Kedai ini sepi, ada beberapa orang yang minum teh, aku mencium aroma teh yang sangat kukenal.
Aroma teh yang di berikan Permaisuri padaku waktu mendiang masih hidup.
Teh dari Utara.
"Permisi apakah bisa memesan segelas teh" kataku.
Wanita pelayan menyerahkan segelas teh dengan gelas alumunium kepadaku, lalu sepotong kue kering ukurannya lumayan tebal seperti roti.
"berapa?" tanyaku
"Empat keping perak" jawabnya.
Kuserahkan uangku.
Kunikmati teh panas, sangat cocok dengan udara dingin.
Tiba-tiba dari samping ada yang menodongkan pisau di leherku.
"Orang asing, kau membawa senjata datang dari mana?" tanya Pria yang berwajah kotor.
Sepertinya dia perampok.
"Aku...dari barat" jawabku.
"serahkan uangmu..." katanya menodongkan pisaunya bermain-main di daguku.
Pelayan istana kebingungan, sepertinya mereka komplotan.
Aku tetap tenang, dia mengebrak mejaku.
aku dengan cepat mengambil pisau kecil di tanganku dan menggoreskan di nadinya, nadinya berdarah,
"argh! beraninya kau..." Pria itu mencengkram leher mantelku memukul tanganku pisauku jatuh, air teh ku tumpah, gelas mengeluarkan suara denting di lantai.
Empat orang menodongku dengan pisau dan merampas kantong uangku, salah satunya mengambil busur dan panahku.
Lonceng pintu berbunyi, seorang dengan mantel bulu serba hitam dan hiasan kepala berwarna hitam datang.
"Lepaskan.." katanya.
"Jangan ikut campur" kata mereka.
dia mengeluarkan pendangnya dan mulai berkelahi, aku merebut panahku dan menembakan kaki salah satunya, pria yang menodongku di awal menjerat leherku dengan tali, aku berkata pelan "hentikan... jangan lakukan ini" dia malah tertawa.
Aku menggoyangkan jari fokus pada sumpit yang dimeja, sumpit bergerak menembus tangannya yang menusukku.
Dia berteriak terlempar di lantai, empat temannya tumbang, setelah kulihat lagi Pria dengan mantel bulu hitam itu adalah orang yang kukenal Raja Yuko.
"Sangat merepotkan" katanya.
"Kenapa menyusulku" kataku.
"Kau datang ke kandang penjahat" katanya.
Aku tiba-tiba pingsan.
**
Aku…
Petualangan Mayanza
Utara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments