Bau dupa yang sangat kuat.
Aku terbangun dari tidurku, tidak bukan tidur tapi pingsan.
jariku di perban.
Aku masih pusing, energiku terlalu banyak terkuras dan banyak mengeluarkan darah.
Tanganku satunya masih di genggam erat.
Aku tidur di kamar Raja.
Raja Yuko!
Aku terkejut walaupun berbeda kasur, mungkin semalam aku tidak sadarkan diri.
Raja Yuko masih tertidur.
Aku mau melepas genggamannya tidak bisa.
Dia masih mengenggam erat.
Aku membuka lagi selimutnya memandangi luka di perutnya yang bersih tanpa terlihat pernah terluka. Perban dan kain penyumbat darah sudah dibersihkan.
"Mau sampai kapan dilihat? " Raja Yuko terbangun melihatku.
Kututup kembali dengan selimut.
Kutarik genggaman tanganku tapi Raja Yuko menolak melepaskannya.
aku menatapnya.
"Lukamu sudah sembuh, jangan jadi anak manja" kataku menarik paksa tanganku.
"Sakit" kataku.
Akhirnya Raja Yuko melepaskan tanganku.
"Kita pastikan lukamu sembuh, jangan banyak bergerak dulu" kataku.
Aku membuka luka perban di jariku.
Jariku masih terluka.
Lukanya berupa goresan, tidak seperti biasanya luka di tubuhku yang langsung hilang.
Apakah kekuatanku sudah berkurang?
**
Tubuhku terasa lemas, Putri Rena membantuku memilihkan pakaian yang kupakai.
Aku kembali ke Istana Selatan.
Berendam di air hangat.
Mengingat-ingat yang terjadi kemarin.
Dayang mengetuk bilik mandiku,
"Nona... Baginda Raja sudah menunggu di kediaman anda" kata Dayang.
Aku mendengus, tidak bisa menikmati mandi yang lama.
Padahal kakiku sangat pegal berjalan dari Istana Timur.
**
Dengan kondisi sehat Raja Yuko menikmati teh melatinya di hadapanku.
"Aku mau pulang sekarang" kataku.
"Besok aku akan berkerja lagi" kataku lagi.
Bisa bahaya kalau aku di pecat gara-gara mangkir.
Diberi jadwal tiga kali dalam seminggu saja aku sudah bersyukur.
"Setelah makan siang boleh kembali" katanya pelan.
"Sepulang berkerja harus datang memeriksa aku lagi" kata Raja Yuko menatapku.
Kau akan baik-baik saja, masih kuat berjalan dari Istana Selatan kataku.
Justru aku yang m…
Petualangan Mayanza
Rapalan Mantra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments