Setelah 3 jam pingsan karena efek dari kehabisan energi mana,Ryuga terbangun didalam ruangan yang terlihat asing baginya.
"Ughh dimana ini?"
Tanya Ryuga sambil memegang kepalanya yang terasa sakit dan melihat sekelilingnya namun masih terlihat buram.
"Kau masih berada di Gedung Asosiasi,atau lebih tepatnya di ruangan pribadiku."
Suara seorang pria berada disampingnya membalas pertanyaan Ryuga.
"Ohh begitu kah"
Ryuga membalas ucapan seorang pria itu dalam keadaan yang masih setengah sadar.
Setelah beberapa saat Ryuga tersadar sepenuhnya.
"S-siapa kau paman?"
Tanya Ryuga terkejut kepada pria disampingnya namun dia melanjutkan bertanya lagi.
"Bagaimana dengan hasil ujian Hunter ku?"
Ryuga sedikit berteriak dengan rasa penasaran menunggu jawaban pria yang ada disampingnya itu.
"Tenang lah nak kau sudah lulus ujian untuk menjadi Hunter,dan kamu akan langsung dipromosikan menjadi Hunter Rank C."
Pria itu menjawab dengan santai.
"Syukurlah"
Ryuga lega setelah mendengar jawaban dari pria tersebut,namun tiba-tiba Ryu terperanjat karena merasakan sesuatu yang janggal.
"Apa?Hunter Rank C."
Ryuga terkejut perasaan janggal nya memang benar.
"Ya."
Jawab pria itu singkat.
Eh?
Eh?
Pria tadi tanpa sadar ikut berkata Eh.
"Bukankah seharusnya Hunter akan memulai dengan Rank E-?"
Ryuga bertanya untuk memastikan.
"Itu pengecualian untuk peserta yang mampu mengalahkan Hunter Rank B+."
Pria itu menjawab sambil melirik Ryuga.
"Tapi jika paman Frank bersungguh-sungguh dari awal mungkin aku akan kalah."
Ryuga membantah jawaban pria itu.
"Hah...Nak,itu ujian bukan pertarungan nyata,dan bahkan Hunter kelas B- pun akan sulit mengalahkan Frank dengan cara seperti yang kau lakukan."
Ucap pria itu dengan menggeleng dan menghela nafas.
"Hehe"
Ryuga tertawa canggung.
"Kalo begitu aku akan bertanya lagi,apakah paman adalah pemimpin Asosiasi Hunter Jepang?"
Ryu bertanya sambil melihat ruangan sekelilingnya yang terlihat sangat mewah.
"Hmm ya betul,bagaimana kau bisa tau nak?"
Pria itu berbalik bertanya.
"Paman bilang tadi ini ruangan pribadi paman,dan melihat ruangan ini yang begitu mewah didalam Gedung Asosiasi bukan kah sudah wajar kalau aku menganggap paman adalah pemimpin Asosiasi Hunter Jepang?
Balas Ryu menjelaskan apa yang ia pikirkan.
"Kau benar juga..."
Ucap pria itu sambil berpikir mencerna kata-kata Ryu barusan.
"Ya elah ini paman otaknya lemot kaya siput aja"
Sindir Ryu kepada pria itu tapi jelas didalam hati.
"Ngomong-ngomong nama paman siapa?"
Ryuga bertanya lagi agar pria itu berhenti berpikir tentang penjelasnya tadi.
"Haha aku belum memperkenalkan diri ya,Namaku Matsumoto Godo teman ayahmu dulu"
Godo memperkenalkan dirinya dengan tertawa bangga.
"Apa?"
Ryuga tersentak kaget mendengar kata terakhir Godo.
"Ups."
Godo menutup mulutnya karena merasa salah bicara.
Suasana menjadi Hening.
Tubuh Ryuga bergetar kedua tangannya mengepal erat,lalu Ryu bertanya kepada Godo.
"A-apa yang dilakukan ayahku disaat-saat terakhir?"
Ryuga bertanya dengan nada terbata-bata.
"Di saat terakhir dia menahan bos dungeon seorang diri"
Jawab Godo tanpa menyembunyikan apapun.
"Kenapa kalian tidak mem-"
Ryuga hendak berbicara namun Godo menyelanya.
"Tapi ayahmu tersenyum puas melihat teman-temannya selamat"
Godo memotong ucapan Ryuga.
"Oh... jadi seperti itu."
Ucap Ryu tersenyum namun terbata-bata dan hampir saja air matanya mengalir keluar.
"Baiklah kau pulihkan dirimu dulu,ada yang ingin ku bicarakan denganmu nanti"
Godo meninggalkan Ryu seorang diri di ruangannya.
**
"Aoi,kakak pulang."
Ryuga berjalan kedalam rumah dan melihat Aoi yang sudah menunggunya dimeja makan.
"Selamat datang kakak."
Balas Aoi tersenyum cerah melihat kakaknya telah pulang.
Ryu melihat meja makan penuh dengan makanan.
"Apakah kamu yang menyiapkan ini Aoi"
Tanya Ryuga kepada adiknya.
"Iya kak,hehe."
Aoi tertawa kecil lalu menunduk kan kepala.
Ryu yang melihat tingkah adik imutnya itu hanya bisa menggeleng pelan dan mengelus kepala adiknya.
"Aoi hebat."
Ucap Ryu sambil mengelus kepala adiknya.
"Baiklah,waktunya makan."
Lanjut Ryuga kepada adiknya.
