Mereka makin bertindak kurang ajar , merasa tidak ada yang perduli dengan kejadian di restoran tersebut.
Sedangkan para pelayan sudah berlari menghindar takut terkena serangan nyasar.
"Ayoooo ...kita ... tangkap...." teriak mereka beramai-ramai.
Sekar Wangi hanya pasrah tersudut di dinding restoran , dia meringkuk sambil memejamkan mata.
Gubraaaak....!!!!!!?
Bruuuuk.....!!!! Praaaaakk....!!!!!
'Aaaaacchhh......!!!!
"Aaduuuuhh.......!!!!!!
sambil masih terpejam matanya dia mendengar suara-suara benda jatuh berhamburan.
teriakan orang mengaduh...kesakitan.
perlahan-lahan di bukanya matanya dan betapa kagetnya dia ,di depannya sudah berdiri seorang pemuda tampan yang tadi sempat ketemu di jalanan.
tampaknya pemuda inilah yang sudah menghajar para grombolan Macan Hitam.
hanya dalam tempo yang sangat singkat mereka bisa di tumbangkan semua.
Dengan masih melotot tak percaya ,dan mulut sedikit membentuk huruf O kecil Sekar Wangi mematung memandang Teja Kusuma.
Di pandang i sedemikian rupa membuat Teja Kusuma salah Tingkah.
Dia balik memandang tubuhnya sendiri ,mungkin ada yang salah dengan penampilan nya,sehingga gadis manis di depannya melotot memandangnya.
mereka baru tersadar setelah mendengar rintihan murid-murid Macan Hitam.
"Ampuuuunn tuan muda ,....ampuni kami ".
mereka memohon ampun melihat Teja Kusuma kembali menatap dengan wajah beringas.
mereka ketakutan melihat kemampuan bocah tanggung di depannya,dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata mereka, tiba-tiba mereka semua terlempar dengan barbagai pukul an dan tendangan bersarang di tubuh.
mereka sangat kesakitan,bahkan untuk berdiri saja susah.
walaupun dalam hati mereka mengumpat tapi mereka harus sadar diri siapa yang ada di depan mata.
meski pun masih sangat muda tapi kemampuan nya sungguh susah di terima nalar.
"Pergilah kalian...jadi peristiwa hari ini sebagai pelajaran ,biar kalian kedepannya tidak berlaku sembarangan".
Teja Kusuma berteriak mendengus kesal kepada anggota Macan Hitam.
Dengan tertatih - tatih berdiri mereka menjura memberi hormat kepada Teja Kusuma, sebelum beranjak pergi.
"Eh...eh....tunggu dulu....!!!!!
teriakan Teja Kusuma menghentikan gerakan orang-orang macan hitam yang sudah mulai meninggalkan tempat tersebut.
mereka kembali menggigil ketakutan , khawatir bila Teja Kusuma berubah pikiran dan membantai mereka.
"Ampuuuunn tuan muda ....aada ...apa ....lagi..." mereka semakin was-was mendengar Teja Kusuma menghentikan langkahnya.
"Kalian beluuum meminta maaf ...pada Nona ..di depanku ini .."kata Teja Kusuma dengan entengnya.
buru-buru mereka berebut meminta maaf dan ingin segera meninggalkan tempat tersebut.
Sekar Wangi yang di mintai maaf hanya menganggukkan kepala, sambil pandangan matanya tak lepas, masih tetap memandang Teja Kusuma yang sangat tampan.
Setelah gerombolan pengacau pergi pelan-pelan , para pelayan restoran dan pengunjung berdatangan kembali dengan saling berbisik-bisik.
mereka merasa takjub dengan kemampuan pemuda tampan di depan tersebut.
manager restoran segera menghampiri , sambil menjura memberi hormat mengucapkan kata-kata terimakasih.
'terima kasih banyak pendekar muda,atas pertolongan nya restoran ini tidak hancur.
Begitu pun dengan Sekar Wangi , setelah kembali bisa menguasai diri.Dia buru - buru menghampiri meja Teja Kusuma.
"Terima kasih pendekar muda ,atas bantuan tuan saya dan kedua paman pengasuh ku selamat dari marabahaya" ucap Sekar Wangi lemah lembut sambil menjura memberi hormat,dia merasa canggung karena waktu di jalan pasar pernah menganggap lelaki di depannya anak cengeng.
"Tidak usah sungkan nona ,kita memang harus saling menolong sesama manusia',balas Teja Kusuma sambil tersenyum.
"panggil saja saya Sekar Wangi, .itu nama saya pendekar muda", jawab Sekar wangi sambil tersipu malu memperkenalkan diri.
"oh...ya .namaku Teja dan ini ibu ku,namanya ibu Padma" kemudian Teja memperkenalkan diri dan ibunya.
setelah saling memperkenalkan diri dan para pelayan juga sudah membersihkan meja-meja dan kotoran sisa pertempuran mereka kembali melanjutkan makannya , atas permintaan ibu Padma Sekar Wangi bergabung satu meja dengan mereka.
Sedangkan kedua pengasuh dan pengawal Sekar Wangi memilih makan di meja lain dekat mereka,karena sungkan merasa bukan strata nya.
Sekar Wangi tampak senang dengan keramahan ibu Padma, mereka saling bercerita.
suasana yang semula kaku menjadi cair, ternyata Sekar Wangi anak yang supel mudah bergaul dan mungkin sedikit cerewet.
Padma sari pun menjadi tahu banyak dengan berita di dunia luar khususnya dunia persilatan dari cerita Sekar Wangi.
walaupun umur Sekar Wangi masih sangat muda ternyata ia anak yang cerdas,ia banyak tahu dengan kondisi sekitar bahkan sedikit banyak tahu kondisi istana kerajaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Shen shandian luo
aneh ceritanya..cucu tetua sebuah perguruan masih di tindas oleh perguruan lain yg lebih lemah...
2024-12-06
0
Abdul Muis
ini cerita gabungan nuansa nusantara dgn whukxia kayanya
2024-10-05
1
Zay Zay
emang jman dulu udah ad kata restoran za,bkn warung mkan gitu...?!😶😶😶😶
2023-05-10
1