Chapter XVIII

Mars, bangun... hey, Mars!

Merasakan tepukan pelan di pipi dan mendengar suara yang paling aku rindukan, perlahan mataku terbuka dan mendapati wajahnya yang teduh dan tengah tersenyum menatapku.

"Marbi, kau kah itu!?" Aku mengerjapkan mataku untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.

"Bagus, bagus. Akhirnya adikku bangun dan mengenali kakaknya." Marbella tersenyum dan menepuk-nepuk pipiku lembut.

Aku menatap sekeliling dan mendapati para tikus dalam formasi lengkap berbaris menatapku dan Marbella.

"Eh, kalian semua di sini?... eeng, bukankah...?" aku memijat pelipisku yang terasa berdenyut.

"Ayo!" Marbella mengulurkan tangan untuk menarikku bangkit.

Aku berdiri tepat di sisi Marbella tapi semua terasa sedikit tidak nyata. Saat Marbella hendak melepaskan genggaman, aku menahannya. Untuk sementara aku tidak akan melepaskan genggaman tangan Marbella. dia menatap tangan kami sejenak dan tersenyum. Menyimpan tanganku dibelakang punggungnya dan berbalik.

" Kita keluar... sekarang," ucap Marbella pada pasukan.

Para tikus saling menatap, perlahan senyuman terbit di wajah mereka dan riuh bergema. Ruangan lembab itu seketika menghangat oleh semangat dan kebahagian. Dan aku masih berselimut 'bingung'.

"Cepat sekali kau meninggi, huh," Marbella meraih puncak kepalaku dengan berjinjit.

"Benarkah? ummm... Marbi..."

"Hm..!?" ia mengangkat wajahnya menatapku.

Aku segera memeluk Marbella dengan erat, aku harus memastikan bahwa ia nyata.

Marbella membalas pelukanku.

"Bukan mimpi," ucapnya.

"Ya, seharusnya tidak." Aku mengecup puncak kepala Marbella lembut, menghirup aroma dari rambut coklatnya, memastikan bahwa ini aroma yang sama seperti yang aku kenal sebelumnya.

Aku menarik napas lega, walau keyakinan ku tidak penuh. Untuk beberapa saat aku terus memeluknya.

Malam hari, lama setelah kami berjalan menyusuri lorong meninggalkan ruang bawah tanah kota Ahem, kini kami telah berada di sebuah rumah dengan dinding kayu coklat tua, lantainya berderit halus saat mendapat tekanan.

Marbella memajukan langkahnya untuk mengetuk. Semenit kemudian, wajah yang tidak asing muncul. Seorang wanita muda, wanita itu langsung melontarkan ucapan cepat tentang pekerjaannya di dapur alih-alih mempersilahkan kami masuk, dan dalam sekejap ia telah berlari pergi meninggalkan kami di depan pintu terbuka. Aku menatap Marbella dan ia mengangkat bahunya untuk mengatakan 'entah'.

Kami semua masuk dan aku duduk di kursi kain hijau pekat sementara Marbella berjalan ke tempat asal suara wanita tadi yang terus terdengar.

Sementara, kelompok tikus telah menemukan tempat yang membuat mereka nyaman dalam sekejap dan beristirahat, kecuali tikus tua putih, James.

James duduk di kursi. Kedua tangan kecilnya tergeletak di atas pahanya dan ia mengeluh mati rasa pada kedua kakinya. Tentu perjalanan tadi tidaklah mudah bagi tikus tua sepertinya, apalagi ia sudah lama terperangkap dalam lorong bawah tanah yang lembab. Kendati tikus pada umumnya hidup pada habitat yang hampir serupa dengan lorong itu, tetapi ia telah dipaksa mengakui usia yang menjajah kemampuan bertahannya.

"Sepi sekali, kemana yang lain?" suara wanita yang sosoknya tiba-tiba muncul di hadapan kami membuatku terhenyak. Ia terkekeh menyadari keterkejutan ku.

"Yang lain sedang beristirahat," James memberikan jawaban.

"Ooh, aku menyimpan satu setengah liter wassail dan sebotol wine tua Cyprus aku rasa itu akan cukup untuk semua," wanita itu meletakkan sebuah mug kaca besar juga sebuah botol di meja dan mengambil beberapa gelas dari bawahnya.

[Wassail: Minuman rempah tradisional yang umum dihidangkan saat perayaan, wassail kadang dibuat dalam resep beralkohol.]

James dan aku saling memandang untuk sesaat, dan wanita itu memergoki kami.

"Heh, jangan berpikir aku ini seorang pemabuk, aku hanya sesekali mengunjungi toko minuman dan beberapa membuatku tertarik untuk membelinya... yah, sekedar mencicipinya... sedikit," ia menjelaskan panjang lebar seolah menjawab isi pikiran kami.

Aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum canggung, sementara James tersenyum dengan aneh.

"Baiklah, aku kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaanku. Anggap rumah sendiri," ucapnya sembari berlalu.

"Dia terlihat berusia tidak jauh darimu, Pak. Tapi sepertinya ia tak peduli apa kata buku pelajaran tentang kecanduan dan pantangan," seloroh James.

"Umm.. James, bisakah kau berhenti memanggilku 'pak'?

"Kenapa, Pak? Bukankah ini panggilan yang sudah lama saya gunakan dalam komunikasi kita?" wajah James terlihat heran.

" Rasanya akan lebih nyaman jika kita saling menyebut nama saja, aku ingin suasana yang tidak menekan," ujarku.

James mengangguk pelan. Kesepakatan kecil telah tercapai.

Wanita tadi kembali muncul dengan membawa sepiring penuh semangka yang dipotong kotak-kotak, meletakkannya di meja dan mempersilahkan kami untuk memakannya. James terlihat bersemangat.

"Moonflower," wanita itu menjulurkan tangannya padaku.

Aku menghentikan tanganku dengan semangka di depan mulutku yang terbuka dan menatapnya.

"A-apa!?" tanyaku memastikan.

"Namaku Moonflower, siapa namamu? Kita belum sempat berkenalan saat berjumpa dulu," ucapnya dengan kembali menyodorkan tangannya padaku.

Aku meletakkan semangka ku segera dan menyambut uluran tangannya.

"Mars," balasku.

"Ok, Mars.. aku kembali ke dapur," ucapnya sambil berlari kecil meninggalkan ruangan.

Aku masih terbengong, James menatapku.

"Namanya Moonflower," bisik James padaku dari kursinya dan kami berdua menutup mulut menahan tawa sampai lelah.

Terpopuler

Comments

Women-Stars🍁 Al-Zha

Women-Stars🍁 Al-Zha

lah kok bisa, emgnya Marbella gk nyata apa??

2023-03-14

0

lilis herawati

lilis herawati

pasti berat jika berpisah

2023-01-31

0

al-del

al-del

minum obat...🤭

2023-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter I
2 Chapter II
3 Chapter III
4 Chapter IV
5 Chapter V
6 Chapter VI
7 Chapter VII
8 Chapter VIII
9 Chapter IX
10 Chapter X
11 Chapter XI
12 Chapter XII
13 Chapter XIII
14 Chapter XIV
15 Chapter XV
16 Chapter XVI
17 Chapter XVII
18 Chapter XVIII
19 Chapter XIX
20 Chapter XX
21 Chapter XXI
22 Chapter XXII
23 Chapter XXIII
24 Chapter XXIV
25 Chapter XXV
26 Chapter XXVI
27 Chapter XXVII
28 Chapter XXVIII
29 Chapter XXIX
30 Chapter XXX
31 Chapter XXXI
32 Chapter XXXII
33 Chapter XXXIII
34 Chapter XXXIV
35 Chapter XXXV
36 Chapter XXXVI
37 Chapter XXXVII
38 Chapter XXXVIII
39 Chapter XXXIX
40 Chapter XL
41 Chapter XLI
42 Chapter XLII
43 Chapter XLIII
44 Chapter XLIV
45 Chapter XLV
46 Chapter XLVI
47 Chapter XLVII
48 Chapter XLVIII
49 Chapter XLIX
50 Chapter L
51 Chapter LI
52 Chapter LII
53 Chapter LIII
54 Chapter LIV
55 Chapter LV
56 Chapter LVI
57 Chapter LVII
58 Chapter LVIII
59 Chapter LIX
60 Chapter LX
61 Chapter LXI
62 Chapter LXII
63 Chapter LXIII
64 Chapter LXIV
65 Chapter LXV
66 Chapter LXVI
67 Chapter LXVII
68 Chapter LXVIII
69 Chapter LXIX
70 Chapter LXX
71 Chapter LXXI
72 Chapter LXXII
73 Chapter LXXIII
74 Chapter LXXIV
75 Chapter LXXV
76 Chapter LXXVI
77 Chapter LXXVII
78 Chapter LXXVIII
79 Chapter LXXIX
80 Chapter LXXX
81 Chapter LXXXI
82 Chapter LXXXII
83 Chapter LXXXIII
84 Chapter LXXXIV
85 Chapter LXXXV
86 Chapter LXXXVI
87 Chapter LXXXVII
88 Chapter LXXXVIII
89 LXXXIX
90 Chapter XC
91 Chapter XCI
92 Chapter XCII
93 Chapter XCIII
94 Chapter XCIV
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Chapter I
2
Chapter II
3
Chapter III
4
Chapter IV
5
Chapter V
6
Chapter VI
7
Chapter VII
8
Chapter VIII
9
Chapter IX
10
Chapter X
11
Chapter XI
12
Chapter XII
13
Chapter XIII
14
Chapter XIV
15
Chapter XV
16
Chapter XVI
17
Chapter XVII
18
Chapter XVIII
19
Chapter XIX
20
Chapter XX
21
Chapter XXI
22
Chapter XXII
23
Chapter XXIII
24
Chapter XXIV
25
Chapter XXV
26
Chapter XXVI
27
Chapter XXVII
28
Chapter XXVIII
29
Chapter XXIX
30
Chapter XXX
31
Chapter XXXI
32
Chapter XXXII
33
Chapter XXXIII
34
Chapter XXXIV
35
Chapter XXXV
36
Chapter XXXVI
37
Chapter XXXVII
38
Chapter XXXVIII
39
Chapter XXXIX
40
Chapter XL
41
Chapter XLI
42
Chapter XLII
43
Chapter XLIII
44
Chapter XLIV
45
Chapter XLV
46
Chapter XLVI
47
Chapter XLVII
48
Chapter XLVIII
49
Chapter XLIX
50
Chapter L
51
Chapter LI
52
Chapter LII
53
Chapter LIII
54
Chapter LIV
55
Chapter LV
56
Chapter LVI
57
Chapter LVII
58
Chapter LVIII
59
Chapter LIX
60
Chapter LX
61
Chapter LXI
62
Chapter LXII
63
Chapter LXIII
64
Chapter LXIV
65
Chapter LXV
66
Chapter LXVI
67
Chapter LXVII
68
Chapter LXVIII
69
Chapter LXIX
70
Chapter LXX
71
Chapter LXXI
72
Chapter LXXII
73
Chapter LXXIII
74
Chapter LXXIV
75
Chapter LXXV
76
Chapter LXXVI
77
Chapter LXXVII
78
Chapter LXXVIII
79
Chapter LXXIX
80
Chapter LXXX
81
Chapter LXXXI
82
Chapter LXXXII
83
Chapter LXXXIII
84
Chapter LXXXIV
85
Chapter LXXXV
86
Chapter LXXXVI
87
Chapter LXXXVII
88
Chapter LXXXVIII
89
LXXXIX
90
Chapter XC
91
Chapter XCI
92
Chapter XCII
93
Chapter XCIII
94
Chapter XCIV

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!