"Kapan kau datang?" tanya Raja Yuko duduk di depan meja sajian teh pagi ini di bawah pohon yang rindang.
"Pagi ini"Jawabku.
"Tabib bilang kau datang kemarin ke Istana?" kata Raja Yuko.
"Aku kemarin datang, kembali dan datang lagi hari ini" kataku.
"Bagaimana dengan keseimbangan portal?" tanya Raja Yuko.
"Baik....sangat baik" kataku sambil menunduk minum teh hijau hangat.
"Hai, Jendral" panggilku pada Jendral keluar dari kediamannya, berdiri di beranda.
Aku meminta dayang memanggil Jendral minum teh bersama.
"Kau sedang bicara dengan Raja, lancang sekali menyela memanggil Jendral" kata Raja Yuko.
"Kupikir kalian dekat dan keluarga, tenang...disini jauh dari orang lain dan pengawalan" kataku
Bermaksud beralasan.
Jendral datang memberi hormat pada Raja.
Aku meminta satu bangku di sebelahku, Jendral duduk, dan kuminta dayang menuangkan teh hijau, menyajikan camilan cookies ke atas meja.
"Silahkan di cicipi, ini terbuat dari gandum pilihan dan coklat dari tempatku" kataku seperti iklan di televisi.
"Nikmatilah Jendral, aku sudah mengambil dua" kata Raja Yuko.
"Enak sekali bukan" kataku.
"Terima Kasih" kata Jendral mengambil satu cookies.
"Kedatanganmu kemari karena apa?" tiba-tiba Raja Yuko bertanya.
"Aku datang berkunjung, apa sudah tidak boleh?" tanyaku.
Jendral hampir tersedak. Aku refleks mengusap bahu Jendral di sebelahku.
"Pelan-pelan Jendral" aku menyodorkan camilan ke hadapan Jendral.
Mata Raja Yuko menatapku mengelus bahu Jendral.
Dayang bingung dengan tingkah anehku, seorang yang introvert berubah menjadi ekstrovert.
"Boleh saja" kata Raja Tersenyum.
"Oh iya, Raja membicarakan Tabib tadi, bagaimana kabar selir?" tanyaku.
Belum sempat Raja Yuko menjawab.
Aku mendadak berdiri.
"Hormat kepada baginda....hamba hampir lupa, Selamat Atas Pernikahan Baginda" kataku, aku bersujud tiga kali.
Aku menyikut dayang.
"Maaf hadiahnya terlambat" aku mengambil satu pot bunga peony berwarna kuning dengan pita merah, ucapan bahagia.
Raja Yuko bingung menerima menaruhnya di kursi…
Petualangan Mayanza
Peony Kuning
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments