Aku berkuda pelan memasuki hutan, terlihat berbeda.
Aku waspada dengan satu tangan bersiap mencabut pedang.
Terdengar suara denging yang nyaring di dalam hutan dengan resonansi yang tinggi, aku menutup kedua telinga mengeluarkan mantra tameng pelindung, tameng pelindung hologramku retak kemudian pecah.
Aku turun dari kuda melangkah lebih jauh menuju sumber suara dekat danau teratai emas.
Tiba-tiba jebakan beruang dari atas hampir menimpa kuda, kuda berlari kearah belakang aku sempat melompat kearah pohon besar, kabut hitam bercampur abu memenuhi hutan suara bergerak "gretak-gretak" pepohonan, burung-burung di dalam hutan serempak mengepakan sayap terbang, menambah suasana mencekam.
Aku menghadapkan telapak tanganku ke atas, merapalkan mantra muncul hologram bunga teratai emas menuntunku berjalan ke depan dengan cahayanya.
Angin menjadi lebih kencang, aku sudah dekat dengan Danau Teratai Emas.
Danau yang beberapa hari lalu masih baik-baik saja, hancur berantakan.
Ikan koi bergelimpangan di pinggir danau, bunga teratai yang kuncup menghitam.
bunga dan daun teratai tergeletak layu seperti sengaja diambil dari danau dan dibiarkan mati kering.
Aku rapalkan mantra, hologram teratai emasku menghilang, kepalaku mendongak di bawah danau awan hitam.
Pusaran hitam tepat diatas awan tempatku berdiri,
Aku melihat sekitar untuk mencari pelakunya, bunga teratai layu menghitam di tanah luar danau berserakan.
Saatku menunduk, melesat panah berwarna putih, aku sempat menangkisnya dengan pedangku berkali—kali.
Aku akhirnya menceburkan diri ke danau menyelamatkan diri dari serangan mahluk tak nampak.
Tubuhku kedinginan berendam dalam air, ketika aku berbalik.
Anaconda penjaga hutan berenang ke arahku matanya merah bercahaya tidak seperti biasanya.
Ular ini melilitku kuat, mengangkat tubuhku dalam lilitannya ke atas.
Tanganku tidak bisa bergerak, tubuhku terjepit dengan kuat, kuhitung dalam hati sebentar lagi dia akan meretakan seluruh tulang di tubuhku.
Saat yang sama sedang berjuang,
…
Petualangan Mayanza
Kehancuran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments