perguruan Macan Hitam sejak dulu didirikan oleh tetua pertama beraliran netral,kerena sebagian sahabat-sahabatnya terdiri dari berbagai golongan.
Pendiri perguruan macan hitam berasal dari tanah sebrang bergelar Datuk Sikumbang hitam.
Setelah berpuluh tahun dan sudah merasa tua dia menyerahkan jabatan tetua kepada murid pertama nya yang bernama Donggala.
ketua Donggala lah yang hingga kini menjadi ketua agung di perguruan itu.
ketua Donggala terkenal dengan sebutan macam srenggi,karena memang dia sebenarnya berasal dari bukit srenggi di salah satu wilayah kerajaan Giri Woro yang bersebelahan dengan kerajaan Bumi Kamulyan.
Donggala di bantu oleh tiga tetua yaitu tetua Sugati bergelar macan loreng , tetua sudiro bergelar macan terbang , dan tetua Kumolo bergelar Si Cakar sakti.
mereka berempat memimpin perguruan macan hitam hingga menjadi lebih terkenal.
Meskipun sebenarnya perguruan macan hitam termasuk perguruan menengah.
"Dasar anak ingusan....."
"Memangnya kamu tidak tahu kami ini siapa..',dengan congkaknya salah satu dari mereka menyahut .
"Saya tidak perduli dari mana paman-paman ini berasal , selagi mengganggu orang lain aku akan mengingatkan kalian,kalau perlu menghentikan perbuatan kalian bila tidak bisa di ajak bicara baik-baik' dengan sedikit ketus Sekar Wangi berkata.
"Hi...Hi....Hi.........
"Huaaa.....ha........ha....
"Hehe....he.....he........
Rombongan itu tertawa bersama-sama. Sambil saling pandang , tampak meremehkan.
Karena memang yang berdiri didepan mereka hanyalah seorang anak yang belum dewasa,remaja yang cantik dan tampak lemah gemulai.
"Sekarang kau mau apa bocah..... beraninya...bicara sembrono di depan kami murid-murid Macan Hitam.
"Aku minta paman-paman semua minta maaf kepada para pengunjung,dan mengganti kerusakan yang paman buat".
"Kurang ajaaaar kau bocah ,memerintah kami dengan hal-hal yang remeh".
Para anggota Macan Hitam mulai tersulut emosi , dengan tingkah bocah di depannya yang menurut mereka sangat lancang.
"Tangkaaap....anak....ingusan....itu...."teriak salah satu senior dari rombongan itu memerintah.
membuat anggota Macan Hitam mengurung Sekar Wangi yang di dampingi oleh kedua abdi nya.
kedua abdi Sekar Wangi adalah sepasang lelaki kembar yang sudah agak sepuh, mungkin berusia pertengahan empat puluh an.Sejak bayi Sekar wangi sudah diasuh mereka.
Sebenarnya mereka kembar tiga , tapi yang satu perempuan.Mereka bernama Jumadi,Jumali dan Juminten.
selama di perguruan Pedang Kilat mereka lah yang mengurusi segala kebutuhan Sekar Wangi.dan sudah di anggap orang tua sendiri.
"hiaaaaaaaattt........
serangan anggota Macan Hitam serentak menggempur rombongan Sekar Wangi.
pedang-pedang beradu .......
Trang....!!!! Traaaang.....!!!!!
suara nyaring membuat orang yang tidak bisa bela diri semakin ketakutan. Semua nya menyingkir takut terkena imbas pertempuran itu.
Sementara itu di pojok ruangan dekat jendela Teja sudah mau berdiri membantu,tapi ibunya menahan tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
Teja paham,dan kembali duduk.
"Biarkan dulu nak , jangan ikut campur".
"Tapi Bu ,aku kasihan dengan gadis itu,dia benar karena gerombolan itu mengacaukan orang-orang yang sedang makan",sungut Teja Kusuma pelan.
"Kita lihat dulu nak sampai dimana kemampuan gadis itu,kalau memang terdesak baru kita bertindak menolongnya."
"Baik Bu...."
pertempuran makin sengit berlangsung.Beberap jurus sudah dikeluarkan oleh kedua belah pihak, Jumlah orang ternyata menjadi pembeda per tempuran kali ini.
rombongan Sekar Wangi makin terdesak, seandainya mereka bertarung dengan adil satu lawan satu mungkin Sekar wangi masih sanggup mengatasi dan memenangkan
pertarungan.
Tapi karena jumlah anggota Macan Hitam puluhan orang dan Sekar Wangi hanya bertiga membuat pertempuran itu timpang.
setelah puluhan jurus akhirnya Jumadi dan Jumali terlempar terkena pukulan,dan tergeletak roboh hampir pingsan.
mereka menatap majikan yang sudah dianggap melebihi anaknya dengan pucat pasi.
"maaf tuan-tuan pendekar ,tolong ampun i majikanku ini..."rintih Jumali
"Ambilah nyawa kami ..' sahut Jumadi
"Waaaah enak saja kalian mengaturku...anak ini akan kami tangkap,bilang kepada orang tuanya kami minta tebusan seribu tail emas bila ingin selamat.."
kembali mereka bergerak menangkap Sekar Wangi yang sudah mulai kehabisan nafas.
"ha...ha.. akhir nya kami bisa menangkap mu bocah ayu....."
"Apa kamu mau main - main sama paman dulu ..he......he....."
dengan pandangan cabul para pengeroyok mendekat.
"Pffuiiiih....." Jangan berani menyentuh ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Jumadi 0707
masa sy perannya cuman jd pengawal Thor pingsan lg malu2 in Thor
2024-06-26
2
Benny Andryan
Wanita memang selalu membuat birahi para lelaki
2022-01-23
1
wiji kustiawan
Oalah jum jum😅
2021-12-17
1