Setelah saling berpisah rombongan Pedang Kilat berjalan beriringan menuju ke arah perguruan nya.
Sedangkan Padma sari dan Teja Kusuma keluar dari restoran tersebut untuk mencari penginapan.
Hari kian gelap,sang Surya sudah tenggelam di ufuk barat ,sinar lampu mulai bermunculan, tampak dari jauh bagai ratusan kunang - kunang bertebaran.
Padma mengajak anakknya mencari penginapan, mereka berjalan beriringan menuju salah satu penginapan yang nampak dari tempat mereka makan tadi.
Setelah sampai di penginapan mereka memesan dua kamar yang berdekatan.
Sambil menunggu kamar di siapkan ibu dan anak tersebut berbincang mengatur rencana kemana arah tujuan berikutnya.
"Setelah ini kita akan kemana ibu",tanya Teja
"Bagaimana kalau kita menuju ke tempat ibu waktu muda",sahut Padma sari kepada anaknya.
"Di sana kita bisa menyusun rencana kita selanjutnya",kembali Padma berkata.
Teja tampak antusias,dia sangat gembira.Masih segar dalam ingatan nya bagaimana ibunya selalu menceritakan tentang tempat - tempat yang berkesan baginya.
Tempat di mana dia berasal ,dan di besarkan bersama handai taulan.
Padma sari berasal dari Perguruan Bukit Merah , terletak di bagian selatan dari kerajaan Bumi Kamulyan. Bukit merah berada di perbatasan antara dua negara,yaitu kerajaan Bumi Kamulyan dan kerajaan Segoro Wutah.
Karena letaknya yang di daerah perbatasan membuat kota tempat perguruan tersebut berdiri menjadi sangat ramai.
Dibandingkan kota mereka singgah saat ini,kota tempat Perguruan Bukit Merah hampir tiga kali lipat lebih ramai.
Karena banyaknya pelintas yang melewati tempat tersebut.
Disana juga terdapat salah satu pintu gerbang untuk masuk ke kerajaan Bumi Kamulyan dari kerajaan Segoro Wutah.
Karena tempatnya yang jauh dari pusat pemerintahan , sangat jarang dikunjungi oleh aparat dari pusat, paling-paling yang ada
patroli sesaat oleh pejabat lokal yang di tunjuk.
"Nyonya dan tuan muda kamar sudah siap di tempat i , apakah masih ada yang di pesan". kata pelayan penginapan memberi tahu.
Seharian perjalanan membuat tubuh mereka lelah, mereka ingin segera beristirahat.
Sampai dikamar Teja merebahkan diri ditempat tidur, karena hari itu pertama kalinya dia keluar di keramaian membuatnya sangat senang.
Membuat matanya tak mau terpejam, sebenarnya ia masih ingin berkeliling.
Tapi melihat ibunya tampak lelah , ia mengalah memilih langsung masuk kamar.
Hari sudah makin larut , saat Teja mencoba memejamkan mata, terdengar langkah kaki dari atas genteng .
Dengan pelan dia melesat keluar dari jendela tanpa di ketahui sang pengintai.
Wuuuuuuzzzz........
Teja Kusuma melompat di seberang orang-orang yang sibuk mengintai ibu dan dirinya.
Mereka tidak menyadari bahwa yang di intai sudah keluar , bahkan gantian mengawasi aksi mereka.
Teja masih diam mengawasi apa yang akan mereka lakukan.
'hati-hati sebarkan bubuk racun itu ...'
Mereka berbisik-bisik pelan.
"Setelah mereka lemah baru kita serang ".bisik temannya.
walaupun dengan suara lirih mereka berbicara, Teja mampu menangkap suara itu dengan pendengaran terlatihnya.
Setelah tahu apa yang akan dilakukan, sebelum bubuk racun berikut nya di tebar ke kamar ibunya, Teja menegur.
"Apa yang kalian lakukan...!!! bentak Teja.
mereka kaget menoleh,mengawasi siapa yang menggertak dan langsung menyerang.
"Hiaaaaaaaattt......
Para pengintai yang berjumlah lima orang menyerang bersama - sama.
Dua orang menyerang dari kiri ,dua dari kanan dan satu dari depan.
Dengan menyerang bersama diharapkan bisa segera melumpuhkan lawan.
Deesst......deeesastt.......plaaaak...plaaaak...
serangan itu saling beradu.
Dengan hanya sedikit mengerahkan tenaga Teja menangkis serangan orang - orang tersebut.
Para penyerang merasakan kesemutan.....di kedua tangannya.
Mereka saling berpandangan, ada rasa jerih di hati nya setelah serangan pertama mereka di tangkis dengan mudah.
mereka mulai mencabut senjata masing - masing.
Dengan senjata terhunus kembali serangan di lakukan.
Sebuah serangan yang mengarah di kepala berhasil Teja hindari, dan dua serangan pedang berikutnya buyar dengan cukup di sentil jari.
"Kurang ajar bocah....kau meremehkan kami.."
Salah satu dari mereka melempar bubuk racun ke arah Teja sambil melakukan serangan.
Gempuran demi gempuran dilakukan, tapi belum ada satupun yang berhasil.
Racun bubuk yang di tebarkan musuh , berhasil di tepis dengan kibasan lengan Teja yang dialiri tenaga dalam.
wuuuuussss..........
Semburan angin menyingkirkan debu-debu racun yang berterbangan di udara.
Asap beracun seketika tersingkir.
Membuat para penyerangnya gusar dan makin jengkel.
Serangan -serangan yang di lakukan pengeroyok seakan tak ada artinya.
Bahkan sebuah tendangan bersarang di salah satu penyerang.
"Buuugh....
"Aaaaaacchh.......
terlempar.....pingsan.
"Rasakan ni bogemku......"teriak Teja kembali melepaskan serangannya.
Proooottt......!!!!!!!
pukulan Teja kembali mengenai muka salah satu penyerangnya.Rompol sebagian giginya.
BRriuuaaaakk......
tumbang lagi satu orang.
melihat situasi tidak menguntungkan....ketiga penyerang saling berpandangan dan memberi kode untuk kabur.
mereka membopong temannya yang pingsan dan melesat pergi tanpa bicara.
Teja sengaja tidak mengejarnya,dia hanya geleng-geleng kepala.
"Seperti nya aku pernah melihat baju mereka..." batin Teja
Dasar manusia sampah masyarakat.
Dengan kejadian tersebut semakin menguat kan niat Teja dalam memberantas kejahatan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Mr. Boncu
hanya sebuah awal saja
2021-11-22
3
Mr. Boncu
ada sesuatu yg terlupakan
2021-11-22
2
Abi
Teja kurang ganas
2021-11-06
2