Di perjalanan menuju Kerajaan Timur, jalanan sepi.
Untuk pertama kalinya aku melewati tempat yang memiliki hamparan kebun jagung yang luas, hampir tidak terlihat ujungnya dari pinggir jalan.
Kubuka jendela kereta mengamati pemandangan dari dalam.
Penyakit mabukku berkurang, dan aku lebih santai.
“Nona Mayanza, apakah nona tau Putri Rena sebenarnya tidak ingin menikah dengan Pangeran dari Timur?” tanya dayang.
“Tidak…” jawabku.
“Putri Rena waktu kecil sering bertengkar dengan Pangeran, mereka berdua tidak akur lalu setelah dewasa mereka di jodohkan” kata dayang.
“Kau tau darimana?” tanyaku.
“Semua dayang di istana tau” katanya.
“Tapi kalau aku lihat di pernikahan, Putri Rena juga menyukai Pangeran”
Kataku menduga.
“Kudengar, Putri Rena sangat takut tinggal jauh dari istana. Apalagi sejak Permaisuri meninggal” kata dayang.
“Tapi buat apa dia takut, dia kan punya Raja Yuko kakaknya” kataku.
“Oh iya, Raja Yuko di jodohkan dengan siapa?” tanyaku.
Dayang malah tersenyum, “Bukankah semua orang di istana tau” kata dayang.
“Swanzi” jawabku.
“Nona…bukan…” kata dayang.
Aku menoleh ke arahnya.
“Semua orang di istana tau Nona Mayanza adalah orang yang terpilih menjadi permaisuri di kerajaan zink” wajah dayang berseri-seri.
“tidak bisa…” jawabku.
Tiba-tiba kereta berhenti di depan.
Terdengar teriakan histeris dari kereta yang ditumpangi Putri Rena.
Aku turun dari kereta, dayang Putri Rena keluar menangis.
Raja Yuko turun dari kudanya, aku ikut kedepan.
Melihat Putri Rena di kereta, dia berusaha memotong nadinya dengan pisau.
“Jangan selamatkan aku, kumohon…biar aku mati saja” katanya sambil menangis lemah. Kuambil saputangan dari sakuku, saputangan putih pemberian Swanzi dulu, aku balut lukanya kurapalkan mantra agar tidak banyak pendarahan di tangannya.
“Kita sudah separuh lebih perjalanan, dan kita berada di perjalanan yang tidak ada pemukiman penduduk” kata Raja Yuko sambil melihat sekitar.
“Aku tidak mau ke Kerajaan Timur” kata Putri Rena menangis.
Aku memegang tangannya.
Kut…
Petualangan Mayanza
Darah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments