Aku melangkah meninggalkan Rooftop.
Cuaca berkabut asap tebal jarak pandang 2 meter.
Kebakaran hutan dimana-mana, makin banyak pasien sesak napas.
Aku bergegas menuju ruangan rawat inap Ayah, udara tersaring dan steril dengan Air Purifier.
Kamarnya masih sejuk.
Ayah baik, baik saja terlihat tenang, dan makan buah bersama Ibu.
“Mayanza, kenapa kesini lagi” kata Ibu.
“Ruanganku sedang dibersihkan”, jawabku tapi aku tidak menceritakan mereka kalau ruanganku baru saja diobrak-abrik tanpa sebab.
“Bagaimana perasaan Ayah, apa sudah lebih baik” tanyaku
“Ayah sudah baik dan sudah merasa sehat, bagaimana kalau pulang saja” kata Ayah duduk di tempat tidur.
“Ayah…bersabarlah sedikit lagi, dokter spesialis paru bilang ayah perlu dipantau apalagi di Rumah kita dikepung api, tempat yang aman disini, dan aku juga akan lebih mudah bolak balik” kataku pada Ayah disambut anggukan Ibu.
“Ibu juga menelepon penjaga kebun, dia bilang aman, sekeliling rumah kaca rutin di cek dan di siram air” Kata Ibu.
“Ya… disini lebih baik,” kataku.
“Aku tinggal sebentar, ada jadwal kunjungan ke pasien ayah dan ibu kalau ada apa-apa pencet bel panggil perawat, mereka juga sudah aku pesankan kalau apa-apa mengabari aku” kataku.
“Iya sayang…” kata Ibu lalu mengelus bahuku.
Aku keluar dari ruangan rawat inap.
Selesai dari kunjungan ingin kembali ke ruang kerjaku, mungkin sudah dirapikan.
“Dokter…” seorang perawat berlari memanggilku di ikuti security dari lantai bawah.
“Kenapa?” tanyaku.
Aku mengikuti mereka berdua turun kearah parkiran mobil,
Ban mobilku kempis, dan lebih parah lagi ban itu ditusuk suatu benda berwarna kuning, aku meminta security membantuku dengan mengambil alat melepas ban mobil, memasang cadangan ban.
“Aku keluar sebentar” kataku.
Berencana mengantar ban mobil ke bengkel.
Dengan jarak pandang yang pendek aku perlahan mengemudi sampai ke bengkel terdekat.
Montir Bengkel mencabut benda yang tertusuk di Ban mobilku.
“Sepertinya ini hiasan rambut”, montir menyerahkan ketanganku, tusuk kond…
Petualangan Mayanza
Berkuda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments