Chapter XX

⭐⭐⭐

Berjalan dengan menyusuri trotoar siang itu menuju sebuah rumah bercat merah. Marbella merapatkan mantelnya, menyelinapkan kedua tangannya ke saku mantel agar hangat, ini siang yang dingin di kota.

Membuka pintu kayu berpengait dan mendorongnya perlahan. Marbella menatap seraut wajah lelah seseorang yang duduk di bangku kayu menghadap lurus ke pintu.

"Selamat siang, Tuan Adam," sapa Marbella.

Marbella melangkahkan kakinya, ketukan dari tumit tumpul sepatu yang ia pakai bergema mengisi ruangan berdebu itu. Marbella berdiri di sisi walikota Adam lalu mengamati situasi sekilas.

Duduklah," ujar walikota Adam. Suaranya terdengar utuh dan serius.

Marbella duduk di kursi kayu yang tersisa.

Seorang pria tua kurus muncul dari ruangan lain membawakan sebuah gulungan coklat dan menyerahkannya pada walikota Adam.

Marbella melayangkan tatapan bertanya.

"Dia Armate," walikota Adam memperkenalkan pria tua yang baru pertama kali Marbella lihat setelah beberapa pertemuan diam-diam dengan pria nomor satu kota Ahem itu.

Armate membungkuk dan memundurkan langkahnya merapat ke dinding.

Usianya mungkin enam puluhan. Tubuh kurusnya seolah hanya dibalut kulit saja dalam balutan sweater yang dikancingkan hingga ke atas. Ia bertubuh tinggi, canggung, dan memperlihatkan sikap konservatif. Rambutnya yang klimis dibelah rapi. Rahangnya menonjol dan dia memiliki tatapan tanpa belas kasih yang biasa dimiliki oleh seorang misioner atau penganut fanatik—sesuatu seperti itu.

Tuan Adam membuka gulungan coklat itu di pangkuannya, menatapnya lamat-lamat untuk sesaat lalu menurunkannya hati-hati ke lantai.

"Ini benar-benar menantang," Marbella bergumam.

Tuan Adam menatap gadis yang telah ikut berjongkok di lantai itu sekilas.

"Sangat mirip," pikirnya, lalu mengulas seutas senyuman tipis.

Beberapa saat menganalisa lembaran yang tergelatak di lantai itu, Marbella mulai merasa tidak nyaman menyadari tatapan tajam dari pria tua yang setia menunggui mereka.

"Nah, apa maksudnya semua ini?" nada suara Marbella tajam dengan melemparkan pandangannya sekilas pada pria tua yang berdiri kaku di sisi dinding. Ia kembali mengambil posisi duduk di kursi.

Tuan Adam menggulung longgar kertas dan mengikuti Marbella untuk kembali ke kursi.

Tuan Adam memberikan kertas itu kembali pada pria tua dan mengibaskan tangannya pelan untuk isyarat pergi.

"Kita sama-sama memiliki ketertarikan pada titik di kertas tadi, Marbella, itulah maksud semua ini."

Marbella menjaga suaranya tetap tenang. "Aku tak bisa bilang pernah masuk ke sana."

"Tidak banyak yang bisa dilihat... setidaknya sampai seseorang membuka pintunya," ujar tuan Adam.

Marbella tidak ingin terpancing. “Oya!?”

Tuan Adam menggenggam jari-jarinya gelisah, melemparkan pandangan pada ruangan tempat pria tua berada.

Marbella menggerakkan urat-urat lehernya agar kedua orang itu tetap dalam jarak pandangnya.

"Dengar, Tuan, aku tidak tahu apa yang kalian benar-benar ketahui tentangku, atau kalian kira ketahui. Untuk dicatat, aku katakan saja.. aku mungkin bukanlah orang yang tepat untuk membuka pintu itu."

