Di Pagi hari yang cerah,seperti biasa Ryuga selalu dibangunkan oleh Aoi yang sudah bersiap untuk berangkat sekolah.
Hari ini Ryuga berencana untuk melatih fisiknya dan mencoba untuk menyerap energi mana yang ada disekitarnya karena setelah pertarungan melawan Frank kemarin, Ryu telah memahami satu hal bahwa mana sangat penting untuk pertarungan.
Setelah manusia mengalami kebangkitan,energi mana mulai menyelimuti seluruh isi bumi.Energi mana ini dapat diserap oleh semua manusia yang telah menerima kebangkitan.Tidak seperti batu kristal yang memiliki mana melimpah,energi mana dibumi sangat tipis.
Latihan pertama yang dilakukan Ryu adalah berlari pagi seperti orang-orang biasanya.Ryuga mampu berlari tanpa istirahat sejauh 20 kilometer,pada umumnya manusia setelah menerima kebangkitan maka kekuatan fisiknya juga bertambah dan hari ini Ryuga ingin mencapai target berlari sejauh 40 kilometer tanpa beristirahat.
"Waktunya berangkat."
Ucap Ryuga setelah selesai bersiap-siap.
Sudah hampir 2 jam berlari akhirnya Ryuga mampu melewati batas kekuatan fisiknya dan mencapai target yang di inginkannya.
"Hah hah hah,akhirnya..."
Nafas Ryu terengah-engah karena berlari tanpa istirahat sejauh 40 kilometer.Setelah itu Ryuga beristirahat sejenak di dekat taman.
Selesai beristirahat sejenak,Ryu melakukan gerakan-gerakan sederhana untuk malatih kekuatan ototnya seperti push up,sit up dan gerakan lainnya sebanyak seratus kali.
Merasa cukup,Ryuga beristirahat lagi sejenak dan memutuskan untuk pulang kerumah dengan berlari lagi.
Ryuga saat ini sedang kesulitan,karena ia mencoba menyerap mana sambil berlari,Ryu berpikir jika dapat menyerap mana sambil melakukan pertarungan maka mana juga tidak akan mudah habis.
Beberapa saat kemudian Ryuga berhasil melakukan penyerapan mana sambil bergerak,dengan ini Ryu bisa bertarung dalam waktu yang lama.
**
Saat perjalanan pulang Ryuga berhenti
didepan gang yang lumayan sempit karena mendengar suara seseorang berteriak.
"Hmm siapa yang berteriak?"
Tanya Ryuga lalu melihat kedalam gang, ada seorang pria mabuk yang sedang menarik tangan gadis berkacamata.
"Wah,apakah itu sebuah pelecehan?."
Ryuga bergumam bertanya dan melihat gadis berkacamata yang sedang ditarik tangannya.
"Apa aku harus menolongnya?,tapi kalau ternyata mereka berdua sepasang kekasih nanti aku malah dikira ikut campur,sebaiknya aku pergi."
Ketika Ryuga hendak pergi,Ryu mendengar teriakan gadis meminta tolong.
"Hehe waktunya jadi pahlawan."
Ryuga tertawa kecil lalu segera melesat kearah gadis berkacamata itu.Ryu berpikir ia akan menjadi pahlawan yang menyelamatkan heroine seperti yang ada didalam manga yang sering Ryu baca.
Beberapa saat yang lalu.
"M-maaf aku tak sengaja."
Seorang gadis cantik berkacamata tak sengaja menabrak seorang pria yang terlihat sedang mabuk.
"Apa kau buta?"
Pria yang sedang mabuk itu ingin marah namun setelah melihat kecantikan gadis yang menabraknya ia tersenyum sinis.
"Maaf."
Gadis berkacamata itu menunduk meminta maaf lagi dengan gugup dan ketakutan.
"Hehe,kau akan ku maafkan jika menemani kakak ini semalaman."
Pria itu berkata sambil menjilat bibirnya lalu menarik tangan gadis berkacamata itu pergi.
"Tidak,kumohon lepaskan aku."
Gadis berkacamata itu berteriak ketakutan.
"Hehe,sudah lah kakak ini akan menjadikanmu wanita dewasa."
Pria itu masih menarik gadis itu dan tersenyum mesum.
"Tolong...!"
Gadis berkacamata lalu berteriak lagi meminta tolong berharap ada yang menolongnya.
"Hei lepaskan gadis itu."
Tiba-tiba terdengar suara seorang pemuda tampan yang muncul didepan gadis berkacamata dan pria mabuk tadi yang membuat pria mabuk itu terkejut.
"Hahh,siapa kau bocah?"
"Ku ulangi sekali lagi,lepas kan gadis itu."
Pria itu marah karena pemuda yang berada didepannya mengabaikan dirinya.
"Jangan sok jadi pahlawan kau bocah!"
Pria itu melepaskan tangan gadis berkacamata dan berniat memukul wajah pemuda yang berada didepannya.
Pemuda itu dengan mudahnya menghindari pukulan pria mabuk itu,lalu pemuda itupun membalas dengan menendang perutnya menggunakan lutut.
"Arghh"
Pria itu menjerit dan seketika pingsan dengan mulut berbusa.
"Aku bukan pahlawan,tapi cuma orang lewat."
Pemuda itu membalas perkataan pria tadi sambil menarik kakinya kembali yang masih dalam posisi menendang.
"Nona apa kau baik-baik saja?"
Tanya pemuda yang menyelamatkan gadis berkacamata lalu menghampirinya.
"Aku baik-baik saja."
Jawab gadis berkacamata.
"Namaku Ryuga,kalau begitu sampai jumpa."
Pemuda itu ingin pergi namun dihentikan oleh gadis berkacamata.
"Tunggu."
"Ada apa."
Tanya Ryuga.
"Indah."
Satu kata dari gadis berkacamata.
"Ah iya terima kasih,aku memang pemuda tampan ka-"
Ryuga yang mendengar kata indah dari gadis itu pun sedikit menyombong kan dirinya namun gadis berkacamata menyelanya.
"Tidak bukan itu"
"Akh"
Hati Ryuga seperti tertusuk anak panah.
"Energi mana yang ada didalam tubuhmu berbentuk seperti bintang dan itu sangat indah."
Gadis berkacamata melanjutkan perkataannya tadi.
"Apa maksudmu?"
Ryuga bingung apa yang dibicarakan oleh gadis itu.
Gadis itu pun melepaskan kacamatanya,memperlihatkan kecantikan yang berbeda saat sedang tidak memakai kacamata.
Ryuga terpana sebentar saat melihat gadis itu melepaskan kacamatanya.
"Mataku bisa melihat bentuk energi mana yang ada didalam tubuh seseorang."
Gadis itu pun menjelaskan kepada Ryuga.
"Apa maksudmu bentuk energi mana didalam tubuhku berbentuk bintang?"
Tanya Ryuga sedikit mengerti yang dijelaskan oleh gadis berkacamata.
Gadis itu hanya mengangguk membenarkan perkataan Ryuga.
Ryuga mulai penasaran terhadap kemampuan mata gadis itu.
"Apa semua bentuk energi mana semua orang berbeda-beda?"
Tanya Ryuga,lalu melanjutkan bertanya lagi.
"Dan siapa namamu nona?"
Ryu merasa tidak enak mengobrol tanpa tahu nama gadis itu.
"Ya,energi mana setiap orang berbeda-beda karena melambangkan orang itu sendiri."
Jawab gadis itu dan melanjutkan.
"Ah maaf belum memperkenalkan diri,namaku Hasegawa Suzu salam kenal Ryuga-san."
Suzu memperkenalkan diri dengan sedikit membungkuk.
"Baiklah Hasegawa-san,apa kita harus mencari tempat lain untuk mengobrol?"
Ryuga merasa mengobrol digang sempit bukanlah ide yang bagus.
"Tentu saja Ryuga-san,dan kau bisa memanggilku Suzu."
Balas Suzu tersenyum lembut.
"Baik Suzu-san."
**
Didalam kafe Distrik Shibuya Jepang.
"Jadi Suzu-san,kenapa bentuk energi manaku berbentuk bintang."
Ryuga mengawali pembicaraan.
"Aku pun tidak tau,tapi yang pasti bentuk energi itu melambangkan sikap seseorang."
Suzu menjawab menurut pengalamannya selama ini.
"Jadi begitu."
Ryu mengangguk paham,tapi Ryu tidak mengerti kenapa energi mana dalam tubuhnya berbentuk bintang.
"Ryuga-san apa kau juga bersekolah di Akademi Kyosai?"
Suzu tiba-tiba menanyakan hal lain.
"Akademi Kyosai?tempat apa itu?"
Ryuga tidak tau apa itu akedemi Kyosai.
"Akedemi Kyosai adalah tempat pendidikan khusus hunter di Jepang,apa kau tidak tahu Ryuga-san?."
Suzu berpikir Ryuga pasti tau tentang pendidikan khusus hunter karena cukup terkenal.
"Oh aku tahu,karena minggu depan aku akan bersekolah disana."
Ryu baru tahu kalau nama sekolah itu adalah Akademi Kyosai.
"Jadi Ryuga adalah murid pindahan."
Suzu sekarang mengerti karena selama dia di akademi,Suzu tidak pernah sekalipun melihat Ryuga.
"Apa Suzu-san adalah murid Akademi Kyosai?"
Tanya Ryuga karena tadi Suzu menyebutkan juga.
"Iya,aku murid tahun kedua Akedemi Kyosai."
Jawab Suzu.
"Tapi kenapa kamu tadi tidak melawan pria mabuk itu?,kuyakin Suzu-san orang yang kuat."
Ryuga bertanya sambil menatap lekat Suzu.
Suzu yang melihat Ryuga menatap dirinya langsung menunduk kan kepala karena malu.
"I-itu,karena aku takut."
Jawab Suzu dengan lemas dan gemetar.
Suzu mendapat kemampuan mata yang dapat melihat energi mana sesorang sejak lahir.Suzu sering melihat bentuk-bentuk energi menyeramkan didalam tubuh orang,oleh karena itu Suzu jadi seorang penakut.
"Aku mengerti."
Ryuga bisa melihat kalau Suzu memiliki trauma terhadap sesuatu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
DNK • SLOTH SINN
next
2022-01-30
1
mothur
ok
2022-01-11
1
B_A
bagus sih bagus, tapi saran gua ya thor latarnya itu buat di Indonesia aja kalo emang novel buatan sendiri soalnya agak geli baca novel buatan orang indo kalo pake "San" dan sebagainya
2021-12-21
6