Dalam perjalanan ke pulau es,cia Bu Ki menikmati pemandangan yang belum pernah di lihatnya sejak dia harus di gembleng di tempat dimana kakek Yap ho harus sembunyi untuk menghindari dari orang orang yang mencarinya.
kakek Yap ho yang memiliki hati yang bersih,tidak ingin mengotori tanganya dari orang orang yang berusaha merebut kipas lima naga yang selama ini di sembunyikan di suatu tempat.
setelah kepergian cia Bu Ki,kakek Yap ho lega,dia yakin murid satu-satunya itu mampu menjaga kipas lima naga dari orang orang serakah yang ingin merebut kipas lima naga.
kini kakek Yap ho dapat tidur dengan tenang,andai saja kipas lima naga jatuh ke tangan orang orang yang salah,kakek Yap tidak dapat membayangkan kekacauan apa yang akan terjadi di dunia persilatan.
setelah dia memberi tahukan pada muridnya dimana letak kipas lima naga itu berada,yang telah di sembunyikan selama puluhan tahun,kakek Yap ho mewariskan kipas lima naga pada Cia Bu Ki.
sebagai orang luar pewaris kipas lima naga,karena selama ini kipas lima naga adalah milik dari keluarga Yap ho.
hanya cia Bu Ki lah satu satunya pewaris kipas lima naga selain keluarga Yap.
**
cia Bu Ki dahulunya adalah seorang anak yang ceria,tetapi saat ini cia Bu Ki berubah menjadi pemuda yang sangat pendiam,dia lebih senang berburu hewan liar dari pada harus singgah di restoran untuk mengisi perutnya.
sehingga dia jarang sekali singgah di tempat tempat keramaian.
cia Bu Ki lebih senang sendiri,sudah kebiasaan sehari harinya cia Bu ki.
kini Cia Bu Ki yang belum menyadari kalau dirinya sudah sangat dekat dengan pulau es, dia terus berlari dan akhirnya Cia Bu Ki telah tiba di kota angnam.
dimana kota angnam yang sudah sangat maju,dengan perumahan yang mulai moderen serta para pedagang juga sangat ramai.
saat ini kota angnam sedang sangat ramai,dimana kota ini sedang berbahagia.
walikota Ciang Kun,sedang merayakan pernikahan anaknya sehingga kota angnam di banjiri oleh tamu dari para pejabat kota raja serta tamu dari kota kota tetangga.
dimana mana kota di hiasi dengan pernak pernik yang sangat indah,lampu lampu lampion tergantung di sudut dan di tengah tengah kota.
di sudut kota,tampak para penari sedang melakukan tarian untuk menghibur para pengunjung yang ikut memeriahkan kebahagian dari walikota Ciang Kun.
Cia Bu Ki yang baru saja sampai di kota angnam,dengan terpaksa harus singgah karena perbekalan nya telah habis.
walau merasa risih,dengan keramaian kota angnam,tetapi Cia Bu Ki tetap berjalan menuju toko tempat dimana dia mencari perbekalan yang dia butuhkan.
" tuan muda,sepertinya tuan muda bukanlah orang sini?apakah tuan muda salah satu undangan dari kota lain?"
pemilik toko,yang melihat Cia Bu Ki datang ke tokonya menyangka cia Bu Ki adalah anak dari pejabat,yang ingin menghadiri undangan dari wali kota Ciang Kun.
" maaf tuan?undangan..?saya tidak mengerti maksud tuan?"
pemilik toko yang bermarga mang,heran wajah cia Bu Ki begitu tampan,jarang sekali orang awam memiliki wajah seperti cia Bu Ki,paling tidak cia Bu Ki anak salah satu pejabat yang ingin menghadiri pesta di tempat kediaman wali kota.
tuan mang,memperhatikan cia Bu Ki,sejenak kemudian kembali dia bertanya.
" Hem.. sepertinya tuan muda bercanda,baiklah tuan muda saya memiliki beberapa barang yang berkualitas tinggi,cocok buat cendramata buat anak walikota Ciang."
cia Bu Ki hanya bisa menggelengkan kepalanya,dia tidak mengerti maksud dari pemilik toko,tetapi dia tidak ingin mengecewakan pemilik toko,dirinya hanya tersenyum dan mencoba melihat lihat barang yang di tawarkan padanya.
tuan mang,begitu semangat menjelaskan pada Cia Bu Ki,dari pembuatan barang sampai sejarahnya di jelaskan secara detail pada Cia Bu Ki,yang hanya bisa tersenyum ketika harus melihat tuan mang menunjuk salah satu barang yang memiliki kualitas tinggi serta sejarah yang membuat cia Bu Ki,seakan tidak percaya.
tetapi Cia Bu Ki,bukanlah orang yang suka membuat patah semangat orang lain,cia Bu Ki tetap mendengarkan sambil berpura pura kagum,terhadap barang yang di tawarkan tuan mang.
" tuan muda,mana yang tuan akan beli kami akan mengantar sesuai nama tuan muda."
tuan mang begitu yakin,cia Bu Ki akan membeli suatu barang karena penjelasan yang begitu detail,dan di beri bumbu bumbu kebohongan membuat pemuda ini pasti akan membeli dengan harga mahal,dan dia akan mendapat untung yang sangat besar.
