Aku berjalan maju, kukeluarkan pedang dari sarungnya.
Aku sudah jauh berjalan dari penginapan istana.
Hamparan Salju yang tidak kelihatan ujungnya.
Bayangan hitam muncul, dengan cepat ke arahku.
Aku belum sempat merapalkan mantra.
"Kita berjumpa lagi..." kata Swanzi, tangannya kuat mencekik leherku
Pedangku terlepas dari tanganku.
Aku berusaha mendorongnya kuat, tapi Swanzi memang lebih kuat, nafasku terasa sangat sakit.
terjatuh ketanah, Swanzi kuat mencekikku.
Aku meraih apa yang bisa aku raih di sekitar tanganku.
Aku meraih sebuah batu kupukul kuat ke kepalanya, batu itu pecah.
Itu bukan batu tapi tengkorak manusia.
Aku mundur masih merangkak di tanah, Swanzi mengambil pedangku.
Raja Yuko datang menangkis pedangnya hingga terlempar jauh.
"Hentikan Swanzi..." kata Raja Yuko.
Swanzi tidak perduli, dia mengincarku.
Aku merapalkan mantra, tapi mantra ini terasa susah untuk di ingat.
"Kau lupa mantramu Mayanza?" kata Swanzi.
"Hahaha.... tentu saja kau lupa, kau masih beruntung selamat dari racun yang kubuat kemarin karena meminum teh seteguk" kata Swanzi.
"Apa maumu Swanzi?" tanyaku sambil memegang dada kesakitan.
Leherku terasa masih sakit setelah di cekik.
Raja Yuko mendekat membantu memapah tubuhku yang mulai kedinginan.
"Aku mau kau pergi, jangan ikut campur di Dunia Zink" kata Swanzi.
"Baiklah, aku akan pergi, jadi jangan usik aku lagi. Aku tidak akan kembali ke sini, hentikan kekacauan yang kau buat" kataku.
"Serahkan kekuatanmu padaku..." katanya.
"Mana aku tau cara menyerahkan kekuatan ini?" kataku.
Badai salju datang, kekuatan Swanzi mendorongku terlempar.
Aku mengepal tangan, Raja Yuko terjatuh, dia sama sekali tidak bertindak membantuku.
"Kalau kau tidak bisa membantu pergilah, ini pertarunganku dan Swanzi" Kataku, kubuka portal dan ku dorong Raja Yuko ke istana, ku segel utara sehingga tidak ada yang bisa masuk selain aku dan Swanzi.
Swanzi mendekat dengan pakaian hitamnya,
"Hebat sekali, kau bisa mengusir Raja".Katanya menertawaiku
"Dia sungguh tidak tega…
Petualangan Mayanza
Pembalasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments