" apa..!!anak muda itu terlalu cepat,kami bukanlah tandingannya sebaiknya aku panggil guru."
Dao yang menyadari keadaanya segera berlari meninggalkan tempat itu menuju rumah walikota, gurunya saat ini sedang berada di rumah walikota.
yang menghadiri undangan khusus bagi orang orang yang berpengaruh di kota angnam.
karena beberapa hari lagi,walikota Ciang akan melaksanakan pernikahan anaknya dan di gelar pesta yang sangat meriah.
kedatangan dao membuat master kwa san,mengerutkan keningnya.
tidak biasanya Dao sebagai pemegang ban hitam,yang dipercayakan untuk mengatur adik adik seperguruanya dalam melatih disiplin di perguruan macan hijau miliknya.
" ada apa Dao? sepertinya ada yang sangat penting yang ingin kau sampaikan."
master kwa,mengajak Dao sedikit jauh dari para undangan tuan Ciang.
" maaf master kwa,kalau saya mengganggu master kwa."
" jangan berbelit-belit Dao,katakan apa yang ingin kau sampaikan."
Dao pun menceritakan secara detail tentang tuan cao yang datang ke perguruan macan hijau,dan meminta bantuan serta mengancam apabila dia tidak di beri bantuan akan menghentikan sumbangsihnya pada perguruan macan hijau.
akhirnya Dao pun membantu tuan cao,tapi permasalahanya saat ini,pemuda yang mereka hadapinya bukanlah tandingan mereka.
mendengar cerita Dao,master kwa kembali mengerutkan keningnya.
di jaman ini,pendekar yang di ceritakan Dao seakan cerita yang di besar besarkan.
karena sejak pendekar pulau es menghilang,jarang sekali dia mendengar pendekar yang memiliki ilmu yang tinggi.
bahkan para ******** yang mengaku sebagai golongan hitam juga hanya memiliki kemampuan biasa biasa saja.
itupun yang muncul di dunia persilatan hanya sebagian penyamun yang hanya berani pada desa desa kecil saja.
pendekar pulau es yang sangat terkenal memiliki kemapuan tinggi,telah berhasil membuat para pendekar golongan hitam tidak berani lagi muncul di dunia persilatan.
" Hem..sepertinya ceritamu terlalu di besar besarkan Dao."
" maaf master kwa,kalau master kwa tidak percaya sebaiknya master kwa boleh datang ke tempat dimana pemuda itu mungkin masih di sana."
master kwa san yang sangat penasaran atas cerita dari muridnya Dao,meminta ijin pada walikota Ciang untuk pergi sebentar karena ada urusan yang sangat penting.
tuan Ciang hanya tersenyum, berharap master kwa kembali dengan cepat.
**
cia Bu Ki perlahan mendekati tuan cao yang wajahnya pucat pasi, karena murid murid dari perguruan macan hijau dengan sangat mudah di bantai hingga tidak berkutik.
" ampun tuan...saya menyesal,telah membuat tuan tersinggung."
tuan cao berlutut di hadapan Cia Bu Ki.
tuan cao yang sangat di hormati,karena memiliki rumah bordil dan kasino di kota angnam harus rela berlutut di hadapan pemuda yang tidak di kenal dan di lihat oleh para penduduk yang berada di tempat itu.
" Hem...sepertinya tuan terlalu pengecut,yang menyakiti wanita,jangan minta maaf pada saya,seharusnya tuan meminta maaf pada tuan mang."
" baiklah tuan,saya akan meminta maaf pada tuan mang."
tuan cao pun bergegas berdiri dan meminta maaf pada tuan mang yang juga masih heran dan tidak percaya atas kemapuan pemuda yang tadi pagi sempat membuatnya jengkel.
tetapi saat tuan cao hendak meminta maaf pada tuan mang,suara yang sangat berwibawa,kembali terdengar.
" tunggu...!!siapa yang telah berani berurusan dengan perguruan macan hijau?"
seorang pria paruh baya yang di kenal di kota angnam sebagai master kwa dan di ikuti Dao yang berjalan di belakang master kwa.
tuan cao yang wajahnya pucat pasi kembali berseri,walau dia tau master kwa bukanlah tandingan pemuda ini,tetapi setidaknya hutang tuan mang tidak akan hilang begitu saja.
karena master kwa di kenal sebagai pria yang bijaksana dan mampu menyelesaikan permasalahan yang sangat rumit.
" master kwa,ini hanyalah salah paham saja."
" Hem...tuan cao,jelaskan apa yang terjadi di sini."
" begini master kwa,ini semua hanyalah salah paham saja,permasalahanya antara aku dan tuan mang."
" saya sudah tau itu tuan cao,Dao sudah menjelaskannya padaku,tetapi siapa yang membuat murid murid ku sampai babak belur seperti ini,apakah dia sudah bosan hidup?"
" aku orangnya."
cia Bu Ki yang juga sudah muak dengan kedatangan master kwa langsung maju mendekati master kwa dan tuan cao.
" Hem...sungguh besar nyalimu anak muda,apakah kau tau kau sedang berdiri di wilayah siapa."
" aku tidak perduli, siapapun yang betindak sewenang-wenang,saya akan ikut campur walau itu bukan urusan saya."
" kau....!!!
master kwa menunjuk wajah cia Bu Ki,anak muda yang pantas menjadi anaknya berbicara tentang ketidak Adilan padanya yang selama ini menjadi penengah di kota angnam,menjadi sangat terpukul hatinya.
" kenapa tuan,turunkan tanganmu dari wajahku atau tangan itu tidak akan berfungsi lagi."
cia Bu Ki yang sedang adu argumen pada master kwa menjadi naik darah,karena master kwa telah menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya.
tuan cao yang sudah tau kemampuan cia Bu Ki langsung menengahinya,dia juga tidak ingin master kwa akan dengan mudah di lumpuhkan oleh cia Bu Ki,sehingga popularitas master kwa di kota angnam akan menurun dan itu akan sangat membahayakan usahanya.
" master kwa sudahlah,itu hanya salah paham sayalah yang bersalah di sini,saya juga tela meminta maaf pada tuan mang,tetapi tuannmang juga harus membayar hutangnya pada saya."
untunglah tuan cao merelai perdebtan antara cia Bu Ki dan dirinya,sebenarnya master kwa juga sangat terkejut dengan pandangan pemuda itu sudah mampu menekannya sehingga dirinya sangat susah bergerak.
tetapi untunglah tuan cao merelai itu semua,sehingga dirinya tidak kehilangan muka pada para penduduk dan murid muridnya.
" bailah tuan cao, kalau ini sudah kau anggap selesai aku akan kembali ke tempat wali kota Ciang,tapi ingat urusan kita belum selesai anak muda,suatu saat nanti kau harus membayar apa yang telah kau lakukan pada murid murid ku."
master kwa sengaja berkata demikian pada Cia Bu Ki,agar para harga dirinya tidak jatuh dinkota angnam,walau sebenarnya dia sangat ciut menghadapi pemuda yang telah melumpuhlan murid murid nya.
setelah itu master kwa pun pergi,Dao juga mengajak adik adik seperguruanya untuk segera meninggalkan tempat itu.
tuan cao dan tuan mang akhirnya sepakat soal hutang hutang tuan mang,akan segera di lunasi.
kalau dalam beberapa bulan tuan mang tidak bisa membayarnya,terpaksa tuan cao akan menyita semua aset aset berharga tuan mang.
semua itu di saksikan oleh cia Bu Ki,pengalaman ini sangat berharga bagi Cia Bu Ki,karena dia tau hidup di masyarakat itu tidaklah muda,karena permasalahan akan saja terjadi walau hanya di picu oleh hal sepele sekalipun.
setelah selesai, Cia Bu Ki pun akhirnya meninggalkan kota angnam,dan kembali menuju ke pulau es.
**
ombak begitu tinggi,akhir akhir ini keadaan laut tidaklah stabil,karena curah hujan yang tinggi membuat keadaan laut sering sekali pasang,membuat para nelayan harus gigit jari karena tidak berhasil membawa ikan untuk keluarganya.
cia Bu Ki yang telah sampai di sebuah pantai,menikmati pemandanganya yang sangat indah.
sudah lama sekali dia tidak melihat pantai dan ombak laut,terakhir kali dia melihat ombak sekitar sepuluh tahun yang lalu saat bersama sin Yuan Li di pulau es.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Murni Wati
saya suka sekali ceritanya..terus berkarya ya, dan sukses slalu...amiin...
2022-01-16
5
Egen
cuZzzzz
2021-10-02
1
Rihal WAK LO
😄
2021-07-26
1