“Ini Mayanza Putriku” kata Ibu memperkenalkan di acara arisan teman sekolah.
Aku tersenyum dan duduk di dekat Ibu,
“Cantik sekali, kau dokter kan?” kata salah satu teman Ibu.
“Putraku pengusaha, nanti kenalan ya Mayanza…dia akan menjemput tante pulang” kata teman Ibu satunya lagi.
Sebenarnya aku terpaksa mengantar Ibu ikut Arisan di sebuah café.
Aku duduk makan dan minum sajian menunggu memainkan Handphone.
Ibu-ibu berkumpul membicarakan seluruh gosip yang beredar di Kota Lunar, untung Ibuku banyak diam, Ibu hanya menjadi pendengar.
“Kudengar Rumah ayahmu akan dijual?” tanya salah satu teman ibu.
“Iya, ada yang mau beli?” kata Ibu
“Kenapa di jual…warisan keluarga..rumah itu sangat besar” kata seorang lagi.
“Tidak ada yang tinggal disana, aku punya rumah dan abangku juga begitu. Kami pikir jika ada yang tinggal diasana kenanganya tidak akan hilang ada yang merawat” kata Ibu, sambil menoleh ke arahku.
“Harganya berapa?” tanya teman ibu yang diawal sudah bertanya harga.
“Nanti bisik-bisik ya, akanku bagikan di grup termasuk ukuran tanahnya” Kata Ibu.
“Oke..” kata teman ibu.
Semuanya mengangguk setuju.
“Mayanza, sebaiknya kau sering-sering ikut dengan ibumu” kata teman ibu.
“Ya, tante? Kenapa?” tanyaku.
“Mungkin kalau kau sering ikut akan kami perkenalkan ke anak-anak kami” kata teman ibu.
Aku melirik Ibu.
“Mayanza sering berkerja sampai larut malam dalam seminggu, dia Spesialis Bedah. Sekarang lebih sering mendapat jadwal malam hari, maklum dia masih muda” kata Ibu.
“Oya, suami temanku juga di Rumah Sakit yang sama dengan Mayanza kalau tidak salah, dia berkerja terjadwal tiga hari dalam seminggu” kata Teman ibu.
Ibu menoleh padaku, aku cuma tersenyum tidak juga berniat menjawab.
**
Aku dan Ibu pulang kembali kerumah,
“Teman-teman sekolah ibu semuanya berisik, tapi mereka baik. Maaf membuatmu tidak nyaman” kata Ibu padaku.
“Tidak, tenang saja bu..
Aku sering bertemu orang dengan bermacam-macam karakter di Rumah Sakit itu tidak terlalu berisik” kataku tertawa.
“Sebenarn…
Petualangan Mayanza
Bibit Bunga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments