Setelah semalam bermalam di hutan,pagi harinya ibu dan anak tersebut kembali melanjutkan perjalanan.
Jalur di hutan tersebut memang bukan satu-satunya jalur menuju kota terdekat dari kota Cengkir , tempat mereka singgah pertama kali setelah keluar dari hutan hantu merah.
Tapi jalur lainnya terlalu memutar, sehingga para pelintas enggan lewat jalur yang memutar jauh,hanya orang-orang tertentu yang memilih jalur memutar.
Hutan yang saat ini di lewati bernama hutan Benowo,tak seperti hutan hantu merah yang wingit , hutan Benowo meskipun lebat tapi banyak di lewati pelintas.
Keadaan inilah yang membuat hutan Benowo banyak di jadikan markas perampok. Di hutan ini tidak ada yang dominan menguasai wilayah tersebut,berbeda dengan hutan hantu merah yang dikuasai "Sepasang hantu' sehingga tidak banyak yang melewati.
Walaupun hutan Benowo terkenal dengan pencoleng dan perampok,tapi masih banyak saudagar besar yang berani lewat dengan syarat membawa banyak pengawal. Dengan pengawalan yang ketat dari biro jasa pengawalan terkenal , bisa di pastikan aman tak ada kendala.
Dan perampok yang berada di hutan ini juga tidak berani bertindak bila yang melewati tampak di kawal oleh biro - biro jasa pengawalan terkenal.
Seperti sudah ada saling pengertian antara perampok dan biro pengawalan, bahkan ada pameo yang mengatakan bila biro jasa pengawalan bekerja sama dengan perampok untuk memajukan usaha mereka.Supaya biro pengawalan laris disewa maka dibentuklah gerombolan perampok.
Entah benar apa tidak berita tersebut tidak ada yang tahu pasti.
Setelah berkuda sekian lama akhirnya mereka bertemu dengan kelompok pedagang.
Tampak nya rombongan pedagang tersebut terdiri dari berbagai pedagang yang memang sengaja berjalan bersama untuk saling membantu bila ada perampok.
Rombongan pedagang tersebut di pimpinan oleh seorang pedagang kain sutra bernama Yodha Birawa.
Melihat di belakang rombongan ada dua orang yang berkuda membuat mereka waspada.
Rombongan ini memang tidak menyewa biro pengawalan terkenal , hanya manfaatkan para penjaga dan budak di rumah masing - masing karena harga sewa biro pengawalan terkenal mahal.
Mereka sedang istirahat karena semalaman tidak berani berhenti , mengingat keamanan lebih terjaga bila terus bergerak.
Siang itu mereka berhenti untuk mengistirahatkan hewan tunggangan juga memberi waktu para budak dan pengawal pribadi tidur sejenak.
Sebelum Padma dan Teja sampai di tempat mereka beristirahat , tampak beberapa orang keluar dari balik rimbunnya hutan dan semak.
Padma dan Teja berhenti agak jauh mengawasi apa yang akan terjadi.
Benar.kelompok orang yang keluar dari balik pohon tersebut memang perampok yang sudah mengejar dan membuntuti semalaman.
Melihat datangnya gerombolan perampok menghampiri , membuat suasana istirahat para pedagang menjadi heboh.
pengawal pribadi dan para budak dengan sedikit pucat mencoba menghentikan penjarahan.
Plaaaak...!!!
BOUuuuugh.... !! ..BOUuuuugh ..!!
pukulan dan tendangan mengampiri para penjaga dan budak tersebut.
"Hee.....he.....
"Serahkan upeti buat kami kalau ingin selamat.." kata salah satu kepala perampok.
Melihat para penjaga dan budak tak berkutik ,
ketua rombongan pedagang menghampiri kepala perampok.
"Maaf tuan pendekar..hanya ini yang bisa kami berikan ," sambil menyerahkan sekantong besar uang koin emas.
"Apa itu,dengan jumlah barang berpuluh gerobak kamu hanya memberi kami sekantong emas?", kata kepala perampok.
"Kami baru mau berdagang ke kota tuan ,uang kami belum banyak.Jadi hanya itu uang yang kami mampu bayar ", kembali berkata ketua rombongan pedagang.
"Cuiih.......kalian mau mati ya.....
"Aku tak perduli ,kami minta sepuluh kantong emas bila kalian mau lewat ",sahut kepala perampok dengan lebih sadis.
Lemaslah ketua pedagang mendengar permintaan perampok tersebut . dengan gemetaran para pedagang berunding berapa yang rela mereka berikan agar selamat dari perampok tersebut.
"Hanya ini tuan pendekar yang sanggup kami berikan ", akhirnya ketua pedagang bersiap menyodorkan delapan kantong kepeng emas.
Kepala perampok masih melotot tidak mau menerima delapan kantong emas tersebut.
Dia mulai menarik pedang di pinggangnya.
"Karena kalian pilih mati aku kabulkan ", sambil melompat dari kuda pria kasar itu menebas ketua pedagang.
Traaaang.....!!!!
Terdengar bunyi benda keras beradu menggema.
Tiba -tiba berdiri seorang pemuda menangkis pedang perampok menggunakan ranting pohon yang banyak berserakan.
'Dasar pengacau...kau mengacaukan urusan orang bocah ", teriak kepala perampok marah.
"Bukanlah kalian yang gerombolan pengacau,suka mengambil barang orang seenaknya ", sahut pemuda tersebut yang ternyata Teja Kusuma.
Para pedagang kaget dengan kecepatan gerak Teja, yang dengan tiba-tiba sudah berdiri dan menahan serangan perampok.
___________
Mohon dukungannya reader semuanya.jangan lupa like,vote dan sarannya.Agar semangat aku melanjutkan cerita ini, pokok nya makin seru deh nanti cerita nya.maksih banyak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Benny Andryan
Ok
2022-01-23
2
Umi Armie
seruuu nih
2022-01-03
1
Mr. Boncu
hebat
2021-11-22
2