Chapter XV

Siapa yang akan menyadari bahwa waktu telah bergerak sangat jauh saat waktu dihentikan oleh sihir. Melewati tahun-tahun tanpa merasa memasukinya.

Kecuali para tikus dengan kelebihannya, yang telah mendatangkan kegusaran dihati dan pikiran mereka karena kesadaran mereka yang tak pernah berkurang.

Jiso yang tidak bisa berhenti murung dan pasukannya yang akan memucat setiap angin sihir berhembus.

"Siapa yang masih mampu bertahan melawan waktu?" Gumam Jiso memandang kosong dinding coklat di seberangnya.

"Kita para tikus normalnya hanya akan bertahan hidup untuk dua tahun saja, sehingga setiap detik, menit, jam, hari, bulan adalah sangat berharga dan bisa mengubah siapa saja. Termasuk dia, Rosa."

Jiso menoleh pada Jimmy yang tengah berbicara dan memandanginya lekat.

"Apa kau menyesal karena hidup dengan jumlah tahun yang lebih banyak?" Tanya Jiso.

"Saya tidak akan mengelak dari perasaan menyesal ini, Pak... saya sama sekali belum tua tapi saya telah terlambat untuk dia, apalagi yang akan menjadi tujuan saya setelah semua ini berakhir? Pulau itu adalah tempat dimana saya ingin menghabiskan hari-hari bersama Rosa dan kalian dengan waktu yang layak untuk seekor tikus. Menghadiri pernikahan, melihat anak-anak tumbuh dan berlari, lalu .... ." Jimmy menerawang.

"Kita berbeda karena kita istimewa, dan tidak ada hal biasa untuk makhluk istimewa." Jiso tersenyum.

James melangkah mendekati dua junior berbeda generasi yang tengah berbincang itu.

"Tidak perlu jatuh ke dalam apa yang saudara kita jatuh ke dalamnya, yang menderita untuk seekor tikus ketika ledakan populasi masih di dominasi oleh para tikus. Itu jauh melebihi kemampuan makhluk yang berjumlah 7,8 miliar di dunia ini." Ucap James dalam upayanya menghibur Jimmy.

"Selain itu, tidak terlalu buruk untuk hidup sendiri. Saya bersenang-senang, setiap saat memutuskan apa yang ingin saya lakukan, dan berkat kesepian saya mengenal diri saya sendiri, sesuatu yang mendasar untuk hidup." Kali ini James terdengar seperti sedang menghibur dirinya sendiri.

Jiso dan Jimmy meringis bersamaan untuk James.

"Jangan jatuh ke dalam apa yang ayah tetanggaku jatuh ke dalamnya, yang merasa tua karena dia berusia 70 tahun, dan lupa bahwa Musa mengarahkan eksodus pada usia 80, Rubinstein memainkan Chopin tidak seperti orang lain di usia 90, Kolonel Harland David Sanders berkontribusi membangun waralaba yang mendunia pada usia 65, hmm.. itu memang lebih muda 5 tahun dari ayah tetanggaku.

Yaaa... ini hanya untuk mengutip tiga kasus yang diketahui umum." Ucapku sambil menimbang-nimbang ingatanku sendiri.

"Umm... izinkan saya bertanya Tuan Mars, apakah kau pernah tertekan untuk hal-hal seperti yang saya rasakan? Patah hati? Atau karena situasi saat ini." Tanya Jimmy ragu-ragu.

Sejenak aku memandangi tiga tikus dihadapanku. Wajah Jiso yang biasanya kaku dan garang terlihat sendu. Jimmy, tikus muda tampan, tidak ada garis tawa di wajahnya, apa ini normal? pikirku. Dan James.. tidak ada gambaran lain lagi, ia tikus putih tua yang terlihat tua. Ya, hanya tua saja.

" Usiaku saat ini adalah 17, walaupun aku tidak begitu yakin memang. Dan aku... aku belum melihat siapapun yang membuatku jatuh cinta, jadi aku rasa kalian tahu apa yang aku maksud... hmm." Aku berusaha menekan perasaan malu yang tiba-tiba menyerang.

" Dan situasi kita saat ini, aku masih bisa mengatasinya." Sambungku.

"Aku hanya sedikit tertekan dengan aroma maskulin yang terlalu kental di sepanjang lorong ini." Aku mengunci kalimat itu di kepalanya.

Aku duduk menyandarkan tubuhnya pada dinding, berusaha tidak merasakan apapun.

James berjalan mendekat pada Jimmy, menepuk pelan pundak tikus muda lesu itu.

"Jimmy, kau tidak tertekan, kau terganggu, itu sebabnya kau pikir kau kehilangan sesuatu, yang tidak mungkin, karena semuanya diberikan padamu.

Kau tidak membuat sehelai rambut pun di kepalamu sehingga kau tidak dapat memiliki apa pun.

Selain itu, hidup tidak mengambil hal-hal darimu, itu hanya membebaskanmu dari hal-hal yang tidak kau butuhkan." James menyentak isi kepala Jimmy dengan ucapannya.

Tapi itu satu lemparan untuk tiga, Jiso dan aku menunduk semakin dalam.

Tikus tua itu telah mencerahkan ketiga rekannya tanpa dikira, sehingga dalam sekejap dalam kepala tertunduk mereka terbang lebih tinggi, mencapai kepenuhan. 

"Ibu saya, yang percaya bahwa kemiskinan lebih dekat dengan cinta, karena uang mengalihkan perhatian kita dengan terlalu banyak hal, dan kita menjauh... karena itu membuat kita tidak percaya siapapun dengan tulus. Berada di lorong ini entah sudah berapa lama, telah menjauhkan kita dari pengejaran terhadap uang dan menjadi dekat satu sama lain." James terlihat bijak dalam bayangan dan wujudnya.

"Bagaimana dengan Marbi, bukankah kau tahu kakakku dan uang adalah saudara kandung setelah aku." Aku menyeringai.

"Marbella hanya melakukan apa yang dia sukai dan dia selalu dipenuhi tekad. Dia yang melakukan apa yang dia sukai diberkati untuk sukses, yang akan datang ketika itu harus datang, karena apa yang seharusnya terjadi, akan datang secara alami. 

Marbella tidak hanya melakukan apa pun karena kewajiban atau komitmen, tetapi karena cinta. Marbella Mencintai adiknya dan juga kita, dalam cara yang tidak biasa tapi aku mengenalnya. 

Tuhan menempatkan seorang manusia yang bertanggung jawab atas Marbella, dan itu adalah dirinya sendiri. Marbella membuat dirinya bebas dan kuat, kemudian dia akan dapat berbagi kehidupan sejati dengan orang lain. Kebahagiaan untuk semua orang.

Karena itulah saya James, Mars, Jiso dan semua pasukan kita harus memahami nilai perjuangan ini, untuk memulai kebahagian dan membagikannya.

Kebahagiaan bukanlah hak tetapi kewajiban, karena jika kita tidak bahagia, kita menyakiti semua orang yang mencintai kita. Dalam sejarah seorang pria lajang yang tidak memiliki bakat atau keberanian untuk hidup, telah membunuh enam juta saudara Yahudi.

Ada begitu banyak hal untuk dinikmati dan diperjuangkan, waktu kita di dunia ini sangat singkat sehingga penderitaan hanya membuang-buang waktu." Kalimat James membangunkan apa yang perlahan tertidur di dalam hati mereka.

"Kita tidak depresi, kita menganggur." Jiso tiba-tiba bangkit, suaranya lantang menggema memenuhi lorong.

Tikus-tikus bergerak dari pose santai mereka.

“Ya, kita menganggur,” ujarku pelan.

Terpopuler

Comments

Women-Stars🍁 Al-Zha

Women-Stars🍁 Al-Zha

eksodus itu apa thor?

2023-01-30

0

lilis herawati

lilis herawati

Imajinasi author hebat.

2023-01-24

0

Sensasi Senja

Sensasi Senja

ganggu tikus lagi santai aja

2023-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter I
2 Chapter II
3 Chapter III
4 Chapter IV
5 Chapter V
6 Chapter VI
7 Chapter VII
8 Chapter VIII
9 Chapter IX
10 Chapter X
11 Chapter XI
12 Chapter XII
13 Chapter XIII
14 Chapter XIV
15 Chapter XV
16 Chapter XVI
17 Chapter XVII
18 Chapter XVIII
19 Chapter XIX
20 Chapter XX
21 Chapter XXI
22 Chapter XXII
23 Chapter XXIII
24 Chapter XXIV
25 Chapter XXV
26 Chapter XXVI
27 Chapter XXVII
28 Chapter XXVIII
29 Chapter XXIX
30 Chapter XXX
31 Chapter XXXI
32 Chapter XXXII
33 Chapter XXXIII
34 Chapter XXXIV
35 Chapter XXXV
36 Chapter XXXVI
37 Chapter XXXVII
38 Chapter XXXVIII
39 Chapter XXXIX
40 Chapter XL
41 Chapter XLI
42 Chapter XLII
43 Chapter XLIII
44 Chapter XLIV
45 Chapter XLV
46 Chapter XLVI
47 Chapter XLVII
48 Chapter XLVIII
49 Chapter XLIX
50 Chapter L
51 Chapter LI
52 Chapter LII
53 Chapter LIII
54 Chapter LIV
55 Chapter LV
56 Chapter LVI
57 Chapter LVII
58 Chapter LVIII
59 Chapter LIX
60 Chapter LX
61 Chapter LXI
62 Chapter LXII
63 Chapter LXIII
64 Chapter LXIV
65 Chapter LXV
66 Chapter LXVI
67 Chapter LXVII
68 Chapter LXVIII
69 Chapter LXIX
70 Chapter LXX
71 Chapter LXXI
72 Chapter LXXII
73 Chapter LXXIII
74 Chapter LXXIV
75 Chapter LXXV
76 Chapter LXXVI
77 Chapter LXXVII
78 Chapter LXXVIII
79 Chapter LXXIX
80 Chapter LXXX
81 Chapter LXXXI
82 Chapter LXXXII
83 Chapter LXXXIII
84 Chapter LXXXIV
85 Chapter LXXXV
86 Chapter LXXXVI
87 Chapter LXXXVII
88 Chapter LXXXVIII
89 LXXXIX
90 Chapter XC
91 Chapter XCI
92 Chapter XCII
93 Chapter XCIII
94 Chapter XCIV
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Chapter I
2
Chapter II
3
Chapter III
4
Chapter IV
5
Chapter V
6
Chapter VI
7
Chapter VII
8
Chapter VIII
9
Chapter IX
10
Chapter X
11
Chapter XI
12
Chapter XII
13
Chapter XIII
14
Chapter XIV
15
Chapter XV
16
Chapter XVI
17
Chapter XVII
18
Chapter XVIII
19
Chapter XIX
20
Chapter XX
21
Chapter XXI
22
Chapter XXII
23
Chapter XXIII
24
Chapter XXIV
25
Chapter XXV
26
Chapter XXVI
27
Chapter XXVII
28
Chapter XXVIII
29
Chapter XXIX
30
Chapter XXX
31
Chapter XXXI
32
Chapter XXXII
33
Chapter XXXIII
34
Chapter XXXIV
35
Chapter XXXV
36
Chapter XXXVI
37
Chapter XXXVII
38
Chapter XXXVIII
39
Chapter XXXIX
40
Chapter XL
41
Chapter XLI
42
Chapter XLII
43
Chapter XLIII
44
Chapter XLIV
45
Chapter XLV
46
Chapter XLVI
47
Chapter XLVII
48
Chapter XLVIII
49
Chapter XLIX
50
Chapter L
51
Chapter LI
52
Chapter LII
53
Chapter LIII
54
Chapter LIV
55
Chapter LV
56
Chapter LVI
57
Chapter LVII
58
Chapter LVIII
59
Chapter LIX
60
Chapter LX
61
Chapter LXI
62
Chapter LXII
63
Chapter LXIII
64
Chapter LXIV
65
Chapter LXV
66
Chapter LXVI
67
Chapter LXVII
68
Chapter LXVIII
69
Chapter LXIX
70
Chapter LXX
71
Chapter LXXI
72
Chapter LXXII
73
Chapter LXXIII
74
Chapter LXXIV
75
Chapter LXXV
76
Chapter LXXVI
77
Chapter LXXVII
78
Chapter LXXVIII
79
Chapter LXXIX
80
Chapter LXXX
81
Chapter LXXXI
82
Chapter LXXXII
83
Chapter LXXXIII
84
Chapter LXXXIV
85
Chapter LXXXV
86
Chapter LXXXVI
87
Chapter LXXXVII
88
Chapter LXXXVIII
89
LXXXIX
90
Chapter XC
91
Chapter XCI
92
Chapter XCII
93
Chapter XCIII
94
Chapter XCIV

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!