Tuan Adam menjawab cepat. "Kami yakin kau telah membuat kesepakatan itu secara rahasia. Kami juga telah melakukannya. Posisi kami sama rentannya denganmu. Kami memiliki keluarga, masyarakat kota Ahem dan orang-orang yang kami cintai, dan tahu sekali apa yang bisa mereka lakukan. Itu membuat kedudukan kita setara.”

Armate ikut bersuara. “Nasib kita saling bergantung. Aku tidak punya waktu. Tolong, bantulah kami.”

Marbella memandang sinis. “Menurut Tuan, apa yang bisa aku lakukan untuk kalian?”

“Kau sangat mirip dengannya, dan aku yakin kau juga sama kuat dengannya.” imbuh pria tua bernama Armate.

“Lucu, aku hanya ingat kami adalah pengendali hama tikus.” Marbella terkekeh palsu.

“Semua tahu bahwa seluruh garis keturunan Ghoyanta adalah penyihir dengan takdir pembuka batas,” pria tua Armate berucap dengan nada bergetar.

Marbella menggertakkan rahangnya kuat-kuat sampai terasa sakit. “Baik, sudah cukup. Sekarang katakan siapa kalian.”

Satu jam berikutnya, Marbella telah berada di jalanan berumput yang membentang dalam sinar jingga sore di jalanan kota Ahem. Ia meraba dadanya, tempat dimana ia menyimpan lembaran kertas coklat usang yang ia lipat sembarangan.

Beberapa kendaraan kecil yang melintas menerbangkan dedaunan rapuh ke udara senja. Marbella menghentikan langkahnya, telinganya mendengarkan dengan sangat serius sehingga kota itu seakan lenyap.

"Mantra.. mantra.. mantra... ini mantra, sial!" makinya gelisah.

Dari sisi seberang jalan tampak sesosok bayangan bergerak kearahnya. Marbella mempercepat langkahnya.

Sampai— sebuah rangkulan di pundak Marbella menghentikan semuanya.

“Halo, Marbella... aku menemukanmu.

Tidak ada kebetulan tapi tujuan.

Seseorang hanya menemukan apa yang dia cari.

Itulah alasan mengapa seseorang akhirnya bertemu dengan orang yang harus dia temukan. Setuju?” bisiknya sembari menggoreskan bilah tajam dari kukunya pada pipi mulus Marbella.

Air mata mengaliri pipi Marbella yang beku menahan perih yang teramat.

⭐⭐⭐

Terpopuler

Comments

al-del

al-del

mantera nya kok sial?

2023-01-24

0

🍒⃞⃟🦅ᶠˢ 🄰🅁ₛᵢₑ💫

🍒⃞⃟🦅ᶠˢ 🄰🅁ₛᵢₑ💫

semangat kka berkaryanya

2022-09-15

1

Ryuuna

Ryuuna

Curiga aing

2022-09-09

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter I
2 Chapter II
3 Chapter III
4 Chapter IV
5 Chapter V
6 Chapter VI
7 Chapter VII
8 Chapter VIII
9 Chapter IX
10 Chapter X
11 Chapter XI
12 Chapter XII
13 Chapter XIII
14 Chapter XIV
15 Chapter XV
16 Chapter XVI
17 Chapter XVII
18 Chapter XVIII
19 Chapter XIX
20 Chapter XX
21 Chapter XXI
22 Chapter XXII
23 Chapter XXIII
24 Chapter XXIV
25 Chapter XXV
26 Chapter XXVI
27 Chapter XXVII
28 Chapter XXVIII
29 Chapter XXIX
30 Chapter XXX
31 Chapter XXXI
32 Chapter XXXII
33 Chapter XXXIII
34 Chapter XXXIV
35 Chapter XXXV
36 Chapter XXXVI
37 Chapter XXXVII
38 Chapter XXXVIII
39 Chapter XXXIX
40 Chapter XL
41 Chapter XLI
42 Chapter XLII
43 Chapter XLIII
44 Chapter XLIV
45 Chapter XLV
46 Chapter XLVI
47 Chapter XLVII
48 Chapter XLVIII
49 Chapter XLIX
50 Chapter L
51 Chapter LI
52 Chapter LII
53 Chapter LIII
54 Chapter LIV
55 Chapter LV
56 Chapter LVI
57 Chapter LVII
58 Chapter LVIII
59 Chapter LIX
60 Chapter LX
61 Chapter LXI
62 Chapter LXII
63 Chapter LXIII
64 Chapter LXIV
65 Chapter LXV
66 Chapter LXVI
67 Chapter LXVII
68 Chapter LXVIII
69 Chapter LXIX
70 Chapter LXX
71 Chapter LXXI
72 Chapter LXXII
73 Chapter LXXIII
74 Chapter LXXIV
75 Chapter LXXV
76 Chapter LXXVI
77 Chapter LXXVII
78 Chapter LXXVIII
79 Chapter LXXIX
80 Chapter LXXX
81 Chapter LXXXI
82 Chapter LXXXII
83 Chapter LXXXIII
84 Chapter LXXXIV
85 Chapter LXXXV
86 Chapter LXXXVI
87 Chapter LXXXVII
88 Chapter LXXXVIII
89 LXXXIX
90 Chapter XC
91 Chapter XCI
92 Chapter XCII
93 Chapter XCIII
94 Chapter XCIV
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Chapter I
2
Chapter II
3
Chapter III
4
Chapter IV
5
Chapter V
6
Chapter VI
7
Chapter VII
8
Chapter VIII
9
Chapter IX
10
Chapter X
11
Chapter XI
12
Chapter XII
13
Chapter XIII
14
Chapter XIV
15
Chapter XV
16
Chapter XVI
17
Chapter XVII
18
Chapter XVIII
19
Chapter XIX
20
Chapter XX
21
Chapter XXI
22
Chapter XXII
23
Chapter XXIII
24
Chapter XXIV
25
Chapter XXV
26
Chapter XXVI
27
Chapter XXVII
28
Chapter XXVIII
29
Chapter XXIX
30
Chapter XXX
31
Chapter XXXI
32
Chapter XXXII
33
Chapter XXXIII
34
Chapter XXXIV
35
Chapter XXXV
36
Chapter XXXVI
37
Chapter XXXVII
38
Chapter XXXVIII
39
Chapter XXXIX
40
Chapter XL
41
Chapter XLI
42
Chapter XLII
43
Chapter XLIII
44
Chapter XLIV
45
Chapter XLV
46
Chapter XLVI
47
Chapter XLVII
48
Chapter XLVIII
49
Chapter XLIX
50
Chapter L
51
Chapter LI
52
Chapter LII
53
Chapter LIII
54
Chapter LIV
55
Chapter LV
56
Chapter LVI
57
Chapter LVII
58
Chapter LVIII
59
Chapter LIX
60
Chapter LX
61
Chapter LXI
62
Chapter LXII
63
Chapter LXIII
64
Chapter LXIV
65
Chapter LXV
66
Chapter LXVI
67
Chapter LXVII
68
Chapter LXVIII
69
Chapter LXIX
70
Chapter LXX
71
Chapter LXXI
72
Chapter LXXII
73
Chapter LXXIII
74
Chapter LXXIV
75
Chapter LXXV
76
Chapter LXXVI
77
Chapter LXXVII
78
Chapter LXXVIII
79
Chapter LXXIX
80
Chapter LXXX
81
Chapter LXXXI
82
Chapter LXXXII
83
Chapter LXXXIII
84
Chapter LXXXIV
85
Chapter LXXXV
86
Chapter LXXXVI
87
Chapter LXXXVII
88
Chapter LXXXVIII
89
LXXXIX
90
Chapter XC
91
Chapter XCI
92
Chapter XCII
93
Chapter XCIII
94
Chapter XCIV

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!