" Ayah...ibu...aku akan datang,tunggulah sekarang di sana."
Cia Bu Ki tersenyum,dia memandang lautan dimana pulau es berada di tengah tengah lautan yang sangat luas.
cia Bu Ki tidak tau arah dimana pulau es itu berada,karena saat dirinya kecil,ayahnya lah yang membawanya terbang ke pulau es.
cia Bu Ki memandang sekelilingnya,dimana banyak sekali para nelayan yang murung akibat ombak yang sangat tinggi.
tampak pria paruh baya sedang melamun saat teman teman nelayannya telah pergi meninggalkannya kembali kerumah masing masing.
wajahnya memandang lautan berharap,air segera turun dan dia akan kembali mencari ikan di lautan.
" oh dewa....kenapa nasibku menjadi begini?di saat aku membutuhkan uang untuk biaya berobat istriku,kenapa aku harus sangat susah untuk mencari ikan?dewa sudah beberapa hari ini air semakin tinggi,dan kami tidak mendapat penghasilan.dewa tolonglah kami..."
pria paruh baya itu berteriak dengan kepalanya mengadah ke atas langit,berharap keajaiban akan terjadi.
cia Bu Ki juga mendengar teriakan pria paruh baya itu,hatinya juga sedih melihat kegelisahan pria paruh baya itu.
pria paruh baya terus berteriak dan mengadah ke langit,tidak henti hentinya di berdoa agar air laut segera normal sehingga dirinya dan teman temanya akan kembali berlayar dan mendapatkan rezeki kembali.
tetapi sudah hampir setengah jam dia berdoa yang isinya sama selalu meminta agar air laut segera surut,tetapi air laut tidak juga surut bahkan air laut semakin meninggi dnegan ombak ombak yang sangat besar.
" tuan...apa yang kau lakukan?pulanglah sepertinya hari ini air tidak akan surut."
cia Bu Ki yang telah berada di belakang pria nelayan itu mengingatkan nelayan itu untuk segera pulang.
nelayan itu menoleh kebelakang,tampak berdiri pemuda tampan sedang memandangnya.
" siapakah tuan muda ini?sepertinya tuan muda bukanlah orang sini."
" benar tuan,saya hendak bertanya pada tuan."
" bertanya?apakah tuan tersesat sampai ke tempat ini?"
cia Bu Ki tersenyum,pertanyaan polos dari nelayan itu seakan dia sedang tersesat dan ingin mencari jalan pulang.
" tidak tuan,saya ingin bertanya pada tuan,apakah tuan pernah mendengar pulau es?"
nelayan itu memandang cia Bu Ki,selama dia menjadi nelayan di tempat ini,belum sekalipun nelayan itu mendengar pulau es yang di maksud cia Bu Ki.
" pulau es?maaf tuan saya belum pernah mendengarnya."
mendengar jawaban nelayan itu,cia Bu Ki sangat kecewa,dia berharap nelayan itu tau letak dimana pulau es berada.
" maaf tuan muda, sepertinya teman saya tau tuan muda,karena saat kami pernah berlayar dia tidak sengaja mengucapkan pulau es."
" benarkah itu tuan?"
tampak wajah cia Bu Ki berubah menjadi cerah.
" benar tuan muda,tetapi saat dia menyebut pulau es,wajahnya menjadi seperti sangat ketakutan dan dia hanya mengucap satu kali dan tidak mengulang ucapannya."
cia Bu Ki memandang nelayan itu,wajah polos nelayan itu tidak menggambarkan kalau dirinya sedang berbohong.
" dimanakah teman tuan sekarang?dapatkah saya bertemu denganya?"
" apakah tuan muda serius ingin bertemu dengan dirinya?"
" benar tuan,saya akan memberi imbalan pada tuan yang setimpal bila benar teman tuan mengetahui letak dimana pulau es itu."
nelayan itu menatap cia Bu Ki, sepertinya pemuda itu sangat serius.
" baiklah tuan muda, sepertinya air laut tidak juga surut,mari ikut saya ke tempat teman saya tuan muda."
nelayan itu pun mengajak cia Bu Ki untuk segera mengikutinya.
mereka berjalan kearah perkampungan,setelah berjalan lebih kurang lima belas menit,cia Bu Ki dan nelayan itu sampai di perkampungan.
perkampungan nelayan tidak terlalu ramai,di perkampungan ini hanya hidup sekitar 40 rumah tangga.
para penduduk di sini hanya mengandalkan laut sebagai mata pencarian mereka mencari ikan.
para penduduk nelayan,yang saat ini tidak dapat melaut,berkumpul di rumah mereka masing masing,tampak wajah muram dari para penduduk karena sudah beberapa hari ini tidak dapat mendapat penghasilan karena ombak yang tinggi membuat mereka enggan untuk mencari ikan.
cia Bu Ki dan nelayan itu berjalan terus,melewati perumahan penduduk.
mereka menghentikan langkahnya di sebuah rumah yang tampak sangat kumuh.
" maaf tuan muda,beginilah keadaan tempat kami."
" tidak mengapa tuan."
nelayan itu pun tersenyum,dia pun masuk memanggil temannya yang saat itu sedang tidur tiduran.
tidak lama kemudian,nelayan itu keluar bersama temanya yang fisiknya tidak jauh beda dengan dirinya yang kurus kering dan kulit sawo matang.
" pang..tuan muda ini ingin bertanya sesuatu dengan dirimu."
" benar tuan,saya ingin menanyakan sesuatu dengan tuan."
" dengan saya?silahkan tuan,apa yang tuan ingin tanyakan pada saya?"
" menurut teman tuan,tuan pernah menyebut nama pulau es?apakah tuan pernah mendengar pulau es dan dimana letak pulau es itu tuan?"
pertanyaan cia Bu Ki membuat wajah pang, berubah tampak wajah pang seperti orang yang ketakutan.
pang menoleh pada temanya seakan ingin pang mendapat jawaban dari temanya yang telah membawa pemuda ini kerumahnya.
" pulau es?apa yang hendak tuan muda ketahui tentang pulau berhantu itu?"
cia Bu Ki terkejut saat pang menyebut pulau es adalah pulau berhantu.
" pulau berhantu?maksud tuan mengapa pulau es pulau berhantu?"
pang menoleh,ke kanan dan ke kiri.
dengan perlahan di berbisik pada Cia Bu Ki.
" tuan muda,beberapa bulan yang lalu,saya pernah tersesat dekat sekali dengan pulau es itu,hawa yang dingin membuat bulu roma ku pada berdiri.
karena hawa dingin dari pulau es itu,aku memutar perahuku untuk segera kembali.
tetapi sungguh mengerikan.
dari jauh saya menyaksikan makluk yang dapat terbang ke udara dan mengambang,makluk itu juga mampu berjalan di atas air."
mendengar cerita pang,cia Bu Ki tersenyum,karena itu bukanlah hantu,karena penghuni pulau es,mampu berjalan di atas air.
untuk terbang mengambang di udara hanya dapat di lakukan oleh beberapa orang saja
selain ayahnya dan kakeknya,paman sein Bu lah yang hanya mampu mengambang di udara.
membuat cia Bu Ki hanya bisa tersenyum di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Anonymous
lanjutkan dulu
2022-07-03
1
Yono Sujono
lanjut thor
2022-03-26
1
~YUKINA~
dianggap hantu
2022-02-25
1