mereka masih asik makan dan mengobrol.
Padma pun jadi tahu setelah peristiwa pemberontakan para selir sepuluh tahun yang lalu istana kerajaan lama rusak parah.
kemudian pusat kerajaan di pindahkan di istana kaputren , tempat selir Surti berada.
Istana kaputren yang terletak agak jauh dari istana utama pada zaman Maharaja Darmawisesa , sekarang menjadi istana utama.
membutuhkan perjalan setengah hari berkuda dari istana lama menuju istana kaputren.
kondisi istana lama yang rusak parah menjadikan pemerintah an baru enggan memperbaiki.
Apalagi istana kaputren tempat para selir juga tak kalah megah, akhir nya diputuskan oleh pemerintah an yang baru menempati Istana kaputren dan menjadikan pusat pemerintahan.
Padma sari mengangguk - anggukkan kepala mendengar cerita Sekar wangi.
"Aah....ternyata sudah banyak yang berubah dengan dunia ini",batin Padma sari.
Teja Kusuma yang juga mendengar ceeita Sekar Wangi hanya diam tidak bereaksi apapun,dia hanya mengingat cerita ibu Padma bahwa dirinya bukan ibu kandungnya.
Ibumu adalah seorang permaisuri dan kamulah yang berhak atas tahta kerajaan Bumi Kamulyan.
karena dirinyalah sang putra mahkota.
Sebenarnya Teja Kusuma tidak terlalu ambisius dengan pangkat dan jabatan itu.
Kadang-kadang hati nya tergelitik , penasaran tentang nasib ibu kandungnya.
Dalam hati kecilnya ada setitik rasa dendam kepada orang - orang tak berbudi yang telah menghancurkan istana kerajaan dan menyengsarakan kedua ibunya.
Apakah ibu kandungku masih hidup? sedikit rasa penasaran selalu menghampiri , tapi menurut ibu Padma waktu terjadinya pemberontak an kondisi ibu permaisuri sedang sakit parah.
Jadi dia mengubur rasa ingin tahunya tentang semua hal yang berkaitan dengan istana kerajaan.
Dia sudah bersyukur bisa seperti saat ini,ada ibu Padma dan juga kakek neneknya di jurang kematian.
Saat mereka sedang menikmati makan bersama,di lantai bawah terdengar sayup-sayup keramaian.
walaupun tidak seramai para pengacau tadi,tapi hal ini membuat para pengunjung tertarik menoleh kelantai bawah.
Teja Kusuma dan ibu Padma menjadi sedikit waspada karena baru saja terjadi kekacauan di tempat itu.
Akhirnya Rombongan para pendekar sampai di lantai atas, Teja dan Padma siaga dengan apa yang akan terjadi.
Berbeda dengan Teja dan Padma,wajah Sekar Wangi tampak gembira berseri- seri setelah melihat siapa yang datang menghampiri mereka.
'Kakeeeeeekkkkk.........!!!!!!
Sekar wangi menghambur ke arah pria sepuh bersahaja dengan manja.
"Dasar anak manja....
"Apa yang telah terjadi denganmu cucuku..."
Sekar wangi tak menjawab,kedua pengasuh dan pengawal nya lah yang menceritakan semua datail peristiwa yang terjadi.
"Kurang ... ajaaaar, setan alas..... sudah berani main - main rupanya , macan ompong itu mengganggu keluarga ku', dengan geram eyang Sapto Gumelar mendengus marah.
"Tapi untungnya ada kakang Teja Kusuma kek,aku jadi selamat",dengan malu-malu Sekar Wangi berbicara lirih di dekat kakek nya.
Segera sadar eyang Sapto Gumelar dengan situasi saat itu, kemudian menoleh ke samping menghadap ibu dan anak tersebut sambil menjura.
Padma sari segera mencegah kakek tersebut untuk berlaku berlebihan,karena memang beliau adalah tokoh hebat di kerajaan tersebut.
Padma sari tahu benar tentang perguruan Pedang Kilat,karena Mahapatih Truno menggolo berasal dari sana.
Namun Padma masih menyimpan semua tentang dirinya dan anaknya ,siapa sebenarnya mereka berdua,dia tak ingin orang mengetahui keberadaan nya karena bisa membahayakan keselamatan mereka.
"Terima kasih yang sangat banyak sekiranya nyonya dan tuan muda mau memberikan pertolongan kepada cucu hamba yang nakal ini",sambil membungkuk eyang Sapto Gumelar menjura.
Walaupun sudah di tahan oleh Padma sari,tetua agung Pedang Kilat itu tetap menjura.
"Tidak usah sungkan tuan pendekar, sudah kewajiban kita saling menolong sesama, apalagi Pedang Kilat adalah aliran lurus yang sudah berjasa bagi orang-orang banyak", Padma sari membalas ucapan eyang Sapto Gumelar.
"Karena apa yang di lakukan nakmas Sekar Wangi adalah benar, sudah pasti kami akan sedikit membantu kesusahan nya",kembali Padma sari merendah.
Akhirnya mereka mengobrol dan berbasa - basi sesaat,tetua Pedang Kilat mengundang Padma dan Teja Kusuma ke perguruan Pedang Kilat.
Dengan menunduk Padma tersenyum dan menolak halus."terimakasih atas undangan dari tetua pendekar,bila ada umur panjang kami akan berkunjung ke sana'.
karena hari kian petang akhirnya mereka saling berpisah, melanjutkan urusan masing-masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 355 Episodes
Comments
Hs Sinaga
tor tolong dikurangi tentang lakon cinta cintaan krn masih 12 tahun, kalau masa sekarang masih SD
2024-01-14
2
Benny Andryan
OK lanjut
2022-01-23
2
hariyadi semanggi
mantap
2021-12-05
2