" maaf tuan,saya tidak perlu barang barang ini,saya hanya ingin mencari beberapa bumbu dapur,apakah toko tuan menjualnya?"
wajah yang ceria,tiba tiba menjadi merah,karena pemuda yang di anggapnya akan membeli barang yang di tawarkan hanya mencari bumbu dapur.
membuat tuan mang sangat geram,tetapi dia tidak ingin marah karena akan membuat para pelanggan yang berada di tokonya akan keluar dan tidak jadi membeli barang dagangan nya,dan akan membuatnya rugi.
" A seng...."tuan mang memanggil salah satu pelayannya.
" ada apa tuan?"
" layani pemuda ini,saya ada keperluan mendadak."
tuan mang yang begitu kecewa,langsung meninggalkan tokonya dan pergi entah kemana.
" apa yang ingin tuan muda beli di toko kami?"
cia Bu Ki, sangat paham dengan perubahan wajah pemilik toko dan pergi begitu saja hanya bisa tersenyum.
cia Bu Ki pun memesan beberapa keperluannya,dan setelah selesai dia pun langsung membayar dan meninggalkan toko Tuan mang.
saat Cia Bu Ki akan meninggalkan kota angnam,cia Bu Ki melihat sekelompok penduduk sedang berkumpul sangat ramai,dia pun penasaran pa yang terjadi,karena orang bersorak sangat riuh sekali.
saat Cia Bu Ki sampai di tempat itu,dirinya sangat terkejut karena pemilik toko,yaitu tuan mang sudah babak belur di hajar oleh pria gemuk dan besar.
tuan mang yang terlilit hutang karena dia suka berjudi,tidak dapat membayar hutangnya pada tuan cao,karena tuan mang yang selalu kabur saat di tagih,para pengawal tuan cao langsung menghajar tuan mang saat bertemu.
" tuan mang,hutangmu sudah terlalu banyak,walau nyawamu kau gadaikan,itu belum cukup untuk melunasi hutangmu tuan mang."
" ampun tuan cao,berilah saya waktu,saya pasti akan melunasi hutang hutang saya tuan cao."
" ha ha ha..sudah berapa ratus kali kau meminta waktu tuan mang, kamu pikir hutangmu itu bisa lunas? andai kau jual toko dan rumahmu,itu tidak cukup untuk melunasi hutang hutang mu tuan mang."
" saya janji tuan cao,saya akan segera melunasi hutang hutang saya,tapi berilah saya waktu tuan cao."
" tidak..waktumu sudah habis,saya sudah bosan mendengar janji janjimu,tapi baiklah hutangmu bisa saja lunas andai kau menerima tawaranku."
tampak wajah tuan mang yang di penuhi darahnya sendiri berubah,wajah ketakutanya kini seakan marah dan ingin menantang walau dia tau dia tidak akan bisa melawan tuan cao dan para pengawalnya.
" tidak akan...saya tidak akan menjual anakku pada bandot tua sepertimu tuan cao."
tuan mang yang sedang marah sampai menunjuk nunjuk wajah tuan cao,membuat dia harus menjerit kesakitan karena kembali tuan mang di hajar oleh para pengawal tuan mang.
" cukup..."
teriakan dari kerumanan penduduk yang sedang menonton tuan mang di hajar.
seorang gadis cantik,maju mendekati tuan mang dan tuan cao.
gadis itu langsung mendekati tuan mang,dan memeluknya agar para pengawal tuan cao tidak lagi memukul tuan mang.
" he he he..hentikan,jangan sampai kalian melukai gadis itu,karena dia adalah calon istriku."
para pengawal tuan cao mundur.
" ayah..terluka,mereka sungguh kejam pada ayah."
" LAN er... pergilah,ini salah ayah nak,kamu tidak boleh menerima bandot tua itu."
" tapi ayah..kalau saja aku tidak menerimanya,ayah akan terbunuh."
" tidak nak,jangan korbankan dirimu hanya demi kesalahan ayah nak,pergilah.."
tuan mang,yang sudah pasrah akan hidupnya tidak ingin mengorbankan anaknya hanya demi kesalahanya.
" apakah sandiwara kalian sudah selesai,baiklah tuan mang, kali ini saya berikan kamu satu hari lagi,andai kau tidak bisa membayar hutangmu, putrimu akan saya jadikan istri,tangkap gadis itu bawa kerumah saya."
para pengawal tuan cao pun langsung menangkap mang LAN,membuat tuan mang histeris.dan berteriak pada tuan cao agar melepaskan putrinya.
mang LAN yang di tangkap secara kasar oleh para pengawal tuan cao,juga berteriak untuk minta di lepaskan.
tetapi para pengawal tuan cao,tidak melepaskan dan menghiraukan kedua ayah dan anak itu.
membuat cia Bu Ki yang sejak tadi melihatnya sangat geram,karena begitu banyak orang yang berada di tempat itu,tidak satupun menolong keluarga mang.
" lepaskan mereka.."
suara cia Bu Ki yang mengelegar, membuat tuan cao dan pengawalnya menoleh ke arah cia Bu Ki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Egen
cuZzzzzg
2021-10-02
1
Hary Zeen
👍
2021-07-01
2
Miarso
lepaskan
2021-06-29
2