Hari masih pagi, matahari belum sepenuhnya nampak di ufuk timur .Burung - burung tampak indah berkejaran seakan saling besendau gurau.
Padma sari dan Teja Kusuma mulai berkemas untuk melanjutkan pengembaraan menuju perguruan Bukit Merah.
Jarak yang lumayan jauh dari tempat persinggahan mereka saat ini, membuat mereka menyiapkan bekal yang dibutuhkan.
Setelah menyelesaikan pembayaran di penginapan mereka berencana membeli dua ekor kuda , karena memang jarak yang di tempuh cukup jauh.
Mungkin di butuhkan waktu sebulan berkuda dengan kecepatan penuh tanpa henti bila ingin cepat sampai.
Mereka tidak terburu-buru,jadi setelah membeli kuda yang cukup gagah, mereka berkuda dengan santai.
Sambil mengawasi keadaan mereka bisa menyimpulkan bahwa keadaan memang sedang kacau.
Banyak rakyat kesusahan , kemiskinan dimana -mana.
Hanya orang yang punya kuasa , harta dan kekuatan lah yang tampak tidak terimbas keadaan.
Melihat keadaan tersebut membuat Teja Kusuma sangat trenyuh hatinya , dan semakin menguat kan tekatnya untuk merubah.
'Aku merubah keadaan ini menjadi lebih baik' dalam hati Teja bergumam.
Padma sari dan kedua kakek nenek angkat nya memang selalu menekankan kebaikan - kebaikan dalam mendidik Teja selama di jurang kematian.
Walaupun mereka hidup terasing namun nilai - nilai kemanusiaan selalu di tekankan dalam kehidupan sehari-hari.
"Teja tampak nya sebentar lagi kita akan memasuki hutan ", kita harus hati-hati nak.
"iya ibu....' jawab Teja Kusuma.
meskipun tampak santai namun mereka selalu waspada.
Hidup di alam bebas memang kadang menyenangkan , tidak ada aturan yang baku. Tapi juga menakutkan bagi mereka yang tidak mempunyai kemampuan bela diri.
Baru saja mereka masuk hutan yang tidak terlalu dalam tampak beberapa bayangan berkelebat di semak - semak.
"hati-hati nak ,ibu merasa ada yang mengikuti kita ", dengan pelan Padma sari berbisik.
Walaupun kemampuan bela diri Padma sari jauh meningkat dalam sepuluh tahun ini,tapi dia jarang bertempur langsung di Medan perang.
Ditambah dirinya masih trauma dengan kejadian pengeroyokan yang menimpanya sepuluh tahun yang lalu , membuat hatinya jerih.
Melihat ibunya agak khawatir, Teja hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.
'Tenang saja ibu...,aku pasti melindungimu.."
Padma sari tersenyum , dari kecil Teja selalu berkata AKU AKAN MELINDUNGI KELUARGA KU, itu yang selalu di ucapkan bila sedang bermain - main waktu kecil.
Ternyata waktu cepat berlalu dan benar saja Teja memang selalu berusaha melindungi dirinya.
"BERHENTI......!!!!
sebuah teriakan keras terdengar , diikuti dengan munculnya beberapa orang dari balik pepohonan.
"Tinggalkan kuda dan barang bawaan kalian,baru kalian boleh pergi ",salah satu dari kawanan itu memerintah.
"Kalau kami tidak mau bagaimana.."balas Teja.
"Tinggalkan nyawa kalian.....
"Enak saja kalian bicara .." Sambil menimpali perkataan perompak , Padma sari melempar selendang senjata nya.
BLAaaaarr!!!!!
selendang menghantam salah satu dada perompak , terpental menghantam menghantam pohon.
'Hooeeekkk...... langsung muntah darah..
Melihat salah satu anggota nya tumbang , membuat mereka..marah.
"Seraaaaang........'!!!!
Akhirnya pertempuran terjadi , walaupun dikeroyok banyak orang tak membuat Teja dan Padma terdesak.
Setelah melewati beberapa jurus , para perampok mulai kewalahan.
Banyak anggota perampok bertumbangan, dalam sekali tebas perut terburai dan mati.
"Hiaaaaaaaattt.......!!!!!
Breeeet...breeeeet......craaaaassss....
Tubuh - tubuh berjatuhan , hanya tertinggal beberapa orang akhirnya lari terbirit-birit ketakutan.
Setelah memeriksa para penjahat yang mati dan mengambil barang yang masih berharga mereka melanjutkan perjalanan kembali.
"Banyak juga ternyata uang mereka Bu.." kata Teja.
"Mungkin hari ini mereka baru dapat mangsa", Padma menjelaskan.
Benar saja ,baru beberapa puluh tombak mereka berlalu nampak mayat-mayat berserakan habis di bantai kelompok tadi.
"Untung kita habisi mereka Bu, semoga membuat jumlah penjahat berkurang ", kata Teja.
'Iya nak..sudah tugas kita menghentikan kekacauan ini semampu kita, semoga bisa membuat dunia semakin aman ".
lebat dan luasnya hutan membuat mereka masih terjebak di dalam hutan, sedang kan hari mulai senja.
"Bu bagaiman kalau kita berburu untuk menghemat bekal kita",kata Teja.
"Iya nak....berburu lah jangan jauh - jauh, sudah mulai petang, ibu akan membuat perapian disini ", sahut Padma.
Segera Teja melesat menghilang dari hadapan Padma sari, tidak sampai sepeminuman teh Teja sudah kembali sambil membawa seekor rusa.
Setelah membersihkan rusa , sebagian di bakar sebagian di jadikan daging asap , untuk mengawetkan daging tersebut.
Hari makin petang , suasana hutan mulai gelap , mereka memutuskan tidur di hutan tersebut.
Sebuah perapian di buat untuk membantu menghangatkan badan.
________________
Mohon dukungannya para reader semua
dengan saran, komentar dan jangan lupa like, vote juga bintang agar author semangat berkarya....makasih semuanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
Karya anda cukup bagus, tp tata kalimat setiap intrik2 dunia pendekaran harus ada tambahan, sehingga pembaca semakin terhanyut dlm pikiran cerita.
2024-12-14
0
Aries Hikmal
idenya unik
2024-08-06
1
mohammad anwar
jos
2024-05-09
0