau telah menyakiti adikku,maka rasakan ini."
Kakak laki-laki dari anak yang dihajar Ryuga dulu itu pun melemparkan listrik yang ada ditangannya ke arah Ryuga.
Ryuga hanya bisa pasrah menerima sengatan listrik dari orang itu,karena jika ia menghindar maka listrik itu akan mengenai Sakura.
"Arghhhh".
Ryuga berteriak kesakitan.
Tidak hanya sekali,kakak laki-laki dari anak yang dihajar Ryuga dulu itu menyengat nya dengan listrik berkali-kali.
"Arghhh"
"Arghhh"
"Arghhh"
Itu adalah teriakan terakhir dari Ryuga,dan akhirnya Ryuga pun tidak sadarkan diri,teriakan terakhir itu terdengar oleh orang-orang yang ada disekitar taman.
"Hentikan itu!"
Ucap seseorang yang melihat kejadian itu.
"Kak ayo kabur."
Adik orang yang menyengat Ryuga mengajak kakaknya untuk kabur.
"Ayo."
Mereka berdua pun melarikan diri.
Sedangkan Sakura yang melihat itu hanya diam ketakutan,dia sangat ingin menolong Ryuga,namun tubuhnya tidak dapat digerakkan,bahkan Sakura tidak bisa mengeluarkan suaranya sedikit pun.
Sejak saat itu,Ryuga dan Sakura tidak pernah bertemu kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Aslan
Pengennya di scene ini semuanya sampai sujud ala Jepang wkwkwk
2022-01-26
2
Nou_Rha
lanjut👍👍
2021-03-17
4
Yvng
Owh Bgtu
2021-03-17
4