Padma sari kembali menghela nafas mendengar kekacauan yang di timbulkan oleh selir Surti dan kelompok pendukung nya.
Hatinya bimbang apakah ini sudah saatnya dirinya membuka jati dirinya dan putranya , apakah tidak berbahaya bagi keselamatan mereka berdua .
"Aku harus menyimpan rapat siapa aku dan siapa putraku sesungguhnya , sebelum aku memiliki sekutu yang bisa di andalkan dan dapat dipercaya serta setia ", dalam hati Padma sari berkata.
"Maaf senior , sebelumnya saya memang punya sedikit keinginan untuk mengurangi kejahatan yang terjadi , tapi aku dan anakku belum berani bertindak lebih jauh sebelum aku bertemu keluarga besarku ", sambil minta maaf yang tulus Padma mengucapkan pendapat nya.
"Tapi kami berjanji , setelah kami bertemu dengan keluarga besarku ,kami akan berkongsi dengan perguruan yang tetua pimpin , untuk menghentikan segala kekacauan di negeri ini ", dengan serius Padma sari berbicara.
"Terima kasih nyonya atas kesediaan nyonya dan nakmas Teja bergabung untuk memberantas kejahatan selama ini",
"Tidak perlu sungkan senior , ini sudah tanggung jawab kami sebagai sesama manusia ", sambil menunduk Padma membalas ucapan tetua agung Pedang Kilat.
Teja hanya mendengarkan semua pembicaraan ibu dan tetua agung tersebut.
Dia masih merasa sungkan untuk mengeluarkan pendapat , apalagi dia masih merasa terlalu muda untuk ikut berbicara di antara golongan tua yang di segani.
Sekar Wangi hanya menatap pemuda tampan didepannya , pemuda yang telah menarik perhatian nya sejak pertama bertemu.
Semua pembicaraan antara kakeknya dan Padma sari serasa kidung ditelinganya , hanya sebuah senandung kecil yang mengiringi momen saat dia melihat keindahan di depan matanya.
Bahkan sampai kakek nya selesai berdiskusi dan makanan telah dihidangkan Sekar Wangi masih terus menatap ke arah Teja Kusuma.
Mengetahui gelagat tersebut sang kakek tersenyum , memang tidak salah cucunya bertingkah seperti itu, karena tidak bisa di pungkiri bahwa memang sosok Teja sangat tampan dan memiliki suatu aura yang berwibawa , berbeda dengan remaja lain yang mungkin sepantaran dengan nya , dan mulai menggoda cucu nya.
"Sekar.....
"Sekar Wangi....
"Apa kamu sudah kenyang dengan memandang nakmas Teja.." berkata eyang Sapto Gumelar.
Sekar wangi tergagap mendengar pertanyaan kakek nya ,dia menunduk menyembunyikan wajah nya yang sudah seperti kepiting rebus.
Sambil menyantap makanan dan minuman yang sudah terhidang di meja tetua agung bertanya.
"Kalau boleh tahu sebenarnya nyonya dan nakmas ini berasal dari perguruan mana", eyang Sapto Gumelar bertanya untuk mengusir keheningan.
"Saya berasal dari Perguruan Bukit Merah senior ", jawab Padma sari.
Tetua Agung tampak sedikit terkejut kemudian tersenyum," Ternyata tidak salah aku mengeluarkan uneg-uneg tentang negeri ini kepada nyonya, karena nyonya berasal dari perguruan yang terkenal akan Budi baik nya dan saya yakin keluarga perguruan Bukit Merah pasti juga memikirkan hal ini , apalagi saya dengar salah satu selir maharaja yang jadi korban berasal dari sana , sudah sepantasnya mereka membalas perbuatan tersebut ".
"Terima kasih atas pujian senior terhadap perguruan kecil kami ," Padma sari merendah.
"Suatu saat tetua agung Pedang Kilat akan tahu kebenaran semua ini , dan saya harap bantuan tetua untuk membantu kami melawan kejahatan bila waktu nya telah tiba pada saat nya ".
Hari makin petang , setelah menyelesaikan makan dan perbincangan mereka berpisah bergegas untuk tujuan masing-masing.
Padma sari dan Teja langsung melanjutkan perjalanan , karena tidak ingin membuang waktu lebih lama . Mereka memutuskan menginap di perjalanan
Sebelum berpisah , kembali Sekar Wangi menghampiri Teja dan berbisik di telinga Teja Kusuma , kemudian langsung berbalik dengan wajah yang tersipu-sipu.
Teja hanya tersenyum sambil mengangguk.
______
Hari makin gelap , bulan yang bersinar terang cukup menerangi malam itu .
Sepasang kuda melaju cukup kencang , kali ini perjalanan tidak melewati hutan hanya bukit - bukit yang menjulang tinggi.
Sebelum sampai bukit merah terdapat serentetan bukit bernama rentetan bukit naga, dari kejauhan puluhan bukit nampak seperti naga yang sedang tertidur.
Rentetan bukit itu sangat panjang sehingga di butuhkan berhari - hari untuk melintasinya ditambah lagi jalur yang terjal membuat para pelintas harus ekstra hati-hati.
Meskipun malam Padma dan Teja tetap berkuda melanjutkan perjalanan.
Hingga sampailah di sebuah desa , mereka berhenti dan mencari penginapan.
Meskipun tampak kecil desa tersebut cukup ramai karena desa itu adalah desa terakhir sebelum masuk di kaki bukit naga.
____________
Mohon dukungan reader semua dengan kritik saran ,like dan vote- nya , selamat membaca
Sehat selalu tetap jaga protokol kesehatan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Jumadi 0707
jng terlalu pendek dong thot setiap bab nya
2024-06-27
2
Bonih Suryani
terlalu pendek Thor tiap bab nya
2022-09-15
1
Sandi Fahlevi
mntaappp lanjuutttttt thor 👍👍👍
2022-08-28
1