Pagi ini aku datang ke Danau teratai, dua hari libur, Ibu dan Ayah berangkat ke luar kota mencari bahan batuan alam untuk menghias taman di belakang rumah.
Aku juga minta ijin dua hari berangkat berkerja.
Berkerja sebagai penjaga portal.
Bunga teratai Emas tubuh subur sebentar lagi sebagian bunga akan mekar tidak menunggu 100 tahun lagi seperti yang Raja Yuko katakan.
"Nona Mayanza... " kata dayang senang kedatanganku.
"Apa kabarmu? " tanyaku.
"Baik nona, aku tetap menunggu nona disini" kata Dayang.
"Apa kabar Istana?" tanyaku.
"Gawat Nona! " kata dayang.
Dengan lancar dayang menceritakan apa yang terjadi.
Raja Yuko akhirnya memilih selir dari mentri kelautan, selir yang cantik.
Namun selir itu setelah tinggal seminggu mendadak sakit-sakitan, muntah darah.
Setiap hari tabib mengunjungi kediaman selir di Istana Utara.
Raja Yuko hampir tiap hari mengunjungi Istana Barat tapi aku tidak pernah datang.
Hari ini dia tidak tau aku datang.
Aku memang tidak mau nampak diluar Istana.
"Dayang, bagaimana kalau kita berdua berangkat belanja" kataku.
"Nona mau belanja apa? Gaun terbaru semua sudah di sediakan di lemari" kata dayang.
"Lima puluh sepatu ukuran kaki nona juga sudah ada di lemari" kata dayang membuka lemari.
"Lima puluh pasang? " tanyaku.
"Iya... " kata dayang mengangguk.
Memangnya kakiku ada banyak, pikirku.
"Raja Yuko bilang sepatu nona sering rusak sekali pakai jadi harus punya banyak pasang sepatu, lihat nona cantik....ada besulam bunga melati" kata Dayang menjelaskan dia nampak senang.
"Perhiasan baru di laci nona, jepit rambut, konde, riasan wajah juga ada."kata dayang menjelaskan kelengkapan barang di kediamanku setelah lama aku tinggal.
Kadang aku merasa putri kadang juga suruhan Raja, yang di korbankan untuk duluan mati.
" Kemana Jendral...? " tanyaku.
"Jendral sering ikut Tabib Swanzi berperang... Jarang terlihat di Istana" kata Dayang.
Wah, jangan-jangan dia memang mengincar jendral juga...
Aku berjalan-jalan di sekitar istana utama sore hari bersama daya…
Petualangan Mayanza
Dalang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments