Dengan masih terlihat tenang Teja berdiri diantara perampok dan ketua pedagang itu.
Wajah kepala perampok kian merah karena marah , dengan sedikit kode kepada anak buahnya mereka mulai bergerak mengepung Teja Kusuma.
Padma sari yang melihat anaknya di kepung musuh perlahan mau mendekati , tapi Teja memberi isyarat dan berkata ," Ibu tenang saja Teja masih sanggup membereskan para sampah ini ".
Para pengeroyok mulai makin mendekat, dan memutar -. mutar senjata masing-masing.
Teja memasang sedikit kuda - kuda, kaki kanan agak ditarik kebelakang sedikit untuk menguatkan serangan yang disiapkan.
"Hiaaaaaaaattt....
Serentak para perampok menyerang , dengan masih tenang Teja mengayunkan ranting yang masih dipegangnya untuk menangkis semua serangan.
Tangan kanan menangkis serangan , tangan kirinya diayunkan membuat angin pukulan.
WOoooZzzz.....
Sebagian penyerangnya terlempar kebelakang .
Mengetahui anak buah nya terpental kebelakang tidak menyurutkan pemimpin perampok itu jera , Kepala perampok itu malah makin penasaran.
Kembali serangan di lakukan dengan menambah tenaga dalam dan kecepatan
BLAaaaarr......
Benturan pukulan yang di aliri tenaga dalam terjadi , Teja menyambut pukul beberapa orang sekaligus dengan seperempat tenaganya.
Karena hanya seperempat tenaga yang di keluarkan , membuat Teja terdorong dua langkah kebelakang.
Melihat itu para penyerang merasa unggul tenaga dalam,karena mereka baru mengeluarkan tenaga sebesar delapan puluh bagian.
"Ha...ha.....ha........
"Dasar bocah , tidak tahu dalamnya laut tingginya gunung sudah berani menantang Ki Brewok ", kata kelapa perampok menyebut namanya sendiri.
Ki Brewok adalah pemimpin perampok yang terkenal di hutan tersebut. Memang di hutan Bawono banyak kelompok - kelompok perampok yang tidak saling terhubung.
Bahkan kalau sedang sial seorang pedagang bisa di rampok berulang kali dalam salah satu perjalanan lewat hutan tersebut , oleh kelompok perampok berbeda.
Diantara kelompok perampok yang ada kelompok Ki Brewok lah yang paling kuat.
Sehingga membuat Ki Brewok jumawa,karena merasa paling sakti.
"Hhmmm....
Sambil berdehem dan tersenyum kecil Teja mengejek memeletkan lidahnya.
"Kalian pikir ...aku sudah kalah ya.....,baiklah aku akan serius ", kata Teja sambil mengeluarkan senjata pedang nya yang disimpan di Gelang Mustika Jagat.
Lengan kanannya ia kibaskan , dengan tiba-tiba muncul pedang Merah Darah di tangannya.
Aura yang di keluarkan pedang itu sangat menakutkan.
Semua orang terbelalak , semacam melihat sihir yang di pamerkan.
Tentu saja kecuali Padma sari , karena ia tahu tentang Gelang Mustika Jagat.
Tanpa berkata lagi Teja bergerak menyerang dengan sedikit menambah tenaga dalam.
"Yeeaaaaa.........!!!!?
Dan...
Craaasss........!! Craaasss...!!!
tubuh - tubuh terbabat , ada yang terpotong dan ada yang terbelah.
Sesaat membuat kelompok perampok terdiam mematung.
Melihat kehebatan pemuda tanggung di depannya , Ki Brewok sedikit ngeri.
Dia berencana kabur , tolah - toleh kanan - kiri mencari kesempatan.
Melihat situasi tersebut Teja bersiap menghadang
"Mau Kemana paman perampok , mau kabur ya...??!!. Tidak semudah itu . Kau boleh pergi setelah meninggalkan kepalamu disini ".
Pucat pasi wajah Ki Brewok mendengar rencananya terbaca Teja.
Sambil melompat dan menyerang Ki Brewok tetap berniat melarikan diri.
"Hiaaaa........
Craaasss.....buuukkkk...!!
Dengan kecepatan kilat kepala Ki Brewok sudah terlepas dan menggelinding di antara kaki anak buah nya , disusul dengan ambruk nya tubuh kepala perampok itu.
Tanpa di komando anak buah Ki Brewok berhamburan melarikan diri ketakutan.
Teja membiarkan dan tidak mengejarnya.Baginya mereka hanyalah kroco yang tidak berbahaya.
Padma sari tersenyum bangga melihat perkembangan anaknya.
Setelah suasana tenang kembali , ketua rombongan menghampiri Teja dan ibunya , sambil menjura memberi hormat.
"Terima Kasih ... nyonya dan tuan muda pendekar , atas pertolongannya ".kata tuan Yodha Birawa dengan makin membungkuk.
"Kami tidak tahu bagaimana nasib kami bila tidak ada pendekar berdua ".
"Tidak mengapa tuan saudagar , sudah kewajiban kami membantu yang lemah ",balas Padma sari .
"Dan mengapa tuan - tuan tidak menyewa biro pengawalan seperti pedagang yang lain,"Padma sari bertanya.
Dengan sedikit lirih tuan Yodha Birawa bercerita tentang Kong kalikong antara perampok dan biro pengawalan.
"Benarkah berita itu nyata tuan ," Padma berkata tidak percaya.
"Saya sangat yakin nyonya , tentang kerjasama mereka untuk memeras kami kaum pedagang ," sahut Yodha Birawa dengan muka serius.
"Haiss.....betul - betul kacau kalau begitu ", Teja Kusuma bergumam sendiri.
Setelah bercakap-cakap akhir nya di putuskan para pedagang untuk menyewa ibu dan anak tersebut menjadi pengawal dadakan.
Karena merasa searah Padma dan Teja menyetujuinya , itung - itung dapat untung makan enak gratis dan dapat koin emas empat kantong.
Selama perjalanan selanjutnya , tidak ada perampok an yang terjadi , hanya ada penghadangan oleh kelompok kecil dan setelah sedikit demonstrasi kekuatan Teja Kusuma dan sang ibu , semua terbirit-birit
Hari menjelang sore rombongan masih berjalan pelan.Mereka bersiap untuk beristirahat , namun sesaat di hampiri rombongan orang berseragam yang bersimbol tiga bedang berjajar.Ya mereka adalah biro pengawalan yang terkenal.
Mereka hanya mengawasi rombongan pedagang itu sambil sesekali melirik ke arah Teja dan ibunya.
Pandangan mereka nampak sinis , seakan tidak menyukai kehadiran Teja dan Padma sari.
Kelompok Tiga Pedang Perak kemudian berlalu dan pergi tanpa berkata apapun.
Esok harinya perjalanan di lanjutkan kembali , kerena banyaknya kereta barang yang di bawa pedagang , membuat jalannya kuda - kuda tidak bisa cepat , setelah semalam dua hari akhir nya rombongan sampai di kota tujuan yaitu Kota Bulan.
Di kota Bulan rombongan pedagang dan Teja
berpisah, setelah mengucapkan banyak terima kasih dan menyerahkan imbalan empat kantong koin emas mereka menuju pasar yang di tuju.
Teja dan ibunya melanjutkan perjalanan.
"Kakaaang Teja.........!!!!!!
sebuah teriakan terdengar.......
'Haahh..... Dinda Sekar.......???
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Shen shandian luo
12 thn sudah ngacengan..jadi kurang seru ceritanya
2024-12-06
0
Ana Dasuki
jozzz
2024-11-09
0
Djafar Suwito
Umur nya jangan 12 tahun atuh
2024-09-18
2