"Mmm"
Aoi hanya mengangguk tersenyum.
Setelah selesai makan.
"Kakak tadi dari mana?"
Aoi bertanya sambil membersihkan meja makan.
"Kakak dari Gedung Asosiasi"
Balas Ryuga lalu membantu Aoi membersihkan meja.
"Oh begitu"
Aoi merasa khawatir kepada kakaknya.
Bagaimanapun Ryuga adalah keluarga Aoi satu-satunya untuk saat ini.
"Jangan khawatir Aoi,minggu depan kakak akan mulai bersekolah lagi"
Ryuga yang merasa Aoi khawatir padanya lalu mencoba menenangkannya.
Ryuga pun tidak ingin adiknya menghawatirkan dirinya dan menghambat belajar Aoi.
"Benarkah kak?"
Aoi jelas gembira mendengar kabar bahwa kakaknya akan bersekolah lagi.
"Ya"
Jawab Ryu lalu mengelus kepala adiknya.
**
Setelah Ryuga telah pulih sepenuhnya,di Gedung Asosiasi.
"Sekolah Khusus Hunter."
Ucap Ryuga terkejut kepada Godo.
"Ya,kamu bisa melanjutkan sekolah disitu"
Balas Godo yang ingin Ryuga menerima pendidikan disekolah khusus hunter.
"Tapi adik ku mas-"
Ucap Ryuga dipotong Godo dengan mengangkat tangan keatas.
"Jangan khawatir tentang adikmu aku yang akan mengurus semuanya."
Sedikit nada sombong terdengar dari ucapan Godo.
Namun kesombongannya tidak bertahan lama saat Ryuga memberitahu bahwa ibunya sedang sakit.
"Tapi aku harus menjaga ibuku juga,karena ibuku terkena penyakit tidur abadi"
Ryuga memberitahu Godo kondisi ibunya.
"Oh itu gamp-,apa?penyakit tidur abadi."
Godo terkejut mendengar kondisi ibu Ryuga.
"Iya paman."
Lemas Ryuga menjawab.
Godo jelas tidak tau ibu Ryuga sekarang terkena penyakit tidur abadi,walau ia kenal dengan Lina tapi Godo hampir tak pernah bertemu dengannya.
Godo merasa sangat iba kepada Ryuga karena ia harus hidup berdua dengan adiknya tanpa orang tua.
Tiba-tiba Godo teringat sesuatu tentang penyakit tidur abadi.
"Ryuga."
Panggil Godo.
"Ya paman"
Ryuga menoleh kearah Godo
"Aku pernah mendengar rumor tentang obat yang bisa menyembuhkan penyakit tidur abadi."
"Apa?"
Ryuga terkejut bahagia mendengar kabar ada obat untuk penyakit ibunya.
"Ya,tapi obat itu campuran dari darah murni naga merah dan air kehidupan,itu menurut rumor yang ku dengar."
Godo pernah mendengar rumor itu saat pertemuan para pemimpin Asosiasi Hunter dunia.
Mendengar itu Ryuga lemas kembali.
Naga merah adalah monster Rank S+ yang hanya bisa dilawan oleh Hunter Rank SS,lalu untuk air kehidupan sendiri sangat-sangat langka karena air kehidupan bisa menghidupkan orang mati sebelum 24 jam.
"Jangan pesimis nak,jika kamu bertambah kuat dan mencapai Hunter Rank SS mengalahkan naga merah bukanlah hal mustahil."
Godo memberi semangat kepada Ryuga yang terlihat tidak percaya diri.
"Ya aku akan bertambah kuat"
Jawab Ryuga penuh dengan keyakinan.
Setidaknya Ryu memiliki harapan untuk menyembuhkan penyakit ibunya.
"Itu baru semangat,lalu apa ada hal lain?
Tanya Godo kepada Ryuga.
"Aku punya permintaan."
Ryuga mengajukan permintaan.
"Apa itu?"
Tanya Godo.
"Ijinkan aku untuk memasuki dungeon sendirian."
Jawab Ryuga yang hanya punya satu permintaan kepada Godo.
"Itu mudah,tapi untuk apa memasuki dungeon sendirian?"
Godo bertanya dengan heran kepada Ryuga.
"Aku ingin menjadi lebih kuat."
Jawaban dari Ryuga mengandung tekad yang kuat.
"Baiklah itu bisa diatur."
Godo tersenyum melihat tekad kuat Ryuga untuk menjadi kuat dan bergumam dalam hati.
"Isimiya anakmu akan menjadi orang yang hebat."
"Terima kasih Godo-san,kalau begitu aku pamit pulang."
Ryuga melihat hari sudah menjelang malam dan ingin bergegas pulang agar adiknya tidak menghawatirkan nya.
"Ya,dan panggil saja aku paman."
Godo sedikit tidak senang karena Ryuga memanggilnya dengan sopan.
"Baiklah paman Godo."
Setelah itu Ryuga bergegas pulang ke rumah.
Saat diperjalanan pulang.
"Sekolah ya...terdengar menyenangkan"
Dalam hatinya Ryu cukup senang karena dapat bersekolah lagi.
Bonus:
...Aoi Isimiya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Kaisar surgawi
ini pembacanya pada bego atau tolol ? pada g sadar kah ini systemnya kemana ngntod
2022-12-27
1
I Love System Op
author ada system gk ni
2022-06-22
0
Ertuqi Gaga
kok rambutnya pirang apa jangan2
2022-05-01
0