NYI loro meninggalkan mayat Ningsih begitu saja,dia pergi dengan cepat ke arah gunung Kelud,dimana dia ingin memecahkan misteri tentang mustika yang akan membuat gempar dunia persilatan.
**
cia Bu Ki sedang duduk di sebuah warung,Dimana saat ini dia sedang menyantap makanan khas Jawa,walau sedikit berbeda dengan masakan Tionghoa,tetapi Jaka sangat lahap menikmati hidangan khas Jawa.
" minggir...berikan kami upeti,jangan sampai warung ini kami ratakan dengan tanah."
para pengunjung yang sedang menikmati makanan di warung itu segera menghindar dan pergi secepatnya dari pada harus berurusan pada orang-orang yang baru saja datang.
mereka ini sangat di segani di desa itu,bahkan banyak yang ingin masuk kedalam organisasi harimau darah, Dimana pemimpin harimu darah dahulu adalah seorang jawara yang sudah malang melintang di dunia persilatan.
Ki Sapto atau di kenal sebagai pendekar cakar harimau,yang dahulu pernah menjadi salah satu murid dari Ki Ageng damar,tetapi karena memiliki perangai buruk,dia harus di usir dari pandepokan Ki Ageng damar salah satu padepokan terbesar di pulau Jawa.
pendekar cakar harimau,memiliki beberapa murid,walaupun dia hanya sebagai pendekar kampung karena selalu mengambil upeti dari penduduk,yang tidak memberi akan di beri pelajaran,dan mereka akan di tangkap di bawa kemarkas harimau darah.
segala siksaan akan di dapatkan bagi pembangkang yang tidak ingin memberi upeti pada organisasi harimau darah.
dan akan kembali dengan luka di sekujur tubuhnya.
sehingga penduduk desa mau tidak mau harus memberi upeti pada organisasi harimau darah.
" maaf den,ini upeti sudah saya siapkan."
pak kasdi atau pemilik warung Dangan wajah penuh ketakutan memberikan sekantung uang untuk upeti pada anggota harimau darah.
" ingat pak kasdi,Minggu depan pak kasdi sendiri yang harus ke markas kami,jangan lupa bawakan sekalian makanan yang enak,paham..."
" baik den."
" bagus..hari ini kami sedang lapar,cepat sediakan makanan."
" baik den,silahkan Aden duduk."
mereka pun dengan enaknya duduk dengan kaki di angkat di atas meja.
cia Bu Ki hanya menikmati makanannya,dan tidak memperdulikan para anggota harimau darah yang sejak tadi memperhatikan dirinya.
" pak kasdi,siapa orang itu,suruh di pergi hati ini kami sedang tidak ingin mengotori tangan kami dengan darah orang kecuali kalau itu terpaksa."
salah satu anggota harimau darah sengaja memasang wajah seram pada pak kasdi,walau sebenarnya dalam hati pak kasdi ingin tertawa.
karena wajahnya bukannya seram tetapi seperti orang yang sedang berada di dalam toilet.
tetapi begitupun pak kasdi mengikuti perintah anggota perampok itu kalau tidak wajahnya akan mendapat pukulan yang akan membuatnya menderita kesakitan dan warungnya akan hancur karena keganasan para anggota harimau darah yang bertindak sesuka sukanya.
" maaf mengganggu den."
cia Bu Ki yang baru saja selesai menyelesaikan makannya, menoleh pada pak kasdi.
" ada apa tuan?"
" begini den,sebaiknya Aden segera pergi dari warung ini,mereka tidak suka pada Aden berada di tempat ini."
" siapa mereka tuan,mengapa mereka tidak suka saya berada di tempat ini?"
" mereka adalah para anggota,dari harimau darah,sebaiknya Aden segera pergi,saya tidak ingin mereka akan mencelakai Aden."
" Hem...baiklah tuan,kalau itu mau tuan,saya akan pergi,berapa yang saya harus bayak tuan untuk makanan ini."
" tidak usah tuan,anggaplah ini sebagai permintaan maaf saya tuan telah mengganggu istirahat tuan."
" tidak tuan,saya tidak bisa tuan."
cia Bu Ki pun mengeluarkan beberapa koin perak dan memberinya pada pak kasdi.
dan dia pun langsung melangkahkan kakinya untuk keluar,tetapi karena pintu harus melewati para anggota harimau darah,cia Bu Ki pun melewati mereka dengan santai.
" anying...,sudah enak kamu makan di sini,sekarang kau ingin keluar dengan berjalan."
" maaf siapa yang tuan maksud anying?"
" ha ha ha...ternyata anying bisa bicara juga, kalau kau tidak ingin babak belur,keluar dari sini dengan cara merangkak."
para anggota mereka tertawa terbahak bahak,seakan lucu dengan ucapan dari salah satu temanya.
tetapi tawa mereka lenyap saat Cia Bu Ki, memberikan sebuah tamparan pada masing masing anggota harimau darah karena telah menghina dan merendahkannya.
para anggota harimau darah seakan tidak percaya,gerakan cia Bu Ki,begitu cepat mereka tidak dapat melihat hanya bisa melihat bayangan berkelebat di wajah mereka dan rasa sakit di pipi bahkan ada salah satu anggota harimau darah merasakan giginya tanggal.
setelah sadar dengan apa yang terjadi, para anggota harimau darah pun menggebrak meja,walau masih menahan rasa sakit di pipi mereka.
" serang manusia ini..jangan biarkan dirinya lolos."
para anggota harimau darah langsung mengepung cia Bu Ki,dengan jurus cakar harimaunya,mereka mulai menyerang cia Bu Ki.
" Hem..ternyata sebuah tamparan tidak membuat kalian ini sadar betapa tingginya langit ini, baiklah kalau kalian ingin tulang yang kalian merasakan rasa sakit yang belum pernah kalian rasakan."
cia Bu Ki berkelebat kesana kemari tanpa bisa di ikuti oleh mata mereka,jangan kan untuk menghindar,melihat bayangan cia Bu Ki saja mereka tidak mampu,tau tau mereka merasakan sakit yang belum pernah mereka rasakan.
tubuh mereka terpelanting keluar warung dengan posisi seperti orang yang sedang menangkap kodok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Ferry Andy
semangat
2022-04-18
1
Egen
☕🚬
2021-10-02
1
Ita Hardiyanti
aneh, afa orang indonesia yg nggak suka cerita nusantara... keluar saja, kalian tidak mencintai indonesia...
2021-07-08
2